Pemecatan Bos BUMN, Dari Main Golf Sampai Fasilitas Mobil Istri


Jumat, 27/06/2014 10:35 WIB

Feby Dwi Sutianto – detikFinance1 dari 7NextJakarta – Reward and punishment berlaku juga bagi pimpinan tertinggi di Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Para direksi dan komisaris perusahaan pelat merah memperoleh fasilitas hingga penghasilan sangat menggiurkan dari jabatan yang diemban. Alhasil menjadi bos BUMN adalah mimpi bagi banyak profesional dan karyawan karir. Namun gaji dan fasilitas super wah ternyata diikuti juga oleh sanksi tegas. Di bawah kepemimpinan Menteri BUMN Dahlan Iskan, sanksi tegas bisa menerpa bos BUMN yang melanggar aturan. Sanksi tertinggi adalah diberhentikan. Mau tahu, bos BUMN dan kasus-nya sehingga akhirnya memutuskan mengundurkan diri atau dipecat. Berikut ini hasil penelusuran detikFinance, Jumat (27/6/2014).

Dahlan secara pada awal 2013 memberhentikan Direktur Utama Perum Jasa Tirta II, Eddy Adyawarman. Eddy diberhentikan karena mengetahui dan membiarkan sang istri menerima fasilitas mobil dinas. Padahal mobil dinas hanya diperuntukan bagi pejabat atau pekerja bukan keluarga

Dahlan memberhentikan Direktur Utama PT Sang Hyang Seri (Persero) Kaharuddin. Kaharuddin dicopot karena telah telah ditetapkan sebagai tersang kasus dugaan korupsi pengadaan benih di Kementerian Pertanian periode 2008-2012. Posisi Kaharuddin selanjutnya diisi pejabat Kementerian BUMN yakni Upik Rosalina Wasrin

Direktur Utama PT Sucofindo (Persero) Fahmi Sadiq pada Februari 2014 dinonaktifkan oleh Dahlan. Dahlan selanjutnya menunjuk Sufrin Hannan sebagai pejabat baru. Fahmi digeser karena telah ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Fahmi disebut-sebut terkait kasus korupsi proyek pemetaan dan pendataan satuan pendidikan swasta dan negeri untuk SD sampai SLTP di Kementerian Pendidikan. Kasus terjadi saat Fahmi menjabat sebagai Direktur Utama PT Surveyor Indonesia (Persero)

Menteri BUMN telah berjanji memberi sanksi keras kepada bos BUMN yang terlibat di dalam politik serta memanfaatkan posisinya untuk membantu aktivitas politik. Kondisi ini dialami oleh Pemimpin Redaksi (Pemred) Tabloid Obor Rakyat yakni Setyardi Budiono. Setyardi juga merangkap sebagai salah satu Komisaris PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XIII (Persero).Setyardi dinilai berperan dalam kampanye hitam alias black campaign yang menyerang salah satu calon presiden. Sebelum Kementerian BUMN memberi sanksi, Setyardi telah mengajukan permohonan pengunduran diri alias resign

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan telah mengumumkan sanksi tegas bagi bos-bos perusahaan pelat merah yang ketahuan dan terbukti bermain golf saat jam kerja. Bos BUMN yang dipecat seperti 2 orang Direksi PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) (Persero). Keduanya terbukti bersalah karena melanggar ketentuan.”BKI yang main golf diberhentikan. Yang ada bukti dipecat. Itu Dirut dan 1 direksi. Itu ada 2 orang yang diganti,” kata Dahlan Desember 2013 beberapa waktu lalu.

Aksi tegas Dahlan ternyata tidak membuat direksi BUMN lain ikut jera. Berita terbaru, Dirut PT Reasuransi Umum Indonesia (ReIndo) Didiet S. Pamungkas disebut-sebut ketahuan main golf saat jam kerja.Dahlan menerima laporan dari bawahan sang bos ReIndo. Namun surat pemecatan belum sempat dikeluarkan oleh Kementerian BUMN, Didiet disebut telah mengajukan permohonan pengunduran diri alias resign terlebih dahulu. Namun keputusan pemberhentian akan dilakukan pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang digelar induk ReIndo yakni PT Reasuransi Umum Indonesia (Persero).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: