Penulis dan Penerbit Mulai Jengkel dengan Amazon


Oleh: ahmad taufiqqurakhman
Teknologi – Jumat, 30 Mei 2014 | 10:10 WIB

INILAHCOM, Seattle – Sejumlah penulis dan penerbit buku di AS kabarnya mulai merasa jengkel dengan bisnis yang dijalankan oleh Amazon. Apa sebabnya?

Amazon kini telah menguasai industri penjualan dan penerbitan buku digital terbesar di dunia. Keberadaan bisnisnya kian dikhawatirkan oleh sejumlah penerbit dan penulis buku ternama hingga kemudian berujung pada masalah hukum.

Di AS, Amazon kini tengah mendapat berbagai gugatan atas dugaan antitrust karena dianggap berusaha memonopoli segala jenis usaha buku. Amazon bukan hanya menjual buku cetak saja, melainkan juga menerbitkan buku digital atau e-bookdengan nama mereka.

Bahkan, perangkat pembacanya pun, yakni tablet Kindle Fire, juga dibuat dan dipasarkan sendiri oleh Amazon.

Amazon memang memiliki kontrol yang sangat besar terhadap buku yang dijual di situsnya. Mereka mengklaim akan memberikan royalti yang semakin tinggi dan lisensi digitalisasi dari penerbit buku cetak dengan janji buku keluaran penerbil bakal lebih banyak lagi dipajang di ‘rak buku’ Amazon.

Namun, hal tersebut justru menuai kontroversi dari kalangan penerbit dan penulis bukunya. Bahkan, Amazon diklaim seringkali menunda pengiriman buku dan menaikan harga buku itu sendiri secara sepihak.

“Sangat jelas, Amazon memiliki kekuatan pasar yang besar dan menyalahgunakan kekuatan itu untuk mempertahankan dan meningkatkan dominasinya. Ini kemungkinan melanggar Pasal 2 dari Sheran Antitrust Act,” kata Jan Constantine, pengacara dari organisasi kepenulisan The Author Guild, seperti dilansir NDTV Gadget.

Penerbit buku cetak terbesar keempat di AS, Hechette, juga mengaku telah menjadi korban dari praktek usaha penerbitan buku digital yang dijalankan Amazon. Awalnya Amazon membeli lisensi buku dari Hechette untuk didigitalisasi dalam bentuk e-book lalu dijual di situs Amazon.

Namun, seiring berjalannya waktu, pelanggan buku cetak di Hachette makin berkurang karena beralih ke model e-book yang dijual Amazon.

“Kami bertekad melindungi nilai penulis buku kami dan pekerjaan kami dalam hal pengeditan, distribusi, dan pemasaran. Kami berharap, situasi seperti ini tidak akan bertahan lami, meski kami tidak ada upaya dan mengeksplorasi semua opsi yang ada,” ujar Sophie Cottrel, wakil presiden senior Hachette.

Hal yang sama juga dilakukan Amazon terhadap salah satu penerbit buku terkemuka di Jerman, Bonnier Media Group. Presiden Asosiasi Penjual dan Penerbit Buku Jerman, Alexander Skipis, beranggapan bahwa pasar buku yang telah dibangun selama berabad abad, kini sedang dihancurkan oleh bisnis online yang dijalankan oleh Amazon.

Meski demikian, Skipis mengatakan bahwa pihaknya masih terus menyelidiki apakah strategi bisnis yang dijalankan Amazon melanggar hukum atau tidak. [ikh]

One Comment to “Penulis dan Penerbit Mulai Jengkel dengan Amazon”

  1. I feel this is among the such a lot vital info
    for me. And i’m happy studying your article. However should remark on few general issues, The site taste is ideal, the articles is actually nice :
    D. Good process, cheers

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: