Sanjungan Bagi Rio Haryanto dan Peluang ke Formula 1


Ikut bangga ! Mengobati buruknya prestasi olah raga nasional

Keberhasilan pebalap Rio Haryanto dalam ajang balap mobil Grand Prix Austria Formula GP2 di Sirkuit Red Bull Ring, Minggu (21/6), beroleh sanjungan besar dari khalayak. Betapa tidak, kemenangan sprint race pada hari kedua lomba setelah sehari sebelumnya di feature race merengkuh posisi ketujuh itu diraih dengan relatif sulit.

Pertarungannya dengan pebalap Artem Markelov dari tim Russian Time menjadi catatan khusus. Seperti dikutip dari harianKompas, mobil yang dikendarai Rio sempat bersenggolan dengan mobil Artem saat putaran ke-14.

Akibat hal tersebut, sayap depan mobil yang dikendarainya rusak dan membuat pebalap kelahiran Surakarta berusia 22 tahun itu relatif mengalami kesulitan melahap tikungan dengan kecepatan tinggi. Akan tetapi, dengan kemampuan, pengalaman, dan tekadnya, Rio berhasil mengatasi hambatan itu dan menjadi yang pertama.

Sebagian pengguna mencoba membandingkan prestasi Rio dengan hal-hal yang terjadi pada cabang olahraga lain. Ini, misalnya, dilakukan pengguna akun @chandra_ditya yang menulis: Rio Haryanto menang GP2 Austria kemarin. So, masih mau ngebanggain sepakbola? Itu dilakukannya sembari mengunggah tautan ke akun media sosial Path dengan foto kemenangan Rio di atas podium.


KOMPASTVPebalap Indonesia, Rio Haryanto, berhasil meraih podium teratas di Sprint Race GP1 Austria. Rio mengalahkan pemuncak klasemen sementara, Stoffell Vandoorne yang finish di urutan kedua. KOMPASTV

Sementara pengguna akun @dwitasaridwita mengatakan: Selamat Rio Haryanto telah memenangkan GP2 champion di Austria. Terima kasih sudah mengibarkan bendera Indonesia di kancah internasional.

Pura Krisnamurti yang memakai akun @rasjawa mengatakan: Kita harus bangga dengan Rio Haryanto. Tanpa banyak ribut2, tanpa banyak bicara, dia membuktikan kualitasnya. Hal itu dilakukannya sembari menautkan foto dari akun Twitter yang berisikan berita kemenangan Rio dari laman gp2series.com lengkap dengan foto Rio.

Peluang ke Formula 1

GP2 merupakan kelas balapan persis di bawah Formula 1. Jumlah peserta di GP2 sebanyak 26 pebalap. Dalam setiap Grand Prix, GP2 mementaskan dua kali lomba, pada Sabtu dan Minggu. Kesuksesan Rio kemarin memperbaiki penampilannya pada Sabtu yang menempati posisi ketujuh dan meraih enam poin.

Pada penyerahan piala di podium kemarin, Rio yang diapit Stoffel Vandoorne (Belgia) dan Nobuharu Masushita (Jepang) berkali-kali mengepalkan tangan dan tersenyum bangga.

“Ini balapan yang tidak mudah. Saya sangat gembira dengan hasil ini. Terima kasih atas dukungan tim dan masyarakat Indonesia,” kata Rio yang dihubungi dari Jakarta seusai balapan.

Musim ini Rio sudah dua kali menjadi juara dalam lomba GP2. Pebalap yang bernaung dalam tim Campos Racing dan didukung penuh oleh PT Pertamina itu sebelumnya naik podium utama dalam lomba hari kedua di GP Bahrain, 19 April.

Dengan hasil tersebut, Rio Haryanto untuk sementara mantap berada di posisi tiga besar klasemen pebalap musim ini. Rio mengoleksi 70 poin, berada di bawah Vandoorne yang telah mengumpulkan 155 poin dan Alexander Rossi, 78 poin.

GP Austria merupakan seri balapan yang keempat. Tahun ini balapan GP2 akan berlangsung dalam 10 seri. Setelah GP Austria, balapan selanjutnya digelar di GP Silverstone, Inggris, 3-5 Juli.

Bagi Rio, musim ini merupakan tahun keempatnya di ajang GP2. Putra mantan pebalap nasional Sinyo Haryanto ini telah menyerap banyak pelajaran dan pengalaman dari tiga musim sebelumnya.

Musim ini, pebalap berusia 22 tahun tersebut mulai berani menargetkan finis di posisi lima besar di klasemen akhir balapan. Dengan finis di posisi tersebut, peluang dan harapan Rio naik kelas ke balapan Formula 1 kian terbuka.

Pada balapan kemarin, Rio berhak start dari posisi kedua. Sebab, pada feature race, dia finis ketujuh. Dalam aturan GP2, penentuan posisi start balapan sprintditentukan hasil balapan feature. Namun, untuk posisi delapan terdepan, urutannya dibalik. Juara di feature race akan start di posisi kedelapan, demikian seterusnya.

Rio membuat start yang bagus. Melaju di lintasan dalam, dia bisa melewati pebalap di depannya dan menutup ruang untuk merebut posisi terdepan selepas tikungan pertama. Setelah itu, posisi Rio terus bertahan dengan kecepatan rata-rata 1 menit 16 detik dalam satu putaran.

Rio memang sudah mengincar podium pada ajang GP2 Seri Austria di Sirkuit Red Bull Ring pada Sabtu (20/6). Pada sesi latihan bebas, Jumat sebelumnya, Rio menempati posisi kedelapan dengan selisih 0,688 detik dari Sergey Sirotkin yang menempati posisi pertama.

“Saya sudah berlatih dengan simulator sampai 165 putaran untuk mengenal Sirkuit Red Bull Ring. Tahun lalu, saya belum mendapat hasil bagus di sini, tetapi kini saya bertekad mendapat podium. Dengan setelan mobil yang lebih bagus dan pengenalan lintasan yang lebih baik, saya yakin akan mendapat hasil yang lebih baik,” begitu keyakinan Rio saat itu.

Keberhasilan tersebut sontak memicu beragam komentar di media sosial, seperti Twitter. Layanan aplikasi Topsy pada Senin (22/6) pagi pukul 10.27 WIB mencatat bahwa dalam 13 jam terakhir terdapat 3.435 kali nama “Rio Haryanto” lalu lalang di linimasa.

  • 5
  • 0
  • 0

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: