Izin 15 Perusahaan Perikanan Dicabut


Jika Presiden Kerempeng ini melengserkan ibu Susi, Bangsa Indonesia memang sudah dalam keadaan darurat !

JAKARTA, KOMPAS — Pemerintah segera mencabut izin 15 perusahaan perikanan yang tergabung dalam empat perusahaan besar. Perusahaan-perusahaan itu terindikasi kuat melakukan pelanggaran administrasi hingga kejahatan perikanan.

Keempat grup perusahaan besar di bidang perikanan itu adalah Pusaka Benjina Group di Maluku, Dwikarya Group di Merauke (Papua), Mabiru Group (Maluku), dan Maritim Timur Jaya Group di Tual (Maluku). Total kapal yang dihentikan operasinya 283 unit.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, di Jakarta, Senin (22/6), mengatakan, pencabutan surat izin usaha perikanan (SIUP) itu atas dasar analisis dan evaluasi yang dilakukan Tim Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Pemberantasan Perikanan Ilegal, Tidak Dilaporkan, dan Tidak Diatur (IUU Fishing). Sebelumnya, pihaknya juga telah mencabut SIUP PT Pusaka Benjina Resources, anak perusahaan Pusaka Benjina Group.

Beberapa modus kejahatan yang dilakukan grup usaha perikanan itu hampir serupa, antara lain registrasi ganda (double registered) kapal buatan luar negeri di Indonesia dan negara asal kapal, mempekerjakan anak buah kapal (ABK) dan nakhoda asing, serta tidak mengaktifkan sistem monitor kapal (VMS) dan sistem pelacakan otomatis.

Indikasi kejahatan lainnya, pelanggaran wilayah penangkapan ikan (fishing ground), alih muatan kapal (transshipment), tidak mendaratkan ikan di pelabuhan pangkalan, serta penggunaan alat tangkap terlarang berupa pukat harimau (trawls).

Ketua Tim Satgas Pencegahan dan Pemberantasan IUU Fishing Mas Achmad Santosa mengungkapkan, 15 perusahaan dari 4 grup yang dicabut SIUP-nya itu masuk kategori 46 perusahaan perikanan dengan pelanggaran paling serius, meliputi kejahatan perikanan dan kejahatan yang terkait dengan perikanan. Hasil kajian belum mencakup kesesuaian pembayaran pajak.

Beberapa indikasi tindak pidana antara lain perdagangan manusia, pemalsuan dokumen, penyiksaan, upah pekerja di bawah batas minimum, diskriminasi upah antara ABK Indonesia dan ABK asing, serta mempekerjakan ABK di bawah umur.

“Setelah SIUP dicabut, penegakan hukum dengan sanksi pidana akan diterapkan melalui koordinasi dengan semua instansi yang terkait,” ujar Mas Achmad.

Kerugian besar

Menurut Susi, kejahatan perikanan yang dilakukan perusahaan-perusahaan perikanan menimbulkan kerugian negara hampir 20 miliar dollar AS per tahun. Pihaknya akan memproses hukum semua perusahaan yang terindikasi melakukan kejahatan. Ikan tangkapan akan disita dan dilelang oleh negara untuk menyelesaikan kewajiban terutang perusahaan kepada negara. Dari delapan perusahaan yang melakukan pelanggaran, jumlah ikan yang sudah disita negara mencapai 13.200 ton.

“Indonesia tidak perlu utang luar negeri jika semua hasil perikanan bisa kita selamatkan,” ujar Susi.

Analisis dan evaluasi perusahaan perikanan dilaksanakan seiring moratorium izin usaha kapal ikan buatan luar negeri sejak November 2014. Analisis dan evaluasi mencakup 1.132 kapal ikan buatan luar negeri milik 187 perusahaan.

Secara terpisah, Direktur Pusaka Benjina Resources Ahmad Jauzi mengatakan, perusahaan sudah berhenti beroperasi. Saat ini, sekitar 60 persen karyawan sudah dirumahkan dan ABK asing sudah pulang. “Praktis tidak ada kegiatan lagi. Kami sedang mempelajari keputusan pemerintah,” katanya.

Manajer Operasional Dwikarya Reksa Abadi Lin Yong Biao mengatakan, pihaknya masih menunggu keputusan pemerintah terkait perusahaan. Sejak pemberlakuan moratorium, perusahaan itu sudah tidak bisa beroperasi. Jika pencabutan SIUP dilakukan, operasi perusahaan berhenti total.

“Kalau (SIUP) dicabut, mana mungkin perusahaan masih bisa beroperasi. Dampaknya, karyawan terkena pemutusan hubungan kerja,” ucap Lin.

Susi mengatakan, pihaknya sudah mempersiapkan sejumlah skema untuk mengantisipasi dampak sosial yang ditimbulkan akibat penutupan SIUP. Di samping itu, ada kerja sama dengan Perum Perikanan Indonesia (Perindo) untuk menampung ikan tangkapan nelayan lokal yang selama ini memasok ikan ke perusahaan. (LKT)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: