Patroli AL Tahan Timah Ilegal yang Dikawal Polisi


khas kebijkan yang dibuat pejabat Indonesia selalu menyisakan lubang kesempatan dan multitafsir. Sayang ya otak encer pejabat Indonesia lebih banyak dimanfaatkan untuk “ngobyek” atau “korupsi”. Yang paling jahat adalah mengutak atik kebijakan agar pejabat masih punya wewenang untuk mengeluarkan ijin tertentu.Contoh ekspor hasil tambang mentah sudah dilarang tapi dibuatkan celah agar beberapa perusahaan bisa tetap mengekspor. Bingung khan..>Bingung bagi warganegara Indonesia tapi tidak bagi pejabat dan pengusaha kroni

 

Patroli AL Tahan Timah Ilegal yang Dikawal Polisi  

Gulungan plat timah. ANTARA/HO

TEMPO.COJakarta – Komandan Pangkalan Angkatan Laut Batam Kolonel Laut Ribut Eko Suyatno mengatakan instansinya masih menahan 58 kontainer berisi timah ilegal yang disita pada 7 Maret 2014. Timah berbentuk solder, anode, dan billet senilai US$ 33,4 juta atau Rp 378 miliar itu akan diekspor ke Singapura dengan menggunakan kapal tongkang Bina Marine 76 yang berlayar dari pelabuhan laut Pangkal Balam, Bangka Belitung. “Kami masih menelusuri pelanggarannya,” katanya kepada Tempo, Rabu, 26 Maret 2014.

Peti kemas itu tetap ditahan setelah Kolonel Ribut mengundang instansi lain, di antaranya Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, PT Surveyor Indonesia, dan Bursa Komoditi Derivatif Indonesia. Mereka diundang untuk menganalisis sah-tidaknya timah itu diekspor. Hasil analisis dan uji laboratorium menyebutkan timah dalam 58 kontainer itu tidak sesuai dengan isi dokumen.

Salah seorang yang diundang bercerita penahanan itu menjadi sensitif lantaran kapal berlayar di bawah kawalan polisi. Petugas patroli Angkatan Laut mendapati beberapa anggota Direktorat Polisi Air dan Udara berseragam serta bersenjata lengkap. Ribut enggan berkomentar saat ditanya keberadaan polisi itu. “Bukan kewenangan saya,” ujarnya.

Adapun juru bicara Markas Besar Polri, Inspektur Jenderal Ronnie Frangky Sompie, membenarkan adanya polisi di kapal itu. Keberadaan polisi itu resmi untuk mengawal perjalanan kapal sampai pelabuhan laut di Batam, Kepulauan Riau. “Timah yang dikawal dari hasil lelang resmi, jadi tak ada pelanggaran,” katanya kepada Tempo, Kamis, 27 Maret 2014.

Celakanya, sebelum sandar, kapal itu dicegat patroli Gugus Keamanan Angkatan Laut Armada Barat. Menurut Ronnie, polisi pengawal langsung ditarik ke markas polisi setelah berkoordinasi dengan nakhoda. “Tidak ada yang ditahan Angkatan Laut,” ujarnya.

Tegangnya hubungan polisi dan Angkatan Laut dalam penahanan ekspor timah ilegal menjadi laporan majalah Tempo yang akan terbit Senin, 31 Maret 2014.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: