Pembenahan PDAM Mutlak Diperlukan


JAKARTA, KOMPAS — Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK memeriksa 102 Perusahaan Daerah Air Minum atau PDAM kabupaten/kota dari total 378 PDAM dari laporan sepanjang 2013 hingga pertengahan 2014. Dari jumlah itu, 83 PDAM tak mencapai target pembangunan milenium akhir 2015 sebesar 68,87 persen.

”Kualitas dan kuantitas penyediaan air bersih tergantung dari pengelola, yaitu pemerintah daerah. Dari 102 PDAM, 19 pemda yang memenuhi cakupan layanan air minum melalui PDAM,” kata Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Internasional Badan Pemeriksa Keuangan R Yudi Ramdan Budiman dalam jumpa pers, Selasa (12/5), di Jakarta.

Cakupan air bersih yang tidak tercapai terkait berbagai persoalan. Sebanyak 41 dari 102 PDAM menerapkan tarif lebih rendah dari ongkos produksi air bersih. Hanya tiga PDAM yang diberi subsidi pemda. Akibatnya, PDAM tak maksimal dalam perawatan.

Pemerintah daerah berinvestasi di PDAM ketika awal membangun. Saat beroperasi, ada PDAM dibebani target dijadikan sumber pendapatan asli daerah. ”Lebih baik itu untuk pemeliharaan, seperti mengganti pipa dan meteran air,” kata Yudi.

Tingkat kehilangan air PDAM juga tinggi, di atas batas maksimal, yakni 20 persen. Tahun 2013, volume air yang hilang 224,1 juta meter kubik senilai Rp 554,2 miliar. Itu sama dengan kebutuhan air 2,2 juta sambungan rumah tangga. Lalu, hingga akhir semester I-2014, volume air yang hilang 100,5 juta meter kubik senilai Rp 237 miliar atau setara 1,6 juta sambungan.

Rekomendasi BPK

Berdasarkan pemeriksaan tersebut, kata Yudi, BPK merekomendasikan pemda membenahi pengelolaan PDAM mulai manajerial hingga keuangan. Pembenahan mendesak, dari 378 PDAM hampir 50 persennya tidak sehat.

”Kalaupun daerahnya dimekarkan, PDAM-nya tak harus dipecah. Perlu dipertimbangkan ada PDAM regional,” kata Yudi.

Sementara itu, hasil analisis penilaian kinerja PDAM oleh Badan Pendukung Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum tahun 2014, dari 359 PDAM yang diaudit, 182 berstatus sehat, 103 kurang sehat, dan 74 berstatus sakit. Kondisi itu membutuhkan pembenahan, apalagi bila hendak memenuhi target akses air bersih ke seluruh rumah tangga.

Data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), program akses universal air bersih membutuhkan dana Rp 253 triliun hingga 2019. Hingga akhir 2014, cakupan pelayanan air minum 70,05 persen dengan 19 persen melalui perpipaan.

Secara terpisah, Kepala Pusat Kajian Sumber Daya Air Indonesia Firdaus Ali mengatakan, masalah penyediaan air bersih kompleks. ”Mulai dari ketersediaan air baku, persoalan PDAM, hingga distribusi,” katanya.

Beberapa langkah harus diambil demi memperbaiki PDAM, di antaranya melunasi utang PDAM hingga ratusan miliar, jangan jadikan sumber PAD, hingga pengembangan layanan. (NAD)

Advertisements

One Comment to “Pembenahan PDAM Mutlak Diperlukan”

  1. PDAM, Air Minum. Menuju professional. TAp WATER untuk Indonesia. Bisa menjadi program nasional? pudjo2sunarno@gmail.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: