Bulog sebagai Lembaga Pangan


Lembaga  nggak kompeten.. harus dibongkar total, Bulog selalu kalah lawan tengkulak beras.. Lha.. gimana ?

Empat Bahan Pokok Jadi Prioritas

jakarta, kompasPemerintah sebaiknya menjadikan Perum Bulog sebagai lembaga operasional pengendali pangan di bawah badan otoritas pangan. Karena itu, pemerintah harus segera merampungkan regulasi terkait badan tersebut sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.

Guru Besar Institut Pertanian Bogor dan juga mantan anggota Kelompok Kerja Tim Transisi Jokowi Widodo dan Jusuf Kalla Bidang Pangan, Dwi Andreas Santoso, menyatakan hal itu kepada Kompas, Kamis (28/5).

Pernyataan itu merupakan tanggapan atas rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) merombak Bulog sebagai penyangga stok pangan beras dan komoditas bahan pokok lain, saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) pada Rabu lalu.

Dwi mengatakan, Pasal 126 UU Pangan mengamanatkan pembentukan lembaga pemerintah yang menangani pangan yang berada di bawah dan bertanggung jawab pada presiden secara langsung. Tugas lembaga itu adalah mewujudkan kedaulatan, kemandirian, dan ketahanan pangan nasional.

“Waktu itu, kami memberikan masukan agar dibentuk badan otoritas pangan yang berfungsi sebagai lembaga regulatornya. Kemudian, setelah itu, bisa ditunjuk lembaga operasionalnya, yaitu Bulog,” katanya.

Menurut Dwi, lembaga operasional itu bertugas melaksanakan produksi, pengadaan, penyimpanan, dan pendistribusian pangan pokok dan pangan lain yang ditetapkan pemerintah. Artinya, jika ditunjuk sebagai lembaga tersebut, Bulog harus lepas dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Dengan begitu, Bulog bisa lebih leluasa berperan sebagai penyangga dan stabilitator stok. Bulog juga bisa mendapatkan anggaran yang lebih longgar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

“Namun, sayangnya, regulasi turunan UU Pangan tentang lembaga pangan itu belum ada. Padahal, batas waktu terbentuknya regulasi turunan itu November tahun ini atau terhitung tiga tahun setelah UU tersebut diberlakukan,” kata Dwi.

Komoditas pokok

Meskipun konsep perombakan Bulog yang digaungkan pemerintah belum terperinci, Bulog sudah mulai berbenah secara kelembagaan dan internal. Bulog sendiri telah menyiapkan konsep menjadi penyangga stok bahan pokok selain beras, yaitu gula, jagung, dan kedelai.

“Kami memang belum mendapat konsep terperinci dari pemerintah. Kemungkinan, ke depan, pemerintah akan membahasnya bersama kami. Namun, secara internal, kami sudah mempunyai konsep,” kata Direktur Pelayanan Publik Perum Bulog Lely Pelitasari Soebekty.

Menurut dia, Bulog ke depan memang ingin berkembang sebagai lembaga penyangga stok pangan. Tidak hanya beras, tetapi juga gula, jagung, dan kedelai.

Bulog juga tidak menutup kemungkinan untuk menjadi penyangga stok daging. Daging merupakan bahan pokok penting yang juga mempunyai implikasi terhadap inflasi di Indonesia.

“Kami masih menunggu arahan langsung dari pemerintah pusat. Jika sudah ada, Bulog pasti akan menjalankan amanat tersebut,” ujarnya.

Lely menambahkan, Bulog berharap pemerintah memberikan paket lengkap. Paket tersebut berupa konsep, regulasi, kelembagaan, dan anggaran.

“Kami juga berharap pemerintah memberikan dukungan dalam proses bisnis Bulog ke depan. Sarana dan prasarana serta infrastruktur terkait juga perlu disediakan,” ujarnya.

Belum tahu

Terkait dengan rencana pembentukan lembaga pangan, Lely menyatakan, Bulog belum mengetahui secara pasti. Lembaga itu bisa jadi lembaga lain yang mirip dengan Bulog, tetapi bisa juga Bulog yang ditunjuk menjadi lembaga pangan.

“Semuanya masih belum jelas tentang arah Bulog ke depan. Namun, secara internal, Bulog sudah mulai menyiapkannya,” kata Lely.

Ia juga mengemukakan, Bulog belum mendapat arahan dari pemerintah untuk menyerap gula kristal putih sebanyak 30 persen dari total produksi gula pabrik gula PT Perkebunan Nusantara. Bagi Bulog, gula juga merupakan komoditas bahan pokok yang stoknya perlu dijaga.

Gula yang diproduksi dalam negeri itu masih terbatas dan sangat dipengaruhi oleh musim giling. Gula juga mudah dikuasai pedagang. “Selama ini, pemerintah tidak mempunyai stok gula untuk mengendalikan harga gula,” ujarnya. (HEN)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: