Archive for February, 2015

February 25, 2015

Tawarkan Investasi Bodong, Itu Koperasi Abal-Abal

Negeri para “monkey business” .. kalau tidak ditertibakan negeri ini bakal mirip Nigeria dan India..

Oleh : Wiyanto | Rabu, 25 Februari 2015 | 18:16 WIB
Tawarkan Investasi Bodong, Itu Koperasi Abal-Abal

Deputi Bidang Pembiayaan, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Choirul Djamhari – (Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta – Kementerian Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah menyatakan penawaran investasi bodong lewat koperasi, bisa disebut abal-abal. Deputi Bidang Pembiayaan, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Choirul Djamhari menuturkan koperasi yang menawarkan investasi harus ada tanda bukti kepengurusan.

“Yang nawarkan investasi mengaku punya koperasi, kami tanya mengenai rapat tahunan anggota terakhir. Bila jawabannya lupa dipertanyakan,” ujar Choirul di Jakarta, Rabu (25/02/2015).

Ia menjelaskan dengan adanya rapat tahunan anggota menunjukan koperasi memiliki badan hukum. Dengan status tersebut, papar dia, koperasi yang legal berhak menawarkan investasi.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya mengandalkan Peraturan Pemerintah (PP) no 9 1995 yang intinya adalah pengawasan dan pengendalian segera disempurnakan agar koperasi jasa keuangan dapat memiliki roadmap (peta jalan) yang jelas dalam pengembangannya.

“Untuk penyempurnaan PP 9 tersebut, untuk mensuvervisi dan membina koperasi. Jumlah Koperasi terdapat 206 ribu unit, tapi 104 ribu yang simpan-pinjam. Dana ke koperasi dan BMT, yang namanya koperasi simpan pinjam banyak kekeringan likuiditas.soal loan to deposit ratio sama dengan bank. Pembiayaan diberikan sesuai dengan tujuaa koperasi mensejahterakan anggota bersama,” kata dia. [aji]

– See more at: http://ekonomi.inilah.com/read/detail/2181962/tawarkan-investasi-bodong-itu-koperasi-abal-abal#sthash.lkEvJGeL.dpuf

Advertisements
February 25, 2015

Menteri Susi Ungkap Pabrik Ikan Abal-abal di Bitung

jika menteri kabinet separuhnya seperti Bu Susi.. mungkin Presiden Jokowi dapat bertahan dan terpilih kembali di 2019.. Sayang disayang sedikit yang prestasinya jelas dan terukur..sisanya adalah   “tejo” (nggak jelas)

Tempo.co
Tempo.co 4 jam yang lalu
foto © Copyright (c) 2012 TEMPO.CO foto TEMPO.CO , Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menemukan sejumlah unit pengolahan (UP) ikan abal-abal di Bitung, Sulawesi Utara. Hal ini terungkap setelah pabrik-pabrik tersebut mengeluh kekurangan pasokan ikan setelah Susi memberlakukan larangan transhipment alias pemindahan muatan di tengah laut. “Karena larangan transhipment, kapal mereka tidak bisa lagi membawa ikan langsung dari Sulawesi ke General Santos, Filipina,” kata Susi di kantornya, Selasa, 24 Februari 2015.

General Santos adalah nama kota di Filipina yang terkenal akan produksi ikan tuna. Namun, kata Susi, bahan baku tuna di wilayah itu berasal dari perairan Bitung. Akibatnya, Indonesia rugi karena ikan dari wilayahnya malah membuat nama General Santos melambung di kancah internasional sebagai produsen tuna yang cukup besar.

Setelah Susi memberlakukan moratorium dan larangan transhipment, pasokan tuna mulai berkurang. Dari tujuh pabrik ikan di Bitung, tiga di antaranya milik orang asing. Ketiganya mengeluh karena tidak memiliki bahan baku sehingga pabrik harus tutup.

Menurut Susi, sejak awal pabrik ini memang sudah rendah produktivitasnya. “Pabriknya cuma kedok supaya kapal tangkap dari General Santos bisa beroperasi di Sulawesi,” kata Susi. Selain menemukan pabrik abal-abal, Susi mengatakan larangan transhipment berhasil menggenjot ekspor tuna Indonesia. Susi menargetkan Bitung tidak hanya mampu memasok ikan tuna kalengan, melainkan menjadi eksportir untuk daging ikan segar. URSULA FLORENE SONIA

February 25, 2015

Spanyol Bekuk 4 Perekrut Militan untuk ISIS

Di Indonesia para perekrut masih berkeliaran bebas.. Medianya juga sami mawon..
Rabu, 25/02/2015 14:58 WIB

Novi Christiastuti Adiputri – detikNews

Spanyol Bekuk 4 Perekrut Militan untuk ISISIlustrasi (AFP/Getty Images)

Madrid – Otoritas Spanyol menangkap empat orang perekrut militan untuk Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Mereka memanfaatkan internet dan media sosial untuk merekrut dan mempengaruhi anak muda agar bergabung dengan ISIS.

Seperti dilansir CNN, Rabu (25/2/2015), para perekrut ini bahkan bisa menarik perhatian pengguna Facebook dari wilayah seperti Amerika Latin, Amerika Serikat, Belgia dan juga Prancis.

Empat orang ini ditangkap di lokasi berbeda oleh Garda Sipil Spanyol pada Selasa (24/2). Kementerian Dalam Negeri Spanyol, dalam pernyataannya, menyebut empat orang ini ditangkap atas kecurigaan merekrut militan untuk ISIS.

Dua orang ditangkap di wilayah Melilla, dekat pantai utara Morocco, yang sebelumnya juga menjadi lokasi penangkapan tersangka militan lainnya.

Dua orang yang ditangkap ini tidak disebut lebih lanjut identitasnya. Hanya disebut keduanya menerjemahkan material ISIS ke bahasa Spanyol dan target perekrutan mereka termasuk wanita.

Selain memanfaatkan internet untuk merekrut militan baru, kedua orang ini juga menggelar pertemuan rahasia di beberapa lokasi di Spanyol untuk menunjukkan video-video terbaru ISIS kepada target-target yang hendak direkrut.

Kementerian Dalam Negeri Spanyol juga menyebut, beberapa calon militan yang direkrut dipersiapkan untuk pergi ke wilayah konflik.

Dua orang lainnya ditangkap di dekat Barcelona dan di wilayah Girona. Menurut Kementerian Dalam Negeri Spanyol, salah satu dari mereka bertugas mengedit dan menyebarluaskan video rekrutmen ISIS.

Sedangkan yang satu lagi disebut sebagai ‘lone wolf‘ yang telah banyak mempelajari materi doktrin ISIS dan mulai menghasut orang lain untuk bergabung dengan ISIS.

++++++++++++

Ini Alasan MUI tak Fatwakan Haram ISIS

Reuters
Pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi
Pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA — Paham yang dibawa Organisasi Islamic State of Irak and Syiria (ISIS) jelas kesesatannya. Sebab dalam menyebarkan ajarannya, ISIS menghalalkan kekerasan tak berkeadilan seperti praktik bom bunuh diri, menjarah bank, melakukan pembunuhan massal serta merusak tempat-tempat suci.

Gerakan ini bercita-cita mendirikan negara Islam yang disebut khilafah di kawasan Timur Tengah. Maka dari itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) beserta perwakilan 38 Ormas Islam melarang gerakan ISIS dalam bentuk apapun di Indonesia namun tidak perlu mengeluarlan fatwa haram terhadap ISIS.

“Karena sudah jelas kesesatannya, salah ajarannya, MUI Pusat tidak perlu mengeluarkan fatwa haram,” kata Ketua MUI Din Syamsudin dalam acara konferensi pers bersama Forum Ukhuwah Islamiyah MUI pada Kamis (7/8).

Dikatakan Din, ajaran ISIS bertentangan dengan nilai-nilai Islam yangrahmatan lil alamin. Kekerasan, lanjut dia, tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah Saw. Oleh karenanya, seluruh umat Islam di dunia harus melakukan penolakan dan penyadaran massal agar tidak ada lagi kelompok yang menyalahi prinsip ajaran damai dalam Islam. Caranya, dengan mewaspadai dan tidak terpengaruh dengan agitasi-agitasi ISIS yang dalam bentuk ajakan dan rangkaian kajian.

February 25, 2015

Porsi Produk Lokal agar Dinaikkan

RABU, 25 FEBRUARI 2015

PENCAIRAN APBN

JAKARTA, KOMPAS — Semua pihak berharap agar pemerintah berpihak kepada pelaku di dalam negeri dalam pengadaan barang dan pengerjaan proyek-proyek pemerintah. Salah satunya, peningkatan porsi penggunaan produk lokal.Ketua Dewan Pertimbangan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi di Jakarta, Selasa (24/2), mengungkapkan, pelaku usaha harus menyiapkan diri memanfaatkan berbagai proyek. Ia mencontohkan rencana pembangunan infrastruktur listrik 35.000 megawatt. Proyek itu dapat dimanfaatkan industri pendukung dari pelaku usaha kecil dan menengah.

”Subkontraktor kelistrikan itu, kan, banyak. Itu bisa meningkatkan kapasitas usaha kecil dan menengah,” kata Sofjan.

Kemudian, rencana pembangunan 1 juta rumah. Hal itu dapat memberdayakan pelaku usaha kecil dan menengah dalam pembuatan kusen atau jendela rumah.

Direktur Perencanaan dan Pembinaan Afiliasi PT PLN Murtaqi Syamsuddin mengatakan, peningkatan penggunaan komponen lokal akan menjadi salah satu syarat yang harus dipenuhi kontraktor swasta untuk bisa berperan dalam proyek 35.000 MW. Pihak swasta yang terlibat diwajibkan membeli komponen yang tersedia di dalam negeri.

”Semua komponen yang bisa diproduksi di dalam negeri harus dibeli, tidak boleh impor. Namun, agar itu semua bisa terwujud, perlu dukungan penuh pemerintah agar industri komponen dalam negeri tumbuh,” kata Murtaqi.

Direktur Eksekutif Institute for Essential Service Reform Fabby Tumiwa mengatakan, upaya pemanfaatan konten lokal dalam proyek listrik 35.000 MW dinilai sangat bagus.

”Hanya saja, perlu kehati-hatian dalam penerapan standar pemakaian teknologinya. Belajar dari proyek sebelumnya, banyak dipakainya teknologi dari Tiongkok justru membuat proyek itu menjadi terhambat lantaran kualitas yang buruk,” ujarnya.

Direktur Utama PT Pembangunan Perumahan Bambang Triwibowo mengatakan, sejauh ini pihaknya belum mendapatkan kesulitan dalam memperoleh bahan baku untuk perusahaan.

”Selama ini, kebutuhan bahan baku untuk proyek-proyek kami dipenuhi dari dalam negeri. Kami tidak kesulitan mendapatkannya. Yang kami impor hanya turbin,” ujar Bambang.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Hediyanto Husaini mengatakan, kalau pemerintah ingin produksi nasional bisa maksimal memanfaatkan berbagai proyek pembangunan, harus ada keberpihakan dalam proses tender.

Hediyanto mencontohkan produk kerangka baja untuk jembatan. Industri nasional sudah dapat memproduksi kerangka baja untuk jembatan. Oleh karena itu, dalam proses tender, kementerian terkait sebaiknya memprioritaskan industri dalam negeri. ”Kalau tender secara bebas, pelaku usaha dari luar atau produk dari luar negeri yang memanfaatkan,” lanjutnya.

Secara terpisah, Direktur Jenderal Basis Industri Manufaktur Kementerian Perindustrian Harjanto mengatakan, saat ini industri baja dalam negeri menanti berapa kepastian kebutuhan baja.

Sementara itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas Andrinof Chaniago mengatakan, daya serap anggaran memang sering kali belum maksimal karena beberapa kendala. Misalnya, proses pembebasan lahan serta adanya keengganan kalangan birokrasi, pemerintah, baik di pusat maupun di daerah, seperti pemegang kuasa anggaran atau pimpinan proyek, yang tidak mau melakukan pekerjaan karena khawatir dikriminalisasi.

Sebagai contoh, dalam suatu pertemuan pejabat pemerintah daerah, seorang pejabat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah mengatakan, pejabat pemda sulit mengeksekusi pembebasan lahan karena khawatir dinilai melakukan praktik korupsi dan diproses hukum.

Misalnya, dalam negosiasi pembebasan lahan, warga meminta harga pembebasan lahan yang cukup tinggi. Pemda ingin pembebasan lahan dengan harga yang rendah karena keterbatasan anggaran. Setelah proses negosiasi yang panjang, disepakati suatu harga tertentu dalam pembebasan lahan. Namun, pejabat pemda enggan mengeksekusi karena khawatir dituduh melakukan praktik korupsi.

Oleh karena itu, menurut Andrinof, Presiden Joko Widodo sudah memberikan pengarahan kepada para kepala kejaksaan tinggi, Jaksa Agung, dan Kepala Polri. Melalui pengarahan itu, Presiden meminta aparat penegak hukum tidak melakukan kegiatan atas nama penegakan hukum yang dapat menghambat proyek pembangunan.

”Diharapkan tidak ada lagi kegiatan yang mengatasnamakan penegakan hukum yang dapat membuat inisiatif para pejabat di daerah dan pelaksanaan proyek menjadi terhambat,” katanya. (ARN/APO/CAS/HEN/FER)

KOMENTAR
February 24, 2015

Potensi Rumput Laut RI Bisa Sampai Rp 281 Triliun

Senin, 23/02/2015 16:24 WIB

Dana Aditiasari – detikFinanceJakarta – Indroyono Soesilo, Menteri Koordinator Kemaritiman, menilai rumput laut sangat berpotensi menjadi komoditas andalan Indonesia. Bila diolah dengan benar, potensi rumput laut bisa mencapai ratusan triliun rupiah.”Rumput laut itu termasuk‎ produk high class yang konsumennya dari seluruh dunia. Kita bicara sederhana saja, untuk yang raw (mentah) harganya sudah US$ 1/kg,” sebut dia di kantor pusat Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Jakarta, Senin (23/2/2015).Indroyono menyebut, tahun ini pemerintah menargetkan produksi perikanan budidaya sebesar 31 juta ton. Dari jumlah tersebut, 22 juta ton merupakan rumput laut budidaya. Menurut Indroyono, budidaya rumput laut dengan produksi 22 juta ton bisa menghasilkan sedikitnya Rp 281,6 triliun.Potensi tersebut, lanjut Indroyono, masih bisa meningkat bila rumput laut dapat diolah menjadi produk yang lebih memiliki nilai ekonomi. Bahkan kenaikannya bisa berkali-kali lipat.”Kalau sudah diolah menjadi karagenan, itu produk olahan rumah tangga dari rumput laut, harganya bisa US$ 7/kg. Kalau lebih tinggi lagi kualitasnya bisa US$ 14/kg. Kalau sudah high grade (kualitas tinggi) dalam bentuk powder(bubuk), itu bisa Rp 8 juta/kg. Tinggi sekali kan nilainya?” paparnya.Saat ini, produk rumput laut bubuk banyak dimanfaatkan industri farmasi di seluruh dunia. Tiongkok adalah negara terbesar penghasil bubuk rumput laut, tetapi bahan baku rumput lautnya didatangkan dari Indonesia.Tantangan terbesar Indonesia, tambah Indroyono, adalah menarik minat investor agar bersedia menanamkan modal di industri bubuk rumput laut ini. “Kalau farmasi itu kan ada standar-standar yang harus dipenuhi. Jadi perusahaan farmasi hanya mencari dari principal-nya. Nah, ini yang sedang kita cari cara bagaimana si principal itu mau membangun di Indonesia. Itu tantangan saya bersama BKPM,” jelasnya.Sembari menunggu BKPM bekerja menggaet para investor, Indroyono akan melakukan pendekatan kepada sejumlah pihak agar produk olahan rumput laut yang sudah ada bisa lebih banyak diserap di dalam negeri. Hal ini bisa merangsang pertumbuhan industri baru yang khusus mengolah produk-produk berbahan dasar rumput laut di dalam negeri.

