Presiden Joko dan Investor Cina


Kemarin ini Presiden Joko kelihatan sumringah karena membawa “janji ” dan “komitmen” dari negeri tirai bambu yang konon akan menginvestasikan  sebanyak Rp 78 Trilyun, jumlah yang sangat luar biasa ck.ck..
Rupanya Presiden Joko belum dibrief (atau cuek) oleh  bos Badan Koordinasi Penanaman Modal bahwa investor dari Cina termasuk dalam daftar investror yang REALISASI proyek investasinya RENDAH.. Jadi Janji Investasi TRILYUNAN bisa jadi kenyataannya hanya puluhan Milyar, atau yang lebih parah hanya “janji”  sorga dari Peking.

Ini Alasan Investor Cina Enggan Tanam Modal di Indonesia

Ini Alasan Investor Cina Enggan Tanam Modal di Indonesia

Franky Sibarani Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) saat dilantik di Istana Negara, 27 NOvember 2014. Tempo/Aditia Noviansyah

TEMPO.CO, Jakarta – Kunjungan Presiden Joko Widodo dan rombongannya ke Cina pekan lalu ternyata membuahkan hasil luar biasa. Sekitar 30 pengusaha menunjukkan minat berinvestasi di Tanah Air. “Nilainya mencapai US$ 63,4 miliar,” kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani di kantornya pada Rabu, 1 April 2015.

Namun, berdasarkan data BPKM, meski proyeksi nilai investasi investor asal Cina cukup tinggi, realisasinya terbilang rendah. Data BKPM menyebutkan, selama 2005-2014, tercatat ada rencana investasi sebesar US$ 24,27 miliar. Namun realisasinya hanya 7 persen atau sekitar US$ 1,80 miliar. “Atau dari sepuluh pengusaha, hanya satu yang benar-benar berinvestasi,” kata Franky.

Franky memaparkan tiga alasan yang menyebabkan rendahnya angka realisasi rencana investasi ini. Pertama, investor tak menemukan mitra yang tepat. Kedua, investor sulit mengakses informasi tentang Indonesia. Terakhir, proses perizinan di Indonesia rumit dan rentan terhadap penipuan.

BKPM menyayangkan hal ini karena angka proyeksi nilai investasi dari Cina selalu besar. Tahun ini, BKPM berencana mendongkrak realisasi investasi dari Negeri Panda. Selain menawarkan kemudahan mengurus izin lewat sistem pelayanan terpadu satu pintu, BKPM akan selalu mendampingi pengusaha yang berniat menanamkan modal di Tanah Air. “Kami berencana membuka kantor cabang di Beijing,” kata Direktur Promosi Sektoral BKPM Ikmal Lukman.

Sejauh ini, memang belum ada perwakilan badan modal Indonesia di Cina. Minat investasi Cina, kata Ikmal, cukup besar di sektor infrastruktur. Saat ini sudah ada tiga perusahaan yang menawarkan usaha di bidang pembangkit listrik. “Di bidang transportasi juga berminat,” katanya.

URSULA FLORENE SONIA

Cina Siap Kucurkan Triliunan Rupiah, Ini Sektor yang Menarik

Cina Siap Kucurkan Triliunan Rupiah, Ini Sektor yang Menarik

Presiden Joko Widodo mendengarkan paparan dari Kepala BKPM, Franky Sibarani saat berkunjung ke ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Pusat di Gedung BKPM, Jakarta, 26 Januari 2015. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

TEMPO.CO, Jakarta – Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) memaparkan hasil kunjungan mereka bersama rombongan Presiden Joko Widodo ke Cina. Investor dari Negeri Tirai Bambu banyak menaruh minat di sektor investasi.

“Saat ini saja sudah ada tiga yang mengajukan izin pembangunan power plant,” kata Kepala BKPM Franky Sibarani di kantornya pada Rabu, 1 April 2014. Nilai investasi yang ditawarkan sebesar US$ 6 miliar atau sekitar Rp 78 triliun.

Selain di pusat energi, Cina melirik sektor pelabuhan, galangan, dan kawasan industri. Cina siap mengucurkan investasi US$ 24,9 miliar atau sekitar Rp 322,42 triliun untuk pembangunan infrastruktur.

Untuk pembangunan pelabuhan, nilai investasinya mencapai US$ 2 miliar atau sekitar Rp 26 triliun. Sedangkan nilai investasi untuk pembangunan kawasan industri sebesar US$ 12 miliar atau sekitar Rp 155,9 triliun. Sisanya tersebar di sektor industri lain.

Untuk pelabuhan, menurut Franky, sifatnya akan government to government (pemerintah ke pemerintah). Hal yang sama juga akan diterapkan untuk proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Franky menjelaskan, proses kemitraan dengan badan usaha milik negara (BUMN) Cina baru mencapai tahap pengkajian. Ada sejumlah aspek yang harus dipertimbangkan, termasuk biaya yang akan dibebankan ke pengguna. “Tentu kita harapkan pengkajian bisa secepatnya,” ucapnya.

Total keseluruhan minat investasi yang ditunjukkan Cina mencapai hingga US$ 63 miliar atau sekitar Rp 818,3 triliun. Namun Cina merupakan salah satu negara dengan tingkat realisasi cukup rendah, yaitu hanya 7 persen.

Direktur Promosi Sektoral BKPM Ikmal Lukman menuturkan peningkatan realisasi dari Cina menjadi pekerjaan ekstra. Nilai investasi yang demikian besar sungguh sayang kalau tak terealisasi.

“Kami akan intens menghubungi Cina. Mungkin juga membangun kantor perwakilan di Beijing,” katanya.

Advertisements

2 Comments to “Presiden Joko dan Investor Cina”

  1. Padahal di Indonesia ada investor dunia loh pak. Independen pula, ga terpengaruh oleh krisis apapun.
    Karena asetnya adalah sumber investasi bagi negara-negara investor di dunia.
    ini website nya : www garudhaputihagroindustri com.

    Ga percaya? ya gpp. Kita lihat saja akhir tahun 2015 ini.

  2. hayo eyang putih kemakan sm bacotnya in sdh tgn 2016 sdh mau puasa lg.eyang2 kacau nih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: