Archive for June, 2014

June 27, 2014

Nexter Serahkan 4 Meriam Caesar 155mm

Detik 26 Juni 2014

Meriam 155mm Caesar TNI AD (all photos : Pindad)

Melihat Meriam Caesar 155 Berdaya Tembak 39 KM yang Dipesan Indonesia

Roanne – Modernisasi alutsista yang dilakukan Kementerian Pertahanan (Kemhan) Republik Indonesia tidak hanya dengan memesan tank Leopard, namun juga memesan produk-produk persenjataan canggih lainnya. Salah satunya adalah meriam Caesar 155, sebuah meriam berkaliber 155 mm yang memiliki daya tembak sejauh 39 KM. Meriam ini dibuat PT Nexter, sebuah perusahaan persenjataan di Roanne, Prancis.

Rabu (25/6/2014) pukul 13.00 waktu Prancis, tiga buah truk bermesin 2.500 cc yang dilengkapi dengan meriam berukuran panjang dan besar itu sudah diparkir rapi di sebuah ruangan besar di pabrik Nexter untuk menyambut Wamenhan Sjafrie Sjamsoeddin dan delegasi. Ini merupakan tiga dari total 37 meriam Caesar 155 yang telah dipesan Indonesia pada 2013 lalu.

Pabrik Nexter yang memiliki areal sangat luas ini berada di kota kecil Roanne, sekitar 500 KM dari Kota Paris. Untuk menuju Roanne, dibutuhkan sekitar 4 jam perjalanan menggunakan kereta api cepat dari Paris. Bila menggunakan pesawat, Paris-Roanne bisa ditempuh 1 jam 10 menit dan mendarat di bandara kecil Lyon. Dari bandara Lyon, untuk menuju Nexter, hanya dibutuhkan sekitar 15 menit melalui jalan darat. Pabrik ini berada di pedesaan yang sangat tenang dan indah, jauh dari pemukiman.

Hari itu memang akan digelar ada roll-out, penyerahan secara simbolis, empat unit Caesar 155 kepada Indonesia. Wamenhan Sjafrie Sjamsoeddin mengharapkan empat unit Caesar ini bisa tiba di Indonesia sebelum 5 Oktober 2014. Selain dipamerkan 3 unit Caesar 155 yang sudah diselesaikan, di ruangan bengkel itu juga telah disusun sekitar 100 kursi untuk tempat duduk para undangan yang akan menyaksikan peristiwa bersejarah ini.

Caesar 155 akan menjadi andalan baru artileri Angkatan Darat (AD) dalam pertempuran. Baru kali ini, TNI AD memiliki meriam yang memiliki sistem bergerak dan memiliki daya jangka tembakan sejauh 39 KM. Meriam ini juga mampu melepaskan 6 amunisi berbobot 47 kg dalam 1 menit.

“Ini bagian dari modernisasi alat persenjataan AD. Selama ini kita hanya memiliki meriam berkaliber 155 mm yang ditarik dengan truk, sehingga mobilitas kurang cepat,” kata Komandan Pusat Persenjataan Artileri Medan (Danpusenarmed) Brigjen TNI Sonhadji sebelum roll-out dilangsungkan.

Caesar 155 merupakan meriam 155 mm yang selalu digendong oleh truk bermesin Renault ke mana pun bergerak. Truk berbobot 19 ton ini memiliki laju maksimum 82 KM/jam, sehingga sangat ampuh untuk mobilitas tinggi. Konsepnya, dalam pertempuran nanti, setelah Caesar 155 digunakan melepaskan amunisi untuk menghancurkan target, maka alat persenjataan ini bisa langsung berpindah tempat, sehingga sulit dideteksi musuh.

Wamenhan Sjafrie Sjamsoeddin mengakui bahwa Caesar 155 ini menjawab doktrin yang dikembangkan artileri TNI AD, yaitu senjata berdaya tembak dahsyat dengan mobilitas tinggi. Persenjataan canggih ini menjadi kekuatan pokok yang dibutuhkan untuk menambah kemampuan organisasi TNI.

“Caesar 155 ini adalah alutsista strategis untuk menambah kemampuan dari satuan Artileri TNI AD yang mempunyai daya tembak yang dahsyat 39 KM, ditambah dengan mobilitas tinggi, karena sistem di kendaraan ini, pada saat dia menembakkan 6 proyektil, dia bisa segera bergeser, sehingga antara mobilitas dan deception itu mencakup,” kata Sjafrie yang tampak berseri-seri melihat Caesar 155 ini.