February 24, 2015

Menteri Susi: 99% Kapal Eks Asing Mencuri Ikan

Selasa, 24/02/2015 19:37 WIB

Wiji Nurhayat – detikFinanceJakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memastikan hampir seluruh kapal-kapal eks asing yang beroperasi di Indonesia melakukan praktik illegal fishing atau pencurian ikan. Tercatat, dari seluruh kapal eks asing yang berjumlah 1.300 unit, mayoritas tidak beroperasi karena terkena aturan moratorium atau penghentian izn sementara penangkapan ikan.”99% dari 1.300 kapal atau 1.050 kapal semua melakukan IUU fishing (Illegal, unreported and unregulated fishing). Mereka tahu itu dan mereka semua tiarap dan diam,” tegas Susi saat ditemui di Gedung Mina Bahari I, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Selasa (24/02/2015). Dari temuan yang didapat Susi, banyak kapal eks asing yang ternyata tidak memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Sementara itu banyak juga perusahaan pemilik kapal bodong atau tidak tercatat di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.”70% sudah clear NPWP-nya palsu dan sudah pasti tidak bisa jalan itu berarti 70% pelaku illegal fishing. Lalu 40% perusahaan tidak terdaftar di Kemenhukham juga pelaku illegal fishing,” paparnya.Susi juga sedang memikirkan untuk memberikan hukuman berat bagi para pelaku illegal fishing. Aturan ini nantinya diterbitkan dalam bentuk Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP).Untuk sementara, verifikasi kapal eks asing yang melibatkan satgas anti illegal fishing masih terus dilakukan. Susi mengungkapkan kemungkinan besar aturan moratorium bakal diperpanjang antara 2-10 tahun ke depan.”Kita punya kewajiban menghukum pelaku illegal fishing inilah kedaulatan negara. Jadi untuk saya moratorium dilanjutkan 2 sampai 10 tahun ke depan tidak masalah karena tidak semua dampak aturan ini membabi-buta pelaku. Moratorium dibuat untuk memberantas praktik illegal fishing,” katanya. (wij/hen)

February 24, 2015

Menhan: Jika Perang, Indonesia Cuma Bisa Bertahan 3 Hari

Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu.Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu.Foto: Sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu pesimis Indonesia bisa bertahan jika suatu saat terjadi perang. Pasalnya, Indonesia tidak mempunyai ketahanan energi yang cukup baik.

Di akun Ryamizard Ryacudu @Ryamizard_R, Menhan menyiratkan keprihatinannya terhadap dunia ketahanan energi nasional. Dikatakannya, jika Indonesia berperang, paling hanya mampu bertahan dalam beberapa hari.

“Info Militer Dunia menulis: Jika Indonesia Perang, Paling Hanya Bertahan 3 Hari, mengapa? Lantaran Indonesia tidak memiliki ketahanan energi yang cukup baik,” tulisnya.

Ryamizard menjelaskan, hal ini berbeda dibanding dengan negara lain yang memiliki ketahanan energi yang baik.

“Zero strategic kita. Kita nggak punya ketahanan energi, kalau Indonesia ini diblokir sana sini, kapal perang kita punya. Pesawat tempur kita punya tapi mau diisi bahan bakarnya pakai apa? Pakai air?” tulis Ryamizard.

Ia juga mengungkapkan keprihatinannya karena ada fakta yang mengungkap Indonesia tidak punya cadangan BBM.

“Cadangan BBM kita jauh dibawah Neg2 tetangga! Bandingkan dengan Malaysia yang punya 30 hari, Jepang dan Korea 50 hari, Singapura 50 hari” dengan negara lain yang memiliki ketahan energi yang baik,” tulisnya lagi.

Bagaimana dengan Indonesia? “Yang dimiliki Indonesia saat ini adalah cadangan operasional yang digunakan setiap hari, yang disediakan badan usaha yang menyalurkan BBM subsidi, tersebar di SPBU-SPBU dan Depo BMM. Cadangan operasional itu pun hanya 17 hari, bandingkan dengan Malaysia yang punya 30 hari, Singapura 50 hari, Korea 30 hari,” ungkapnya.

February 24, 2015

Aksi Susi Bikin 9 Kapal Tomy Winata Jadi Besi Tua

Menteri yang memenuhi ekspektasi publik

EKSKLUSIF: Aksi Susi Bikin 9 Kapal Tomy Winata Jadi Besi Tua

Menteri Susi Pudjiastuti memotret dengan kamera kesayangan miliknya di Kediamannya, Komplek Menteri Widya Chandra V No.26, Jakarta, 14 Februari 2015. Kegemaran memotret ditularkan oleh Ayahnya yang merupakan juru foto sewaktu muda. TEMPO/Dhemas Reviyanto

TEMPO.CO, Jakarta -Kapal ikan milik Tomy Winata di Tual, Maluku Tenggara kini tak beroperasi lagi karena moratorium Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Sebagian dari kapal – kapal itu, bahkan kini sudah dipotong – potong menjadi besi tua.

“Ada sembilan kapal yang di-scrap,” Kata Tomy saat ditemui Tempo Ahad pekan lalu di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Setelah dipotong – potong, kapal itu akan ditimbang lalu dijual ke pengolahan besi di pelabuhan sekitar Pulau Jawa. Sementara mesin – mesinnya akan dijual ke nelayan – nelayan di Afrika.

Tomy, 56 tahun, pernah memiliki armada kapal penangkap ikan terbanyak di Tual, Maluku Tenggara, lewat PT Maritim Timur Jaya (MTJ) dan PT Binar Surya Buana (Binar). Ia memperoleh kapal – kapal itu setelah bekerjasama dengan nelayan Cina. Ia bahkan memiliki tempat pengolahan ikan terbesar di Tual.

Setelah Susi mengeluarkan Peraturan Menteri Nomor 56/2014, Susi memoratorium izin kapal – kapal eks asing yang selama ini mencari ikan di Indonesia. Khususnya kapal asal Thailand dan Cina. Tomy kemudian tiarap dan memerintahkan semua kapal berlabuh. “Saya ingin membantu pemerintah,” kata Tomy.

Bukan hanya Tomy, para pengusaha ikan lainnya ikut tiarap gara – gara Menteri Susi. Layar Vessel Monitoring System (VMS) di Kementerian Kelautan dan Perikanan menunjukkan kini laut Indonesia kosong. Hanya beberapa kapal yang berani melaut karena punya surat – surat yang lengkap. “Tidak boleh lagi ada kapal eks asing yang mencari ikan di Indonesia,” kata Susi.

Selama masa moratorium itu, ada sembilan kapal milik Tomy dengan nama lambung MTJ dan Binar yang tidak diketahui keberadaannya. Stasiun Pengawasan Tual tidak pernah lagi menemukan sinyal GPS kapal – kapal itu. Tempo mencari kapal -kapal itu ke Fuzhou, Cina, namun nihil. “Kami punya laporan dan pemberitahuan kapal – kapal itu akan dibesituakan,” kata Tomy.

Tim Investigasi Tempo

Komentar (0)

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan

Foto Terbaru

Kemeriahan Olahraga Sepeda Motor di Festival Winter VirageKemeriahan Olahraga Sepeda Motor di Festival Winter Virage

Mengenal Sosok Cantik Putri Indonesia 2015, Anindya Kusuma PutriMengenal Sosok Cantik Putri Indonesia 2015, Anindya Kusuma Putri

Museum Prasasti Batutulis Sepi PengunjungMuseum Prasasti Batutulis Sepi Pengunjung

Bambang Widjojanto Akan Jalani Pemeriksaan di Mabes PolriBambang Widjojanto Akan Jalani Pemeriksaan di Mabes Polri

Ahok Resmikan Rusun TamboraAhok Resmikan Rusun Tambora

Melihat Canggihnya Laboratorium Batu Akik di SurabayaMelihat Canggihnya Laboratorium Batu Akik di Surabaya

Top Stories

  • Kakak: Kalau Abraham Samad Harus Ditahan...Kakak: Kalau Abraham Samad Harus Ditahan…

  • Komisi Yudisial: Hakim Sarpin Bisa DipecatKomisi Yudisial: Hakim Sarpin Bisa Dipecat

  • Yunus Husein Terancam Jadi Tersangka, Apa Sebabnya?Yunus Husein Terancam Jadi Tersangka, Apa Sebabnya?

  • Sanksi Lion Dianggap Ringan, Ini Alasan Kementerian JonanSanksi Lion Dianggap Ringan, Ini Alasan Kementerian Jonan

  • Dipicu Bali Nine, 7 Menteri Rancang Penggulingan Tony AbbottDipicu Bali Nine, 7 Menteri Rancang Penggulingan Tony Abbott

  • #KoinAustralia: Perdana Menteri Kami Memang Payah, Tapi...#KoinAustralia: Perdana Menteri Kami Memang Payah, Tapi…

  • EKSKLUSIF: Aksi Susi Bikin 9 Kapal Tomy Winata Jadi Besi TuaEKSKLUSIF: Aksi Susi Bikin 9 Kapal Tomy Winata Jadi Besi Tua

  • Tiga Fakta  Ledakan Bom di ITC DepokTiga Fakta Ledakan Bom di ITC Depok

  • EKSKLUSIF: Bisnis Ikan di Thailand Seret Karena Menteri SusiEKSKLUSIF: Bisnis Ikan di Thailand Seret Karena Menteri Susi

  • Samad Bakal Telat Diperiksa Polisi Hari IniSamad Bakal Telat Diperiksa Polisi Hari Ini

  • Warga Dubai Dikejutkan oleh Hujan UangWarga Dubai Dikejutkan oleh Hujan Uang

tempodotco

Pembeli Berkurang, Penjual Gas Elpiji 12 kg Batasi Pengisian
Financeroll Indonesia

USDJPY Merana
Financeroll – Berdasarkan grafik 30 menit untuk USDJPY mengindikasikan bahwa tekanan beli masih dominan menuju target terdekat di 119….

reksadana
reksadana
Mandiri Gandeng Pegadaian untuk Tangani Devisa TKI bit.ly/1aaEGkT
Warga Harapkan Cepat Atasi Banjir Bandung Selatan
Financeroll Indonesia

Emas Membidik Resisten Channel
  Financeroll-Channel menurun pada grafik H1, terdeteksi masih membingkai jejak Emas , meski candle saat ini menunjukkan Emas sedang me…

Tempo News Room
temponewsroom
Malam Hari Timor Leste Terang, Wilayah Indonesia Gelap bit.ly/1JG5kSw pic.twitter.com/nzS44bMw4p
Cahaya Dari Timur Dibuat Dari Hasil Patungan
Financeroll Indonesia

EURUSD rentan terkoreksi kembali
  Financeroll-EURUSD masih terperangkap dalam range yang terbatas, para pelaku pasar masih menunggu testimony dari Janet Yellen terkait…

TEMPO.CO
tempodotco
Malam Hari Timor Leste Terang, Wilayah Indonesia Gelap bit.ly/1JG5kSw pic.twitter.com/StbQducXPv
Financeroll Indonesia

Selasa Siang, Rupiah Menguat ke Posisi Rp 12.849 / USD
Laju nilai tukar Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Selasa (24/2) pagi hingga siang bergerak menguat sebesar 17 poin menjadi R…

TEMPO.CO
tempodotco
Ganda Campuran Incar Final Jerman Terbuka: Para atlet bulutangkis ingin menimba pengalaman dari pemain unggulan. bit.ly/1w5WUIK
Suciwati Munir Bantah Suaminya Punya Dokumen Rahasia
Financeroll Indonesia

BTN Turunkan Uang Muka Kredit FLPP PNS Hanya 1%
Financeroll – Bank Tabungan Negara akan menurunkan uang muka kredit rumah berbasis Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) ya…

BuatWEB PIN 519E6D71
kelasmarketing
February 24, 2015

Tejo : Indonesia belum Tentu Batalkan Alutsista Brasil

Jelas nggak ??

Oleh : Fadhly Zikry | Selasa, 24 Februari 2015 | 14:55 WIB

Indonesia belum Tentu Batalkan Alutsista Brasil

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Tedjo Edhy – (Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta – Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Tedjo Edhy mengungkapkan, pemerintah tidak begitu saja membatalkan pembelian alat utama sistem persenjataan (alutsista) dari Brasil pasca penolakan Duta Besar Indonesia Toto Riyanto oleh pemerintah negeri Samba itu.

“Sampai saat ini belum, tapi kita harus bersikap negarawan,” kata Tedjo di Istana Negara, Selasa (24/2/2015).

Menurut Tedjo, kelanjutan rencana pembelian alutsista dari Brasil akan dibahas bersama Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dan Menteri Luar Negeri Retno L.P Marsudi. “Nanti akan dibicarakan dengan Menlu maupun Menhan nantinya,” ujarnya.

Untuk diketahui, salah satu alutsista yang dibeli pemerintah Indonesia dari Brasil yaitu, pesawat Super Tucano versi EMB-314/A-29B, yang rencananya 16 unit untuk TNI AU. Sejak 2012 hingga kini, baru delapan unit yang tiba di Indonesia.[yha]

– See more at: http://nasional.inilah.com/read/detail/2181551/indonesia-belum-tentu-batalkan-alutsista-brasil#sthash.viJ3SqH2.dpuf

February 24, 2015

Kisah Brigjen Widagdo & TNI bangun kincir untuk warga tanpa listrik

Contoh Jendral yang berkarya.. dan bukan empunya “rekening gendut”
Reporter : Ramadhian Fadillah | Kamis, 5 Februari 2015 10:03


Kisah Brigjen Widagdo & TNI bangun kincir untuk warga tanpa listrik

TNI bantu warga buatkan pembangkit listrik dari kincir air. ©handout/puspen tni


Merdeka.com – Banyak kisah menarik tentang manunggal TNI dan rakyat. Di masa negara damai, tentara dan rakyat sama-sama bergotong royong untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pembangunan Kota Padang sebagai Ibukota Provinsi Sumatera Barat, saat ini sudah cukup maju dan pesat di berbagai sektor. Namun ternyata masih terdapat Kampung dan Dusun terisolir seperti di Kampung Kalampaian Bungus Timur Kecamatan Bungus Teluk Kabung. Setiap malamnya kampung ini hanya diterangi oleh lampu togok minyak tanah.

Beranjak dari situasi dan kondisi masyarakat yang cukup memprihatinkan tersebut, Danrem 032/Wirabraja Padang Brigjen TNI Widagdo H Sukoco terpanggil ikut berpartisipasi aktif membuat pembangkit listrik dengan menggunakan tenaga kincir air.

Untuk mewujudkan ide tersebut, Danrem 032/Wirabraja langsung membentuk tim dan menunjuk Mayor Czi Karter selaku Ketua Tim Teknisi Pembuatan Kincir Air yang memiliki kekuatan 10 PK.

Dengan semangat yang tinggi, tim teknisi bekerja ekstra siang dan malam membuat kincir air sehingga dalam tempo kurang dari satu bulan pembuatan pembangkit listrik tersebut sudah dapat dinikmati oleh 35 kepala keluarga yang tinggal di Kampung Kalampaian Kelurahan Bungus Timur Kecamatan Bungus Teluk Kabung. Menurut rencana, pembuatan kincir air juga dimanfaatkan untuk mengaliri area persawahan dan akan selesai pada Februari 2015.

Selain pembangkit listrik, Brigjen TNI Widagdo H Sukoco juga memiliki inovasi dan terobosan untuk membantu Pemerintah dalam bidang swasembada pangan. Dia melaksanakan pelatihan pembuatan pupuk organik yang diperuntukkan bagi para Babinsa Kodim 0312/Padang dan anggota Satuan Dinas Jawatan wilayah Korem 032/Wirabraja.

“Kegiatan pelatihan bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada seluruh Babinsa tentang bagaimana cara membuat Ramuan Organik Tanaman (Rotan), Ramuan Organik Ternak (Roter), Ramuan Organik Hama (Roma) dan Pupuk Organik lainnya,” ujar Brigjen Widagdo, Rabu (4/2).

Dengan adanya pelatihan ini diharapkan agar para Babinsa dapat menularkan pengetahuan yang diperoleh kepada masyarakat/kelompok tani di wilayah binaannya, bagi anggota Satuan Dinas dan jawatan minimal dapat membuat ramuan organik yang penggunaannya untuk tanaman maupun ternak untuk masing-masing individu dengan memanfaatkan lahan yang ada di pekarangan rumah maupun halaman kantornya.

Dalam aplikasinya di lapangan, Brigjen TNI Widagdo juga blusukan ke Jorong Sukarami, Nagari Koto Gaek Guguak, Kabupaten Solok untuk mensosialisasikan manfaat pupuk organik. Sosialisasi pemakaian pupuk organik oleh masyarakat melalui kelompok tani di 19 Kota/Kabupaten ini dalam rangka meningkatkan hasil panen dan ikut mensukseskan serta mendukung program swasembada beras yang dicanangkan Presiden RI Joko Widodo pada tahun 2017 mendatang.

Hingga saat ini banyak kelompok tani di berbagai daerah di Indonesia, yang hasil panen padinya meningkat dua kali lipat jika menggunakan pupuk organik, dari 5 ton per hektare kini ada yang mencapai 10 ton hingga 13 ton per hektare.

“Bila hasil panen padi masyarakat petani meningkat, otomatis taraf hidup dan perekonomian masyarakat juga ikut meningkat,” kata Danrem 032/Wirabraja.

“Kreatifitas dan inovasi Danrem 032/Wirabraja ini dapat dijadikan contoh bagi para Komandan Satuan TNI yang lainnya, dan sekaligus sebagai aktualisasi tindak lanjut dari Nota Kesepahaman antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan Kementerian Pertanian (Kementan) RI tentang kerjasama dan pembangunan pertanian dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan nasional,” kata Kapuspen TNI Mayjen Fuad Basya.

Baca juga: