Disebut Sarang Mafia, ESDM: Silakan Buktikan


Disebut Sarang Mafia, ESDM: Silakan Buktikan  

Ketua Komisi VII DPR Sutan Bhatoegana (kanan) berbincang dengan Menteri ESDM Jero Wacik (tengah) dan Dirut PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan sebelum rapat kerja di Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu (12/6). ANTARA/Widodo S. Jusuf

TEMPO.CO, Jakarta – Kepala Pusat Komunikasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Saleh Abdurrahman mengatakan tudingan yang menyebut banyak mafia di kementeriannya masih sebatas dugaan. Pasalnya, ujar dia, para penuding tidak dapat memberikan bukti riil adanya praktek mafia yang dituduhkan.

“Jangan hanya menduga-dugalah. Silakan dibuktikan kalau memang punya datanya. Kita bongkar bareng-bareng,” tuturnya saat dihubungi Tempo, Rabu, 30 Juli 2014. (Baca: Jokowi Bilang Banyak Mafia di Kementerian ESDM)

Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo tampak enggan menanggapi tudingan tersebut. “Saya enggak tahu. Saya enggak mau komentar soal itu,” kata Susilo sembari menutup teleponnya.

Saleh mengaku bingung atas tudingan tersebut dan menegaskan bahwa tidak ada mafia di kementeriannya. Ia mengaku tidak mengetahui bagaimana indikator seorang mafia, terutama yang terdapat di Kementerian Energi. Namun, di sisi lain, ia mengakui bahwa kegiatan impor minyak berpotensi terjadinya permainan oknum tertentu.

“Tapi kan sekarang dari Pertamina sendiri sudah impor langsung dari perusahaannya, bukan dari trader. Transparansi juga sudah dilakukan. Nah, ini meminimalkan kecurangan,” ujarnya.

Saleh menjelaskan, dalam satu hari, Indonesia membutuhkan sekitar Rp 1 triliun untuk impor minyak. Karena itu, bagian ini dinilai rawan praktek mafia.

Menurut dia, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membuktikan adanya praktek mafia atau tidak. Salah satunya adalah mengecek proses pembelian minyak dan bahan bakar minyak yang dilakukan Pertamina, apakah harganya sesuai dengan standar internasional atau tidak. Selain itu, dalam proses pembelian tersebut, adakah pihak ketiga yang berperan sebagai pelaku atau distributor.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Energi Watch Mamit Setiawan, menuturkan Kementerian ESDM memang merupakan kementerian yang sangat strategis. Ibaratnya, kementerian ini merupakan salah satu tabungan para penguasa. “Uang banyak beredar di kementerian ini, sehingga tidak salah disebut kementerian yang banyak mafia,” kata Mamit.

Tudingan soal mafia di Kementerian ESDM juga sempat dilontarkan oleh presiden terpilih, Joko Widodo. Jokowi mengatakan perlu menteri dengan kepemimpinan yang kuat untuk mengatasi mafia di lembaga strategis itu.

DEWI SUCI RAHAYU

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: