Bukan Tidak Mungkin Dollar Tembus Rp15.000…Ini Penjelasan DBS


Thursday, May 28, 2015       09:18 WIB
Bukan Tidak Mungkin Dollar Tembus Rp15.000…Ini Penjelasan DBS

(Antara)

Ipotnews – The Development Bank of Singapore Limited (DBS) menilai bukan hal mustahil jika nilai tukar rupiah terhadap mata uang dollar AS semakin terdepresiasi menembus hingga level Rp15 ribu.

Demikian diungkapkan Economist Vice President Economic & Currency Research DBS, Gundy Cahyadi, dalam diskusi DBS Asian Insight bertajuk “Analisis India vs Indonesia Pasca Taper Tantrums 2013”, di Jakarta, Rabu (27/5). Menurut dia, banyak mata uang negara lain, termasuk Indonesia, yang bergantung pada pergerakan dollar AS.

“Saya bilang nothing is impossible. Ini maksudnya rupiah kalau di atas Rp14 ribu sebenarnya tergantung dengan pergerakan dollar. Kalau misalkan–Juni kan The Fed bakal meeting lagi– tiba-tiba mereka kasih surprise ke market, mereka menaikkan (Fed Rate) 100 basis poin, rupiah bisa saja jebol ke Rp15 ribu,” kata Gundy.

Gundy menyatakan apa yang akan terjadi dan dilakukan oleh bank sentral AS, Federal Reserve, memang tidak ada yang mengetahuinya. Apapun, kata dia, bisa saja terjadi, namun tetap saja ada faktor realistis dan tidak realistis dari kemungkinan yang ada.

“Jadi I don`t know, cuma yang terjadi kita bisa unlikely (dampak The Fed). Kalau possible danimpossible, selalu ada possibility. Tetapi yang penting likely atau unlikely. Makanya saya asumsikan bisa saja (kenaikan Fed Rate) 100 bps. Cuma kita melihat realistisnya tidak ada,” ujar dia.

Dia menyebutkan, justru kenyataan sebenarnya kondisi perekonomian Amerika Serikat bukan meningkat, namun mulai lebih lambat lagi. Dengan demikian, nilai tukar rupiah terhadap dollar pada akhir tahun ini paling tidak di kisaran Rp13.600.

“Kalau rata-rata sepanjang tahun ini saya kira Rp13.100 per dollar AS. Jadi rupiah itu faktor utamanya apakah dollar akan menguat atau tidak. Dari tim kita di DBS, kita punya ekspektasi bahwa dollar-rupiah akhir tahun ini sekitar Rp13.600. Jadi pelemahan rupiah akan terus berlanjut,” ungkap Gundy.

Lebih lanjut Gundy menyatakan, dengan melihat kondisi yang ada maka asumsi pemerintah bahwa rupiah sepanjang tahun ini rata-rata Rp12.500 per dollar AS, itu terlalu optimistis.

Meski demikian, kata dia, jika rupiah akhir tahun ini menembus Rp13.600 per dollar, pelarian modal asing (capital outflow) secara besar-besaran tidak akan terjadi.

“Kita melihatnya tidak (terjadi capital ouflow) asalkan itu bukan karena masalah Indonesia. Dan kita bilang itu bukan masalah Indonesia, tetapi lebih karena bentuk dollar. Dan sebenarnya batas psikologis pasar itu, terus terang yang waktu itu tembus Rp13 ribu per dollar. Tetapi itu sudah kena ya, sudah lewat, sehingga memang selalu ada batas baru,” jelasnya.

Kurs tengah Bank Indonesia mencatatkan nilai tukar rupiah kemarin (27/5) terhempas ke level Rp13.229 per dollar AS. Padahal awal pekan ini (25/5) rupiah masih berada di posisi Rp13.186 per dollar dan akhir pekan lalu di level Rp13.136 per dollar. (Fitriya/ef)

8

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: