Urusan “esek esek” Indonesia memang juaranya


Indonesia selalu juara untuk urusan bisnis yang satu inim dikala laba dunia usaha lagi turun bisnis esek esek berlendir ini justru tumbuh eksponensial !   Kalau tanya kenapa mungkin alasannya adalah nilai budaya bawaan kita yang doyan kosmetik atau munafik. Tubuh manusia Indonesia dibalut oleh kosmetik , sangking tebalnya tuh kosmetik  manusia Indonesia sampai tidak tahu lagi yang asli dalemannya. Lihat saja beragama hanya untuk mendapat status duniawi  mungkin hanya hal itu yang dianggap penting. Soal korupsi ya sudahlah selama yang bersangkutan rajin beribadah dan menyumbang untuk rumah ibadah.  Perkembangan teknologi modern di bidang IT /telematika membuat budaya permisif kosmetik ini makin menjadi jadi.. Lihat saja media sosial media seperti Twitter/ Facebook dll dimanfaatkan untuk hal yang sama sekali tidak pernah terpikirkan oleh penciptanya hehe.. Di Afrika saja, contoh negara sperti Rwanda (yang hancur karena genosida)  media sperti internet/ twitter dsb dimanfaatkan secara sangat serius oleh pemerintah dan warganya untuk meningkatan  pengetahuan warganya. meningkatkan akses informasi untuk monitor harga produk pertanian, teknologi pertanian, ilmu pengetahuan, bahasa dll.  Coba bandingkan deh dengan bangsa yang besar ini. Infrastruktur internet saja masih membleh.. kalah dengan negara Afrika macam Rwanda dan pemanfaatnya mentok diurusan esek esek.. dan konsumtif saja..

Sekarang liat panutan warga Indonesia :

Para petinggi politik di negeri ini hanya bisa koar koar anti pornografi, tapi doyan mengakses situs porno (ingat kejadian si Arifinto https://indonesiacompanynews.wordpress.com/2011/04/09/sidang-paripurna-sidang-pari-porno/)

Mulai dari politikusnya yang gemar mengakses situs porno (juara 3 di dunia lho ttps://indonesiacompanynews.wordpress.com/2013/04/09/konten-pornografi-masih-mendominasi/, sampai mengkoleksi “pushtun”.  Virus apa yang menempel di jidat kepala laki laki Indonesia yaa. Yang paling konyol  di Aceh ( kalau masih mau dianggap bagian dari Indonesia hehe) manekin saja bisa dianggap mengundang birahi lihat http://www.tempo.co/read/news/2015/05/09/058664824/Ketika-Manekin-Telanjang-Dianggap-Undang-Birahi-di-Aceh

Ditangkapnya mucikari Abbas dan PSK artis AA membuka tabir baru urusan esek esek di Indonesia. Hal ini seakan mengkonfirmasi gosip atau rahasia publik bahwa banyak dari artis bintang film layar lebar dan TV ternyata menyambi profesi sebagai PSK  papan atas yang bertarif jutaan sekali berkencan.  Saya sendiri suka penasaran siapa sih lelaki hidung belang yang mau menghamburkan uang jutaan rupiah untuk kencan hanya 1-2 jam dengan artis.  Dahulu ketika harga batu bara booming, yang berani royal membayar mahal  untuk kencan dengan artis adalah  juragan tambang atau preman tambang Kalimantan Selatan/Timur dan petinggi politik negeri ini  . Sekarang keadaan ekonomi lagi melambat kelihatannya yang masih berani jor joran belanja selangkangan artis hanya dari kalangan petinggi politik/pemerintahan saja.. entah duit dari mana atau cukung nya siapa.. (ingat kasus si Fatonah dan bos partai PKS )

++++

Terlibat Prostitusi, Artis Seksi Ditangkap

Oleh : Ray Muhammad | Sabtu, 9 Mei 2015 | 14:14 WIB

INILAHCOM, Jakarta – Jajaran Polres Jakarta Selatan mengamankan seorang artis wanita yang diduga terlibat dalam bisnis prostitusi melalui jejaring sosial.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Audie Latuheru membenarkan pihaknya telah menangkap artis berinisial AA yang kerap muncul di televisi. “Iya benar. Karena diduga terlibat prostitusi online,” ujarnya, Sabtu (9/5/2015).

Menurutnya, AA diamankan di sebuah hotel bintang 5 di kawasan Jakarta. Saat ini pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap AA, untuk dilakukan pengembangan tersangka lainnya.

Selain AA, polisi juga mengamankan seorang pria yang diduga sebagai mucikari. Berdasarkan pemeriksaan sementara, artis AA dijajakan melalui BlackBerry Messenger

“Yang diamankan dua,” tambahnya. [ton]

– See more at: http://metropolitan.inilah.com/read/detail/2202949/terlibat-prostitusi-artis-seksi-ditangkap#sthash.9NstzKDL.dpuf

+++++

Senin, 11/05/2015 18:53 WIB

Mucikari Robbi: Mereka Para Artis yang Menawarkan Jasa PSK, Nggak Ada Paksaan

Rini Friastuti – detikNews

Jakarta – Tersangka mucikari Robbi Abbas bicara soal para artis yang menjadi anak asuhnya. Robbi menyampaikan kalau para artis itu menjadi PSK bukan karena terpaksa. Mereka malah yang menawarkan diri.

“Mereka dengan sendirinya menawarkan diri. Kita connect dari teman ke teman. Tanpa ada paksaan,” jelas Robbi di Mapolres Jaksel, Jl Wijaya, Jakarta, Senin (11/5/2015).

Robbi memasang tarif tinggi untuk anak asuhnya. Dari list nama artis yang didapat detikcom, artis tertinggi berharga Rp 150 juga dan paling murah Rp 30 juta untuk short time.

Robbi mengaku dia hanya ‘menjajakan’ artis perempuan saja. Tidak ada artis pria yang dia jual.

“Saya cukup wanita saja,” tegas dia.

++++

Video Penangkapan Artis AA Beredar di YouTube

Video Penangkapan Artis AA Beredar di YouTube

Video penangkapan wanita penghibur kelas atas sekaligus artis, AA, beredar di YouTube, sejak Senin 11 Mei 2015.

TEMPO.CO, Jakarta – Video penangkapan AA beredar di YouTube. Video ini menggambarkan dua polisi, seorang polisi laki-laki-laki berpakaian preman dan seorang polisi yang memakai jilbab, menggiring perempuan cantik mirip Amel Alvi ke markas Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Jakarta Selatan.

Sebelumnya, Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Jakarta Selatan menangkap perempuan dengan inisial AA itu pada Jumat malam, 8 Mei 2015. Dia ditangkap bersama germonya, Robby Abbas, 32 tahun. Polisi tidak menyebutkan bahwa artis papan atas itu adalah Amel Alvi, model majalah hiburan pria. Polisi beralasan AA, 22 tahun, masih ditetapkan sebagai saksi.

Dalam video yang diunggah pada 10 Mei 2015, tampak AA dengan gaun khasnya, warna silver tipis dan pendek di atas lutut, berjalan gontai. Dia memakai jaket hitam untuk menutupi kepala dan wajahnya. Dalam video yang diambil dari kamera ponsel itu, AA berupaya menyembunyikan wajahnya dengan menunduk dan menggandeng tangan polisi berjilbab. Namun tetap saja wajahnya yang dikenal banyak orang itu tetap muncul di video yang berdurasi 2 menit 47 detik itu. Video itu diunggah oleh Rima Channel.

Amel Alvi berulang kali membantah berita tersebut lewat akun Instagramnya. Kali ini Amel kembali mem-posting foto di Instagram miliknya. “Pada salah sangka semua. Artis AA kan banyak. Bukan aku. Aku ada di apartemen, nih. Bukan Amel aku kali. Ini buktinya aku bisa pegang HP,” katanya.

“Aku baik-baik aja. Bukan aku inisial AA itu,” ujarnya. Amel memasang foto selfie di akun Instagram-nya @amelalvi28 pada Sabtu sore. Amel terlihat berfoto sambil tiduran. Ia memakai baju dengan motif kulit macan tutul. Sabtu sore polisi telah melepas artis AA.

Polisi masih tutup mulut soal siapa AA dan mengapa perempuan bertarif Rp 80 juta sekali kencan itu dilepas.

“Terkait dengan profesi, siapa, dan sebagainya, karena itu (AA) adalah saksi, kami belum bisa merilisnya. Itu menyangkut pemberkasan,” kata Kepala Kepolisian Resor Jakarta Selatan Komisaris Besar Wahyu Adiningrat di kantornya, Polres Jakarta Selatan, Sabtu, 9 Mei 2015. (Baca:Bisnis Wah Germo: Tawarkan Wanita dari Jakarta hingga Boston)

Kendati perempuan ditangkap bersama Abbas Jumat malam tadi belum dipastikan sebagai Amel,netizen ramai membincangkannya. Sejumlah netizen di forum dan linimasa Twitter menyebut perempuan itu Amel, model yang sempat nongol di majalah Popular dan FHM, yang kini kerap manggung sebagai disc jockey.

Ini bukan kali pertama namanya diperbincangkan di obrolan forum-forum cyber. Pada September 2013, Amel sudah disebut sebagai wanita penghibur. Tarifnya disebut mulai melonjak sejak jadi model majalah hiburan pria. Netizen menyebut saat itu tarif Amel Rp 25 juta. (Baca pula: Bisnis Wah Germo: Aneka Modus Tawarkan Pelacur Papan Atas)

Manajer Amel untuk tawaran menyanyi dan DJ, Omar, enggan menanggapi bahwa AA yang ditangkap Polres Jakarta Selatan itu adalah kliennya. Menurut Omar, kabar ditangkapnya AA sebagai wanita penghibur belum jelas. “Aku enggak bisa ngomong soal itu,” kata Omar saat dihubungi Tempo.

Lewat akun Twitter-nya, @amelalvi28, Amel membantah bahwa perempuan berinisial AA yang ditangkap Polres Jakarta Selatan itu adalah dirinya. Menurut Amel, banyak artis yang berinisial AA dan bukan dirinya saja. “Semuanya, inisial AA itu bukan aku. Mungkin artis lain. Kan banyak yang inisialnya AA. Aku baik-baik saja,” cuit Amel. (Baca: Polisi Tangkap AA, Model Dewasa Bertarif Rp 80-200 Juta)

Namun, hingga kini belum dapat dipastikan apakah akun Twitter @amelalvi28 merupakan akun Twitter asli milik Amel. Namun nomor telepon seluler milik Omar yang disebut dan mengaku sebagai manajer Amel terpajang di biografi akun tersebut.

Sebelumnya, polisi menangkap Robby Abbas, 32 tahun, di sebuah hotel mewah di Jakarta Selatan, Jumat, 8 Mei 2015 malam. Robby kini ditetapkan sebagai tersangka germo AA. Robby ditangkap saat bertransaksi dengan polisi yang menyamar sebagai pelanggan wanita binaannya. (Simak juga: Tak Cuma 200 Pelacur Wanita, Robby Juga Tawarkan Pria)

Robby Abbas Bicara Soal Inisial Nama Artis yang Bisa Dibayar

Robby Abbas Bicara Soal Inisial Nama Artis yang Bisa Dibayar

Petugas kepolisian mengamankan RA sebagai mucikari terkait dengan kegiatan prostitusi di Polres Jakarta Selatan, 9 Mei 2015. Salam sehari RA bisa mendapatkan beberapa pelanggan. Tempo/Aditia Noviansyah

TEMPO.CO, Jakarta – Robbie Abbas alias RA, tersangka muncikari pelacuran kelas atas, mengaku sudah mendengar informasi soal beredarnya inisial nama-nama artis yang diduga bagian jaringannya. Tapi Robby tak secara tegas menjawab kebenaran informasi tersebut.

“Itu bukan dari saya (beredarnya inisial nama-nama artis), tapi kisarannya begitu,” kata Robbie saat ditemui di Markas Polres Jakarta Selatan, Senin, 11 Mei 2015. (Baca: Video Penangkapan Artis AA Beredar di YouTube)

Polisi menangkap Robby, 32 tahun, bersama seorang model sekaligus pemain sinetron berinisial AA di sebuah hotel bintang lima di Jakarta Selatan, Jumat, 8 Mei 2015. Robby berperan sebagai germo, sedangkan AA adalah artis yang dijajakan kepada pelanggan kelas atas. Polisi pun menetapkan Robby sebagai tersangka, sedangkan AA dibebaskan dan statusnya cuma sebagai saksi.

Belakangan, inisial nama-nama yang diduga menjadi anak buah Robbie beredar di dunia maya. Peredaran inisial nama-nama itu dilengkapi kisaran tarif yang ditulis dalam tanda kurung. Namun informasi itu belum dipastikan kebenarannya.

Kepala Kepolisian Resor Jakarta Selatan Komisaris Besar Wahyu Hadiningrat menolak berkomentar soal beredarnya inisial nama-nama artis yang diduga menjadi anak buah Robbie. Dia menyatakan beredarnya inisial nama-nama tersebut bukan termasuk materi penyelidikan. “Saya hanya mau menjawab hal-hal yang substansial saja,” ucapnya di kantornya, Senin, 11 Mei 2015. (Baca: Polisi Bantah Sebar Video Penangkapan Artis AA)

Wahyu menuturkan substansi perkara yang menjerat Robbie adalah muncikari. Karena itu, polisi akan lebih menelisik lebih dalam soal kasus tersebut. Dia pun menyebut polisi tidak mendalami pekerjaan seseorang yang menjadi pekerja seks komersial. “Sedangkan yang soal inisial nama-nama itu kami belum klarifikasi,” katanya.

DIMAS SIREGAR

+++++

Artis dan Model Jadi Pelacur, Inilah Deretan Penyokongnya

TEMPO.CO, Jakarta – Kriminolog dari Universitas Indonesia, Josias Simon, mengatakan keberadaan prostitusi di DKI Jakarta memang merupakan bisnis yang menjanjikan. Ia mengatakan bisnis prostitusi tersebut pun dapat tumbuh dan berkembang karena dukungan yang besar.

“Bisnis ini tumbuh karena ketersediaan faktor pendukungnya dan kondisi wilayah yang memudahkannya,” kata Josian Simon, ketika dihubungi, Ahad, 10 Mei 2015. Ia mengatakan ketersediaan penyokong seperti wanita pekerja seksual, muncikari pengatur bisnis, dan pembelinya, membuat bisnis ini selalu tumbuh dan berkembang.

Juga menurutnya, kondisi wilayah DKI Jakarta, menjadi penyokong, membuat bisnis ini mudah dijalankan dan “aman” dilakukan, karena pengawasan dan pengaturannya yang sulit. Josias mengatakan bisnis prostitusi kelas tinggi ini memang paling sulit dilacak karena dilakukan dengan sangat rapi.

“Jakarta sendiri sudah jadi rahasia umum, beberapa tempat terkenal dengan bisnis seperti ini,” kata dia. Ia mengatakan tempat hiburan maupun hotel sangat identik dengan keberadaan bisnis prostitusi tersebut.

Menurutnya pemilihan tempat-tempat hiburan maupun hotel membuat bisnis prostitusi sulit ditembus dan susah ditangani karena kurangnya laporan mengenai keberadaan mereka secara resmi.

Ia mengatakan keberadaan prostitusi di DKI Jakarta menyebar rata di lima wilayah kota Administratif. “Tapi paling rawan di Jakarta Pusat, karena di sini semua level identitas ada dan kemudian sulit dideteksi,” kata dia.

Josias bahkan mengaku tidak terkejut dengan penangkapan yang dilakukan kepolisian beberapa waktu terakhir yang diduga melibatkan model dan artis. Hal ini menurutnya pernah terjadi juga pada 2-3 tahun lalu, di mana terjadi pengungkapan prostitusi level atas.

Meski begitu, Josias mengaku cukup bersyukur dengan pengungkapan yang dilakukan kepolisian akhir-akhir ini. Menurutnya pengungkapan yang dilakukan mengandung unsur positif karena terjadi penggeledahan pada tempat-tempat yang diduga melakukan prostitusi. “Terutama karena prostitusi level atas itu lebih sulit dan harus ditindak.”

MAYA NAWANGWULAN

+++++

Deretan Nama Pelacur Papan Atas Itu Dikenal Publik

TEMPO.CO, Jakarta – Polisi akan meminta keterangan dari para pekerja seks kelas atas yang diorganisasi Robby Abbas, 32 tahun, pekan ini. Lelaki yang diketahui sebagai muncikari tersebut ditangkap petugas saat berpura-pura bertransaksi di sebuah hotel di Jakarta Selatan pada Jumat malam pekan lalu.

“Pemeriksaannya Rabu atau Kamis besok,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Audie Latuheru, 10 Mei 2015. (Baca: Video Penangkapan Artis Mirip Amel Alvi)

Dia menjelaskan, ada 200 nama perempuan yang diduga bekerja sebagai penjaja seks yang tersimpan di dalam grup BlackBerry Messenger pada telepon seluler Robby. Kepala Unit Kriminal Umum Polres Jakarta Selatan Ajun Komisaris Joynaldo mengatakan anak buah Robby adalah sosok yang sudah diketahui publik, dari artis, model, sampai mahasiswa. “Pasti kenal kalau melihat fotonya,” ujarnya.

Meski demikian, Joynaldo enggan membeberkan siapa saja anak buah Robby. Penyidik baru memeriksa AA, perempuan berumur 22 tahun yang disiapkan Robby untuk polisi yang menyamar tadi. Selain itu, petugas masih mendalami keterlibatan para pekerja seks kelas atas dengan cara mencocokkan nama dan foto mereka.

Audie menjelaskan, Robby dijerat dengan Pasal 296 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang mengatur tentang permuncikarian. Sebab, mereka yang menjadi alat prostitusi dianggap sebagai korban dan berstatus saksi. Adapun Robby terancam hukuman 1 tahun 4 bulan.

