Alasan Budi : Dapat Kredit Rp 57 M Saat Berusia 19 Tahun, Ini Lini Bisnis Anak Komjen Budi


Absurdo mundi.. Kalau anaknya si Budi Gunawan = Steve Jobs saya masih bisa terima bocah berusia 19 tahun mendapat kredit 57 M
Rabu, 14/01/2015 15:59 WIB

Erwin Dariyanto – detikNews

Halaman 1 dari 2
Komjen Budi Gunawan (Foto-detikcom)

Jakarta – Anak Komisaris Jenderal Budi Gunawan, Muhammad Herviano Widyatama, mendapatkan pinjaman uang sebesar USD 5.900.000 atau Rp 57 miliar saat usianya masih 19 tahun pada tahun 2005. Pemberi kredit adalah Pacific Blue International Limited (PBIL), sebuah perusahaan yang berbasis di New Zeland.

Seperti apa lini bisnis Herviano yang lahir di Jakarta, 30 Desember 1986 itu?

Surat Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri dengan nomor B/1538/VI/2010/ yang ditujukan kepada Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan mencatat sejumlah lini bisnis Herviano.

Herviano disebut menjalankan bisnis di bidang pertambangan timah dan perhotelan. Saat berusia 21 tahun, dia menjadi salah satu komisaris di dua perusahaan yakni PT Mitra Abadi Berkatindo dan PT Sumber Jaya Indah. Dua perusahaan itu juga yang dijadikan Herviano untuk menjalankan bisnis timah.

“Bahwa Muhammad Herviano Widyatama di dalam menjalankan bisnis smelter timah, bekerjasama dengan dua perusahaan yaitu PT Mitra Abadi Berkatindo dan PT Sumber Jaya Indah, yang berlokasi di daerah Pangkalpinag, Bangka Belitung,” bunyi surat Bareskrim Polri bernomor B/1538/VI/2010/ kepada PPATK yang dikutip detikcom, Rabu (14/1/2015).

Di bidang perhotelan, Herviano disebut menjadi pimpinan sekaligus penanggung jawab Hotel The Palais Dago, Bandung. Dalam menjalankan bisnis ini dia mendapatkan bantuan modal dari Sintawati yang juga tantenya.

Selain menjalankan bisnis pertambangan timah dan perhotelan Herviano juga menjalankan bisnis investasi surat berharga. Namun usaha ini tidak berlanjut karena dia justru menderita kerugian hingga Rp 2 miliar.

Lini bisnis Herviano lainnya adalah menjalankan bisnis penjualan barang-barang antik milik keluarga. Pada bulan Agustus 2006 dia pernah menjual barang antik berupa cincin seharga Rp 600 juta. Si pembeli melakukan pembayaran ke rekening BCA atas nama Budi Gunawan sebanyak dua termin, masing-masing Rp 300 juta.

Di hadapan Komisi III DPR RI, Komjen Budi Gunawan mengatakan bahwa semua transaksi keuangan di rekening pribadinya legal dan bisa dipertanggungjawabkan.

“Benar ada transaksi keuangan dalam rekening saya di mana transaksi itu terkait bisnis keluarga,” kata Komjen Budi saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan calon Kapolri di Komisi III DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (14/1/2015).

++++++++++++++++++++++

Pengusaha Timah Bangka Mengaku Setoran ke Komjen Budi Gunawan dan Anaknya

Kamis, 15 Januari 2015 22:29 WIB

Laporan Wartawan Bangka Pos, Teddy Malaka

TRIBUNNEWS.COM, BANGKA –– Sandy Pranata, pemilik PT Sumber Jaya Indah (SJI) mengaku pernah punya hubungan bisnis dengan anak calon Kapolri, Komjen Budi Gunawan, Muhammad Herviano.

Perusahaan miliknya ini ditenggarai terseret pada kasus yang membelit calon Kapolri Komjen Budi Gunawan saat ini di KPK.

Pengusaha timah asal Bangka yang dikenal dengan nama panggilan Ateng ini ketika dikonfirmasi melalui ponsel ke nomor pribadinya mengatakan dirinya tidak bisa menjelaskan via telepon.

“Saya sedang rapat, ini di Jakarta. Satu dua hari lagi saya pulang keBangka, saya akan jelaskan,” kata Sendy, Kamis (15/1/2015) malam Pukul 20.16 Wib.

Beberapa saat dihubungi, Sendy kemudian mengirimkan short message service (SMS), membenarkan telah menyetorkan sejumlah dana kepada anak Komjen Budi Gunawan, Herviano.

“Benar pak, ke Muhammad Herviano anaknya pak Budi Gunawan dan ke pak Budi Gunawan juga pak,” jawab Sendy Pranata.

Sendy mengungkapkan, setoran dana itu kaitannya dengan bisnsi tambang timah di Bangka Belitung. “Dalam kaitan bisnis tambang timah di PT Sumber Jaya Indah (SJI) dan PT Sentra Tin Indo (STI),” kata Sendy.

Anak Komjen Budi Gunawan, Herviano dalam surat Kabareskrim Polri nomor B/1538/VI/2010 tertanggal 18 Juni 2010 terkait hasil penyelidikan rekening gendut Komjen Budi Gunawan menanamkan investasi di dua perusahaan yakni PT Mitra Abadi Berkantindo dan PT Sumber Jaya Indah.

Herviano menjadi pemegang saham 20 persen bersama tiga orang lainnya.

Dari bisnis timah, Herviano pernah mendapat beberapa kali pembagian dana bagi hasil.

Dalam pemeriksaan terhadap Yuliana, akunting PT Sumber Jaya Indah, diketahui pernah ada pengiriman dana pengembalian modal dan pembagian hasil keuntungan. Jumlahnya Rp 10.049.500.000.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: