Pembalap Max Verstappen mengendarai mobil Toro Rosso keluar dari garasi pada sesi pertama latihan Grand Prix Formula 1 Jepang di Sirkuit Suzuka, 3 Oktober 2014. © AP Photo/Shizuo Kambayashi Pembalap Max Verstappen mengendarai mobil Toro Rosso keluar dari garasi pada sesi pertama latihan Grand Prix Formula 1 Jepang di Sirkuit Suzuka, 3 Oktober 2014.

TRIBUNNEWS.COM – Balapan Formula 1 adalah salah satu ajang olahraga balap mobil paling bergengsi di dunia. Nama-nama besar, baik secara personal maupun konstruktor tim, ada di F1, seperti Ferrari, Mercedes, Renault, dan McLaren.

Ternyata, di balik ingar-bingar F1 terdapat satu sosok pemuda Indonesia. Stephanus Widjanarko merupakan anak bangsa yang mampu menjadi salah satu tim pengembangan dengan tugas mendesain mobil balap F1 bersama tim Scuderia Toro Rosso.

Stephanus merupakan lulusan Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2004. Tephie, demikian ia akrab disapa, menjadi bagian dalam tim desain Scuderia Toro Rosso dengan tugas mendesain computational fluid dynamics (CFD), aerodinamika di bagian eksternal aero development.

“Saya bertugas untuk merancang bagian depan berdasarkan sisi aerodinamisnya. Secara detail, ini ada pada bagian sayap depan, hidung, forward barge board, tata letak suspensi, dan pelindung ban,” ujar Stephanus, dilansir laman resmi ITB, Selasa (28/10/2014).

Tim Scuderia Toro Rosso bermarkas di Faenza, Italia, yang dipimpin direktur teknis James Key. Musim ini, Toro Rosso dibela dua pebalap, Jean-Éric Vergne asal Perancis dan pebalap asal Rusia, Daniil Kvyat. Kedua pebalap ini menggunakan mobil Toro Rosso STR9 bermesin Renault Energy F1-2014 1,6 liter, V6, plus turbo.

Sayangnya, Scuderia Toro Rosso tidak terlalu sukses pada F1 musim ini. Tim yang berada di bawah Renault tersebut berada di posisi ketujuh dalam klasemen konstruktor, dengan mengoleksi 29 poin saja.