Meriam ini nantinya dioperasikan oleh 5 prajurit. Pada saat truk bergerak menuju sasaran, lima prajurit duduk di dalam kabin, dengan salah satu bertindak sebagai sopir. Begitu tiba di lokasi penembakan, kelima personel ini akan turun dari truk, bahu membahu untuk mengoperasikan penembakan. Satu personel mengambil amunisi, satu personel menyiapkan fuse (sumbu)-nya, satu personel memantau screen komputer untuk menentukan koordinat target serangan, satu personel bertugas memasukkan amunisi, dan 1 personel sebagai komandan.

Sistem penembakan di Caesar 155 ini juga telah dibuat otomatis, termasuk proses penyiapan dan pemasukan amunisi ke meriam. Truk ini membawa 18 amunisi yang ditempatkan dengan sangat aman di bagian kanan, sementara 18 fuse-nya ditempatkan di sebelah kiri.

(Detik)

Advertisements
June 27, 2014

Lihat Fisik, Prabowo Sebut Gus Dur Bikin Malu  

kualat calon presiden yang satu ini..

 

JUM’AT, 27 JUNI 2014 | 10:45 WIB

TEMPO.COJakarta – Prabowo Subianto pernah menyebut mantan presiden Indonesia Abdurrahman Wahid alias Gus Dur sebagai presiden buta yang membuat malu. Pernyataannya tersebut disampaikan Prabowo kepada Allan Nairn, wartawan investigasi yang mewawancarainya pada pertengahan 2001 di Mega Kuningan, Jakarta.

Menurut Allan, Prabowo menyebut Gus Dur sebagai presiden buta ketika sedang membicarakan demokrasi. Prabowo menyebut keragaman etnisitas dan agama menghambat demokrasi. “Militer pun bahkan tunduk pada presiden buta! Bayangkan! Coba lihat dia, bikin malu saja!” kata Allan mengutip pembicaraan Prabowo di blog-nya, Ahad, 22 Juni 2014.

Prabowo membandingkan fisik Gus Dur dengan presiden lain. Dia menyebut Perdana Menteri Inggris Tony Blair, Presiden Amerika Serikat George W. Bush, dan Presiden Rusia Vladimir Putin. “Mereka muda, ganteng,” kata Allan menirukan ucapan Prabowo.

Allan menulis bahwa dalam perbincangan tersebut Prabowo tak henti-hentinya mengecam Gus Dur dan demokrasi. Menurut Allan, Prabowo menganggap Indonesia belum siap menjalankan demokrasi. Prabowo, kata Allan, justru berkiblat pada “rezim otoriter yang jinak”.

Ketua Umum Partai Gerakan Indonesi Raya (Gerindra) Suhardi enggan berkomentar ihwal wawancara Prabowo dan Allan. Dia malah mengutip pepatah. “Kok jadi seperti pepatah gajah di pelupuk mata tak tampak, semut di seberang lautan tampak, ya?” kata Suhardi sambil tertawa kecil saat dihubungi, Kamis, 26 Juni 2014. (Baca: Prabowo ‘Ajarkan’ Cara Membantai Warga Sipil)

Putri bungsu Gus Dur, Inayah Wulandari Wahid, tertawa kecil saat dimintai komentarnya mengenai pernyatan Prabowo. Menurut dia, ayahnya memang kerap diberi label jelek. “Nama baik akan terlihat sendiri dari perbuatannya,” kata Inayah. (Baca: Wartawan Investigasi Bongkar Rahasia Prabowo)

Inayah malah berpendapat hasil wawancara tersebut mengajarkan warga Indonesia untuk kritis. Inayah enggan berkomentar lebih banyak lagi. Menurut dia, keluarga besar Wahid pun sepertinya tak akan menanggapi masalah ini secara besar. “Biar bukti saja yang berbicara,” ujarnya. (Baca: Bongkar Rahasia Prabowo, Nairn: Demi Publik)

Adik kandung Gus Dur Salahuddin Wahid alias Gus Solah mengatakan dirinya tidak mengetahui kebenaran tentang penghinaan yang dilakukan oleh Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto kepada Gus Dur. “Jika benar, siapa yang lebih hina? Prabowo butuh Gus Dur, sedangkan Gus Dur tidak butuh Prabowo,” kata Gus Solah. (Baca: Tim Prabowo Bantah Diwawancarai Allan Nairn)

AMRI MAHBUB | ANTON WILLIAM | SAID HELABY

June 27, 2014

Saudi Peringatkan Warganya Non-Muslim Untuk Menghormati Kesucian Bulan Ramadhan

 

Puasa itu menahan nafsu dan lapar. Jika umat yang lagi menjalani ibadah puasa melihat  sedang orang makanm justru umat diuji ibadahnya dan jika tahan pahala untuknya akan bertambah.. Cara macam Saudi ini.. konyol dan primitif, artinya menjalani ibadah puasa sangat steril, tidak ada tantangan.. sama saja  menjalani ibadah puasa dengan TIDUR seharian. Wahabi bahlul !

dari Eramuslim.com

Jum’at, 28 Sya’ban 1435 H / 27 Juni 2014

i – Jumat, 27 Juni 2014 08:54 WIB

Kementerian Dalam Negeri Saudi, memperingatkan warga non-Muslim untuk tidak makan dan Minum secara terang-terangan pada siang hari bulan Ramadhan, ia menekankan bahwa jika hal itu terjadi mereka akan di “usir” dari Negara itu.

Kementerian menyatakan dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita Saudi, hendaknya warga non Muslim menghormati bulan suci ramadhan, dan tidak secara terang-terangan melakukan makan dan minum di siang hari bulan Ramadhan, karena mempertimbangkan perasaan umat Islam di Negara ini.

Kementerian juga menyerukan kepada lembaga-lembaga, perusahaan dan setiap orang untuk memahami pernyataan tersebut, dan meminta kepada setiap perusahaan untuk menjelaskan hal tersebut kepada seluruh staf dan pekerja serta memperingatkan mereka akan konsekuensi dari pelanggaran ini. (hr/im)

June 26, 2014

Memberitakan Polling Gallup Bohong, TV One Pertaruhkan Kredibilitas

Namanya juga TV OON !
Rabu, 25 Juni 2014 | 8:47

Inilah berita bohong yang disebarkan TV One. Di tanda tebal warna biru tertera nama Obama, yang mungkin lupa dihapuskan oleh sang penyebar. [Istimewa]Inilah berita bohong yang disebarkan TV One. Di tanda tebal warna biru tertera nama Obama, yang mungkin lupa dihapuskan oleh sang penyebar. [Istimewa]

[JAKARTA] TV One, salah satu televisi pendukung utama pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa (Prabowo-Hatta) mendapat kecaman, caci maki, dan kritikan keras dari publik di media sosial.

Kritikan itu terkait penayangan hasil survei Gallup Poll, yang menempatkan  pasangan Prabowo-Hatta  memiliki elektabilitas tinggi (52%) mengalahkan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla yang dalam poll palsu itu mendapatkan elektabilitas 41%.

Ironisnya, polling palsu itu disebarluaskan oleh TV One lewat running text yang menyiarkan tanpa melakukan check and recheck.

Pemilik akun Facebook Setyo Budiantoro misalnya menulis: “Membaca http://ireport.cnn.com/docs/DOC-1147010?ref=feeds%2Fnewsiest, wah hebat juga Prabowo melewati Jokowi menurut Gallup di CNN.
Tapi saya lihat kok aneh, masak tiba2 di berita ada Obama…hehehe Lalu saya telusuri, eh ternyata menjiplak ini http://www.gallup.com/poll/107995/americans-predict-obama-will-next-us-president.aspx lalu mengganti Obama menjadi Prabowo & McCain jadi Jokowi.

wah, tolong pendukung capres siapapun jangan melakukan tindakan manipulatif seperti ini… marilah membangun budaya fairness. (liat foto crop website, liat tulisan highlight biru).

Sebelumnya, peneliti dari Populi Institute David Krisna Alka di Jakarta, Selasa (24/6) malam, mengatakan, perolehan prosentase elektabilitas Prabowo-Hatta  merupakan hasil polling yang dilakukan Gallup Poll Daily (AS) saat Barack Obama bertarung dengan John McCain untuk menempati posisi presiden AS tahun 2008.
Dalam polling itu, Obama meraih 52%, sementara John McCain mendapatkan 41%. Hasil polling ini rupanya dimanfaatkan kubu Prabowo dengan mengcopy-paste berita yang dimuat CNN, sehingga terkesan  “kekalahan” ada pada pasangan Jokowi-Kalla (41%), dan “kemenangan” Prabowo (52%) benar-benar dimuat CNN.
Judul berita yang termuat di “CNN” soal hasil polling pun sangat bombastis: “Indonesians Predict Prabowo Will Be Next Indonesia President” (Prabowo Berpeluang Besar Menjadi Presiden).
Dalam lead berita disebutkan bahwa Gallup Poll Daily melakukan polling yang memenangkan Prabowo pada 10-21 Juni.
David Krisna mengatakan, cara licik itu dipakai kubu Prabowo-Hatta, karena pasangan capres-cawapres ini panik, karena sudah tidak mampu mengungguli popularitas dan elektabilitas pasangan Jokowi-Jusuf Kalla yang belakangan terus menguat. Dari tujuh lembaga survei, lima di antaranya mengunggulkan pasangan Jokowi.
Terakhir Litbang Kompas juga melakukan survei, hasilnya sama saja, elektabilitas Jokowi terus melejit, sehingga membuat Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon panik dan menuduh Kompas dibayar.
Polling dan berita palsu kemenangan pasangan Prabowo-Hatta itu tak urung membuat para pendukung Prabowo bereforia lewat dunia maya, seperti Twitter.
Seorang pengagum Prabowo menulis di akun Twitter-nya: “Hanya Prabowo yang ikhlas mengabdi pada bangsa Indonesia sungguh sangat mengagumkan.”
Yang lain menulis: “Maju tak gentar membela Prabowo, maju serentak tentu kita menang. Bergerak-bergerak … Majulah, Prabowo menang.”
Kegembiraan mereka tak berumur sehari, sebab ada pemilik akun lain yang mengingatkan agar hati-hati dengan hasil polling tersebut.
Bahkan ada yang mengingatkan CNN agar tidak sembarangan merilis polling Gallup. Terbukti polling Gallup yang memenangkan Prabowo ternyata benar-benar hoax.
David Krisna minta agar kubu Prabowo fair dan santun dalam upaya menarik simpati publik.
“Jangan mempermainkan hasil penelitian atau survei apalagi memanipulasi fakta. Jika memang fakta membuktikan bahwa mereka tidak bisa menyaingi pasangan Jokowi-Kalla, terimalah dengan lapang dada. Jangan melakukan sesuatu yang malah bisa menjadi bumerang,” katanya.[L-8]

 

 

June 26, 2014

BESOK, PRESIDEN SBY MELANTIK 454 PERWIRA TNI

Porsi perwira angkatan laut kok kecil yach..Negeri ini adalah negeri Maritim, tapi pertahanannya masih mengutamakan Angkatan Darat.. Dungu  sekali !
Rabu, 25 Juni 2014 , 16:15:00 WIB

Reporter : Much Fatchurochman     Redaktur : Jan Prince Permata

 1  0 Google +0

0

 

Jurnas.com |

PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono sesuai jadwal akan menghadiri upacara Prasetia Perwira TNI tahun 2014, di lapangan Dirgantara kampus Akademi Angkatan Udara, Bumi Maguwo Yogyakarta, Kamis (26/6).

Marsekal Muda TNI Bambang Samudro, Komandan Jenderal Akademi TNI menjelaskan ada 249 lulusan perwira remaja Akademi Militer, serta 99 lulusan Akademi Angkatan Laut dan sebanyak 105 lulusan Akademi Angkatan Udara yang memperoleh pangkat Letnan Dua sekaligua bergelar SST.Han atau Sarjana Sains Terapan Pertahanan. “Sejak 2011, Akademi TNI meluluskan perwira remaja sekaligus sarjana. Harapan ke depan,  perwira TNI bisa ikuti tantangan globalisasi, selain handal bidang kemiliteran,”  kata Marsekal Muda Bambang Samudro di Gedung Suryadarma, AAU Yogyakarta, Rabu (25/6).

Sesuai data prestasi tahun 2014 ini, Akademi Militer berhasil luluskan 98,8 persen, berikutnya Akademi Angkatan Udara lulus sebanyak 98,01 persen, sementara Angkatan Laut luluskan 96,3 persen. “Memang dalam pendidikan, ada yang diberhentikan, yang lulus tahun ini adalah angkatan 2010 dan tambahan 2009,” kata Bambang Samudra.

Lulusan terbaik dan memperoleh lencana Adhimakayasa tahun 2014 yaitu Letda Inf Tegar Aji Widhiwardhana dari Akademi Militer, Letda Laut Egistya Pranda dari Akademi Angkatan Laut dan Letda Lek Chandra Ari Wijaya. Penghargaan Adhi Makayasa diberikan kepada lulusan terbaik dari setiap matra TNI yaitu matra darat (Akademi Militer Magelang), matra laut (Akademi Angkatan Laut Surabaya), serta matra udara (Akademi Angkatan Udara Yogyakarta). “Mereka berhasil raih prestasi terbaik dari sisi akademis, jasmani dan kepribadian,” kata Bambang Samudro.

 

– See more at: http://www.jurnas.com/news/139583/Besok-Presiden-SBY-Melantik-454-Perwira-TNI—2014/1/Nasional/Politik-Keamanan#sthash.VYyRxyqI.dpuf

June 26, 2014

Digandeng Rheinmetall, Pindad Bangun Pabrik Amunisi Leopard untuk Asia

26 Juni 2014

MBT Leopard II TNI AD (photo : Detik)

Unterluss – Ada maksud strategis yang dilakukan pemerintah dalam pengadaan 180 unit tank Leopard dan Marder, produk Rheinmetall dari Jerman. Ternyata dalam pembelian tank berat ini pemerintah tidak hanya sekadar belanja, tapi juga bermaksud untuk pengembangan PT Pindad di masa yang akan datang.

Karena itu, dalam peninjauan ke pabrik Rheinmetall di Unterluss, Jerman, Wakil Menteri Pertahanan (Wamen) Sjafrie Sjamsoeddin mengajak serta Dirut PT Pindad Sudirman Said. Diharapkan, Sudirman Said yang baru dilantik awal Juni lalu itu bisa mendengar dan melihat bagaimana Rheinmetall memproduksi Leopard dan bisa segera merealisasikan kesepakatan kerjasama Rheinmetall dengan PT Pindad yang telah diteken sebelumnya.

“Kerjasama tidak hanya membeli senjata, tapi ada transfer teknologi untuk membangun kemampuan industri pertahanan dalam negeri,” tegas Sjafrie dalam jumpa pers seusai penyerahan simbolis tank Leopard dan Marder tahap pertama di pabrik Rheinmetall, Unterluss, Senin (23/6/2014) sore.

Menurut Sjafrie, Rheinmetall bersama PT Pindad akan mengembangkan pabrik amunisi kaliber besar, sehingga amunisi Leopard yang memiliki canon 120 mm itu akan diproduksi di Indonesia. Bahkan, lanjut Sjafrie, nantinya PT Pindad akan menjadi pusat distribusi amunisi Leopard di seluruh Asia.

“Inilah yang menjadi target strategis dalam pengadaan alutsista kita. Kita tidak hanya membeli senjata, tapi juga menyerap sistem, sehingga kemandirian industri pertahanan itu bisa mendukung kemampuan pertahanan kita. Kita akan mandiri dan bebas dari kemungkinan-kemungkinan restriksi dari luar negeri,” ujar dia.

Saat ditanya kapan realisasi PT Pindad membangun pabrik untuk amunisi Leopard, Sjafrie menyatakan MoU terkait kerjasama ini sudah ditandatangani. “Jadi nanti secara bertahap akan dilangsungkan kegiatan Dirut Pindad dan Rheinmetall,” kata Sjafrie.

Dari kerjasama dengan Rheinmetall, diharapkan kualitas teknik dari industri pertahanan dalam negeri Indonesia juga akan semakin bertambah baik. “Kalau nanti Indonesia bisa menjadi pasar di Asia, kita bisa menjadi regional power di dalam market industri pertahanan. Ini yang kita jalankan,” tegas dia.

Local Content untuk Leopard

Dalam pembuatan Leopard yang dipesan Indonesia, PT Pindad yang selama ini sudah berpengalaman dalam membuat tank dan panser Anoa, juga akan dilibatkan dalam pemasangan beberapa bagian, termasuk dalam sistem pendingin dan sistem komunikasi. Pelibatan ini merupakan bagian dari upaya mencari nilai tambah keuntungan untuk Indonesia dan transfer teknologi.

“Jadi, bagian-bagian yang belum dipasang di Jerman, akan dilaksanakan di PT Pindad, terkait local content-nya. Kalau kita beli persenjataan, kita harus pikirkan bagaimana industri pertahanan dalam negeri dapat nilai tambah. Nah salah satu nilai tambah itu adalah kegiatan-kegiatan teknik yang belum selesai di sini akan dilakukan di PT Pindad. Kita tidak keluarkan biaya, karena itu bagian dari kontrak,” ujar Sjafrie.

(Detik)

June 26, 2014

Rusia Siap Rangkul RI Garap Drone  

 

Sindo News , 25 Juni 2014

Rusia siap bekerjasama dengan Indonesia mengembangkan UAV untuk memantau wilayah maritim. Untuk memantau wilayah maritim yang luas seperti Indonesia dibutuhkan UAV besar bertipe HALE (High Altitude Long Endurance) (photo : aiononline)

JAKARTA – Isu pesawat nirawak untuk pertahanan Indonesia mencuat dalam debat calon presiden (Capres) Indonesia Minggu malam lalu. Dari isu itu, Rusia siap merangkul Indonesia untuk bekerjasama mengembangkan drone yang bisa digunakan untuk memantau wilayah maritim Indonesia.

Kesiapan Rusia untuk bekerjasama dengan Indonesia dalam mengembangkan drone disampaikan Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Mikhail Y Galuzin. Menurutnya, Rusia dan Indonesia sudah lama bekerjasama dalam bidang alutista. Siapa pun presiden Indonesia yang terpilih nanti, dia harapkan untuk melanjutkan kerjasama alutsista dengan Rusia.

“Jika kami (Rusia) mendapatkan proposal dari Indonesia untuk bekerjasama dalam hal pengembangan drone, tentu saja kami akan sangat senang untuk bekerjasama,” ucap Galuzin, saat ditemui Sindonews, Selasa (24/6/2014).

Galuzin mengakui Rusia memiliki beberapa drone.Tapi, menurut dia penggunaan drone sangat jarang dilakukan oleh Rusia. Dia menyatakan Rusia hanya menggunakan drone di saat-saat penting, yang memang mengharuskan pemerintah untuk menerjunkan pesawat tanpa awak itu.

Isu drone untuk memantau wilayah maritim mencuat, ketika kedua Capres Indonesia, yakni Prabowo Subianto dan Joko Widodo menyampaikan visi misi dan adu argumen tentang alutsista Indonesia. Joko Widodo memunculkan isu drone untuk memantau dan melindungi wilayah maritim Indonesia.

(SindoNews)

June 26, 2014

Nasabah Mengemis di Kantor OJK, Ini Tanggapan Bakrie Life

Zulfi Suhendra – detikfinance
Kamis, 26/06/2014 15:03 WIB
Halaman 1 dari 2
https://i1.wp.com/images.detik.com/content/2014/06/26/5/150651_bakrielife2dalam.jpg
Jakarta -Para nasabah PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) menuntut dana mereka dikembalikan. Mereka mengemis dan berdemo di kantor Otoritas Jasa Keuangan, siang ini. Ini tanggapan dari Bakrie Life.

Direktur Utama Bakrie Life Timoer Soetanto mengatakan, pihaknya masih memproses pembayaran utang ini. Diakuinya, proses ini masih akan selesai dalam beberapa hari ke depan.

“Kami masih proses, mudah-mudahan belum berubah, masih terbuka bulan Juni ini,” kata Timoer saat dihubungi detikfinance, Kamis (26/6/2014).

Timoer mengatakan, total utang yang harus dibayarkan oleh Bakrie Life adalah Rp 260 miliar. Untuk mebayar utang tersebut, Timoer mengaku menjual beberapa aset perusahaan.

“Ada beberapa tanah dan sebagainya. Atau mungkin tidak dijual, dipinjamkan (disewakan),” katanya.

Seperti diketahui Para nasabah Bakrie Life berdemo di depan kantor OJK. Mereka menuntut dana nasabah dikembalikan.

“Kita tidak ingin bertemu siapa-siapa, mau OJK atau orangnya Bakrie. Kita sengaja demo di sini mengemis supaya uang kita kembali,” kata salah satu nasabah Bakrie Life Wahjudi ketika dihubungi detikFinance

Menurutnya, demo tersebut melibatkan sekitar 50 nasabah produk Diamond Investa yang berasal dari Jakarta dan Surabaya. Demo digelar sejak pukul 10.00 WIB dan saat ini sudah selesai.

Meski tidak berniat melakukan mediasi dengan OJK atau pun perwakilan Bakrie Life, nasabah mengaku siap jika diundang dan berunding.

“Kalau mereka mengundang kami siap. Mereka selama ini sudah beri respons tapi duit tidak turun-turun,” ujarnya.

Menurut pria yang biasa disapa Wahyu ini, Bakrie Life sudah berjanji untuk melunasi utang Rp 260 miliar dari total utang senilai Rp 420 miliar itu bulan Juni ini.

“Katanya Bakrie Life mau dibeli investor baru, Juni ini (utang) mau dibayar. Kami sudah lima tahun dengar rencana itu tapi tidak ada realisasinya,” ujarnya.

June 26, 2014

Kpk bidik para Jendral yang bekingi Penambang

Mantab. Ini dia si sumber kebocoran dan penghancur lingkungan hidup. Jendral yg suka songong atau belagu soal nasionalisme untuk menutupi prilaku garong bumi nusantara

Rabu, 25 Juni 2014 | 0:33Abraham Samad. [google][MAKASSAR] Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membidik para jenderal yang membekingi usaha pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba), tindakan tegas akan dilakukan sesuai kesepakatan KPK dengan Panglima TNI. Kehadiran para jenderal dibisnis pertambangan ternyata sudah berlangsung lama, baik jenderal purnawirawan maupun yang masih aktif, ini merupakan salah satu kendala yang menyebabkan terjadinya pembangkangan dikalangan pengusaha pertambangan untuk membayar royalti dan pajak. “Hasil observasi KPK, rata-rata ada jenderal di belakang usaha pertambangan, saya sudah bicarakan dengan Panglima TNI saat berada di Ternate beberapa waktu lalu dan panglima sepakat jenderal-jenderal itu ‘disikat’ saja,” ujar Ketua KPK Abraham Samad pada acara dialog dan sosialisasi Delapan Agenda Antikorupsi bagi Presiden 2014-2019 di Hotel Clarion, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (24/6). Bayangkan, tambah Abraham, ada 50 persen perusahaan yang melakukan kegiatan usaha pertambangan mineral dan batubara tidak memiliki NPWP (nomor pokok wajib pajak), padahal, jangankan perusahaan, perorangan saja punya NPWP. Artinya, selama ini perusahaan tersebut tidak membayar pajak dan juga royalti kepada negara. Saya tanya salah satu pelaku usaha pertambangan yang tidak bayar royalti, kenapa Anda menghindar dari kewajiban tersebut, dengan enteng dia jawab, sebenarnya uang yang dia keluarkan sudah lebih besar dari kewajiban royalti dan uang itu diserahkan sebagai upeti kepada bupati, gubernur dan pejabat di kementerian. “Pantas saja ada bupati yang hidupnya kaya raya, memiliki sejumlah rumah dan mobil mewah, padahal kalau dihitung penghasilannya yang ril sangat bertolak belakang dengan keadaannya,” kata Abraham. Dalam kontrak dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 9 Tahun 2012 tentang jenis dan tarif atas jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berada di Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), pelaku usaha diwajibkan membayar penerimaan pajak dan bukan pajak (royalty dan iuran tetap) kepada pemerintah. Hasil temuan Tim Optimalisasi Penerimaan Negara (Tim OPN) menunjuk adanya kekurangan pembayaran PNBP oleh pelaku usaha dari tahun 2003 sampai 2011 sebesar Rp 6,7 triliun. Hasil perhitungan berdasarkan evaluasi laporan surveyor, diperkirakan selisih pembayaran royalti oleh pelaku usaha sebesar US $ 24,66 juta pada tahun 2011 untuk lima mineral utama dan sebesar US $ 1,22 miliar untuk batubara pada kurun waktu 2010 sampai 2012. Hasil rekonsiliasi Direktorat Jenderal (Ditjen) Minerba Kementerian ESDM dengan 8 pemerintah provinsi menunjukkan adanya royalti sebesar US$ 547,11 juta dan iuran tetap yang belum disetorkan ke kas negara sebesar Rp 331,2 miliar. Dalam kacamata KPK, hal seperti ini merupakan kebocoran kekayaan negara, kalau salah satu Calon Presiden (Capres) mengatakan kebocoran kekayaan negara mencapai sebesar Rp 7.200 triliun, perlu saya klarifikasi bahwa potensi penerimaan negara yang disebutnya bocor itu jumlahnya bisa mencapai Rp 10 ribu triliun per tahun, sedangkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak mencapai sebesar itu. Menurutnya, ini baru sektor minerba yang saya bahas, banyak lagi persoalan bangsa yang berkaitan dengan masalah korupsi sebagaimana yang tertuang dalam buku putih tentang Delapan Agenda Antikorupsi ini. Buku tersebut dibuat khusus untuk presiden yang terpilih 2014-2019, kedua calon presiden dan wakil presiden sudah diberikan saat deklarasi damai. Siapa saja yang terpilih nanti sudah memiliki agenda pencegahan dan pemberanatasan korupsi dalam menjalankan roda pemerintahan. Abraham hadir di Makassar bersama Wari Sadono, Deputy Penangkapan KPK dan sejumlah staf, agenda yang disebut “Buku Putih” dan disosialisasikan itu merupakan upaya KPK untuk melakukan pencegahan terjadinya tindak korupsi, berisi tentang Reformasi Birokrasi dan Agenda Kependudukan, Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Penerimaan Negara, Ketahanan dan Kedaulatan Pangan, Perbaikan Infrastruktur, Penguatan Aparat Penegak Hukum, Dukungan Pendidikan Nilai Intergritas dan Keteladanan, Perbaikan Kelembagaan Partai Politik, Peningkatan Kesejahteraan Sosial. [148/N-6]

June 24, 2014

Joint Production Propelan Dengan Prancis

Sabtu, Juni 21, 2014

1

image
BORDEAUX-(IDB) : PT Dahana menggandeng Indo Pacific Communication and Defence, anak perusahaan Artha Graha untuk membuat perusahaan patungan bagi industri propelan dengan dua perusahaan Prancis Roxel dan Eurinco. Perusahaan munisi yang akan dibangun di Subang itu akan menelan investasi US$ 1,8 miliar atau sekitar Rp 20 triliun.

Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin meminta agar pembangunan industri propelan di Subang bisa direalisasikan sebelum bulan Oktober 2014.

Saat mengunjungi Industri Propelan Roxel di Bordeaux, Prancis, Jumat (20/6/2014), Sjafrie mengatakan perjanjian kerja sama pertahanan antara Pemerintah Indonesia dan Prancis harus direalisasikan ke dalam kegiatan nyata. Ia mengapresiasi langkah yang ditempuh PT Dahana dan Roxel untuk membuat perusahaan patungan.
“Saya sangat mengharapkan rencana pendirian perusahaan patungan antara Dahana dan Roxel di Subang bisa segera berjalan. Saya akan membantu agar produk industri propelan nanti tidak hanya dipakai oleh TNI, tetapi juga oleh negara-negara ASEAN,” kata Sjafrie.
Presiden Direktur Roxel, Jacques Desclaux mengaku kaget atas semangat yang diperlihatkan Wamenhan. Ia akan berusaha dengan PT Dahana untuk bisa segera melaksanakan rencana pembangunan industri propelan di Subang.
Investasi Rp 20 Triliun

imageDirektur Utama PT Dahana F. Harry Sampurno melihat pembangunan industri propelan merupakan sesuatu yang harus dilakukan Indonesia. Masalahnya, sekarang ini hampir semua kebutuhan amunisi bagi TNI dipenuhi dari impor.

“Pengadaan amunisi melalui impor sangatlah riskan. Pertama, pasokan kebutuhannya tergantung kepada pasokan pihak produsen. Kedua, jumlah impor amunisi mudah diketahui negara lain dan itu berkaitan dengan kemampuan pertahanan negara kita,” kata Harry
Atas dasar itu PT Dahana mendukung langkah Kementerian Pertahanan untuk membangun industri propelan di dalam negeri. Kehadiran industri propelan akan memperkuat kemampuan pertahanan Indonesia.
Menurut Harry, PT Dahana sudah menyiapkan lahan bagi pembangunan industri propelan di Subang. Di sanalah diharapkan bisa dibangun industri propelan yang bukan hanya memasok kebutuhan TNI, tetapi juga untuk keperluan ekspor.
Harry merasa bersyukur bisa bekerja sama dengan Roxel dan juga Eurinco. Sebab, Roxel sudah mengembangkan munisi dan industri propelan sejak tahun 1660. Investasi yang diperlukan untuk membangun industri propelan, menurut Harry, diperkirakan mencapai US$ 1,8 miliar atau sekitar Rp 20 triliun. Indonesia akan memiliki 51 persen saham, sementara Roxel dan Eurinco sebanyak 49 persen.
Anggota Komite Kebijakan Industri Pertahanan Muhammad Said Didu mengatakan kerja sama yang dilakukan PT Dahana dan Roxel serta Eurinco sangat baik bagi Indonesia. Dengan model membentuk perusahaan patungan, maka Indonesia akan terlibat langsung dalam proses produksi, sehingga alih teknologi bisa terjadi.
“Pihak Roxel akan menyerahkan seluruh kepemilikan saham kepada Indonesia apabila putra-putra Indonesia bisa mengerjakannya sendiri. Divestasi itu diperkirakan akan terjadi setelah enam tahun perusahaan berjalan,” kata Said Didu.
Untuk memenuhi kebutuhan investasi, PT Dahana menggandeng anak perusahaan Kelompok Artha Graha untuk bergabung, Indo Pacific Communication and Defence. Apabila groundbreaking bisa dilaksanakan bulan Oktober, pembangunan industri propelan diharapkan bisa selesai dalam waktu 40 bulan.
Produk munisi yang dihasilkan akan mampu memenuhi kebutuhan peluru yang diperlukan TNI dan juga peluru kendali. Bahkan peluru kendali yang diproduksi bisa berbentuk peluru kendali dari darat ke darat, dari darat ke udara, dan dari udara ke udara.
Sumber : Detik