Robby yang telah bergelut selama tiga tahun di bisnis pemuas syahwat ini selalu tiba di lokasi pertemuan klien dengan anak buahnya, dua jam sebelum transaksi. Dalam sehari, Robby bisa menjual jasa kepada dua atau tiga lelaki hidung belang. Untuk satu kali pertemuan, dia mendapat bagian 30 persen dari tarif Rp 80-100 juta.

Sebelumnya, Kepala Polres Jakarta Selatan Komisaris Besar Wahyu Adiningrat mengatakan Robby juga melayani tawaran wanita panggilan untuk dibawa ke luar Indonesia. Adapun pemakaian jasa wanita panggilan dalam negeri banyak dilakukan di Bali, Jakarta, dan Surabaya. “Ada 200 orang wanita panggilan yang dia tawarkan,” kata Wahyu. Untuk tarif puluhan hingga ratusan juta itu, para pemakai jasa layanan memperoleh durasi waktu tiga jam.

DIMAS SIREGAR | MAYA NAWANGWULAN | RINI KUSTIANI

+++++++++++++++++++++++++++++++

Kabareskrim Akan Ungkap Pejabat Negara Pelanggan Artis AA

Bayu Adi Wicaksono, Bayu NugrahaSenin, 11 Mei 2015, 16:20 WIB

VIVA.co.id – Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri, Komjen Pol Budi Waseso berjanji akan mengungkap pejabat negara yang pernah menjadi pelanggan artis AA dan wanita lain yang terlibat dalam jaringan mucikari RA.

“Masih kita dalami, siapapun yang terlibat pasti kita dalami apakah mengarah ke sana,” kata Budi Waseso, Senin 11 Mei 2015.

Namun, menurut Budi untuk membongkar praktik prostitusi kelas kakap dengan dugaan banyak pejabat dan pengusaha yang terlibat bukan perkara mudah.

Penyidik juga membutuhkan alat bukti yang kuat untuk mengungkapnya. “Kalau ada fakta baru pasti kita tindak, lihat perkembangan nanti,” jelasnya.

Sebelumnya, mucikari RA sempat keceplosan mengatakan kepada wartawan bahwa ada anggota DPR RI yang sempat mendapatkan pelayanan artis koleksi RA.

RA juga mengatakan, selama ini yang menggunakan jasa kencan wanita yang ditawarkannya hanyalah dari kalangan pejabat dan pengusaha yang memiliki tingkat kehidupan ekonomi menengah ke atas.

RA adalah mucikari yang telah mempromosikan artis AA untuk dikencani dengan tarif mulai dari Rp.80 juta hingga Rp.200 juta.

Ia ditangkap polisi bersama artis AA di salah satu hotel berbintang lima di Jakarta Selatan, Jumat malam, 8 Mei 2015.

+++++++++++++++++++++++++++++++++++

Rabu, 13/05/2015 13:23 WIB

Siapa Pemberi Izin Premium Call Esek-esek? Ini Penjelasan Kemenkominfo

Ahmad Toriq – detikNews

Siapa Pemberi Izin Premium Call Esek-esek? Ini Penjelasan Kemenkominfo

Jakarta – SMS cabul yang jamak diterima pengguna handphone mengarahkan penerimanya ke premium call dengan nomor 0809xxxxxxxx. Bagaimana bisa penyedia jasa telepon cabul ini mendapat izin menggunakan premium call tersebut?

“Izinnya itu ke Telkom. Itu namanya layanan jasa nilai tambah,” kata Kepala Humas dan Pusat Informasi Kemenkominfo Ismail Chawidu saat dihubungi, Rabu (13/5/2015).

Ismail menjelaskan nomor 0809xxxxxxxx adalah mitra Telkom. Nah, soal urusan izin nomor premium ini, Telkom dulu pernah ditegur oleh Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) karena nomor-nomor tersebut banyak diadukan masyarakat.

“Aduannya macam-macam, ya banyaklah,” ujar Ismail.

Di tengah kembali ramainya sorotan terhadap nomor-nomor tersebut sekarang ini, Kemenkominfo sedang mengumpulkan bukti bahwa nomor-nomor tersebut disalahgunakan. Jika bukti sudah cukup, Kemenkominfo akan mengambil tindakan terhadap Telkom.

Nomor 0809xxxxxxxxx digunakan untuk menyediakan jasa telepon esek-esek yang bahkan mengarah ke prostitusi online. Nomor-nomor premium itu disebar oleh nomor-nomor seluler yang disediakan oleh berbagai operator. Penyebarannya tentu diwarnai rayuan yang tak jarang memancing birahi.

Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan dari pihak Telkom.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: