Menteri Susi Bongkar Kelemahan Pengawasan Laut Indonesia


Dahsyat kesigapan ibu Susi, belum 1 minggu sudah ada aksi kongkrit.. Coba bandingkan dengan “pakar kelautan ” dari ITB.. hanya bisa OMDO (omong doang) dan NATO (No Action Talk Only), dan mencari proyek di kementrian hehe.. Nggak heran kabinet sekarang alumnus ITB dan IPB nya sangat sedikit.

Menurut pengusaha sukses seperti Susi P dan Chairul Tanjung , sangat pantas untuk duduk jadi menteri /pembantu presiden dibandingkan dengan akademisi apalagi politikus (tikus) parpol. Kalau pengusaha mereka biasa bekerja cepat, dan ingin ada progress  terukur setiap menit, jam, dan hari, bandingkan dengan politikus- akademikus. Politikus /akedemikus  mereka lebih suka berwacana  yang ujung ujungnya hanya OMDO/NATO dan mencari peluang berkolusi ria.

Wiji Nurhayat – detikfinance
Jumat, 31/10/2014 10:33 WIB
Jakarta -Dalam sebuah pertemuan dengan awak media dan beberapa pejabat eselon I Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pagi ini, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan pengawasan laut Indonesia minim.

Itu terlihat dari besarnya kerugian negara, dan masih banyaknya kegiatan penangkapan ikan secara ilegal.

“Sekarang ini pengawasan laut kita minim,” tegas Susi di Gedung Mina Bahari I, kantor pusat KKP, Jakarta, Jumat (1/11/2014).

Yang pertama, Susi menyoroti patroli kapal yang dilakukan KKP cukup sedikit. Menurut catatannya, waktu berlayar 27 kapal KKP yang ada saat ini hanya 60 hari dalam setahun. Itu artinya ada 305 hari yang tidak terjaga alias tidak dilakukan pengawasan.

Masalah kedua, adalah kelemahan alat kontrol kapal yang dimiliki Indonesia yang bernama Vessel Monitoring System (VMS). Meski alat ini dianggap canggih oleh beberapa pihak, bagi Susi alat ini masih memiliki banyak kelemahan seperti transmiter yang bisa dimatikan kapanpun oleh pengguna kapal.

“Sistem VMS ini banyak kelemahannya,” katanya.

Melihat hal ini, Susi ingin seluruh sektor perikanan dan kelautan segera dibenahi. Di sektor teknologi pengawasan ia menganjurkan agar teknologi VMS diganti dengan i-radium (teknologi berbasis pemancar satelit langsung). Kemudian dari sektor pengawasan laut, ia akan bekerja sama dengan TNI AL, TNI AD, dan Kepolisian.

“Kita mesti duduk sama-sama untuk penataan ini. Output ini harus seimbang. Lalu yang penting adalah cost recovery (bagi pengguna kapal penangkapan ikan) harus dihitung untuk mendapatkan license (izin tangkap),” jelasnya.

(wij/dnl)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: