Dua Maskapai Dibekukan, 13 Ekuitasnya Negatif


PENERBANGAN

JAKARTA, KOMPAS — Kementerian Perhubungan membekukan dua maskapai penerbangan, Asco Nusa Air dan Air Maleo, karena tidak memenuhi standar kelaikan keselamatan. Kementerian juga minta 13 maskapai penerbangan untuk segera menambah modal, karena saat ini ekuitasnya negatif.

Perusahaan yang harus menambah modal itu adalah Indonesia Air Asia, Cardig Air, Transwisata Prima Aviation, Eastindo Services, Survai Udara Penas, Air Pasifik Utama, Johnlin Air Transport, Asialink Cargo Airlines, Ersa Eastern Aviation, Tri-MG Intra Airlines, Nusantara Buana Air, Manunggal Air Service, dan Batik Air.

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan, kecukupan modal bagi sebuah perusahaan sangat penting agar perusahaan itu bisa beroperasi secara normal. “Saya beri waktu hingga 31 Juli untuk menambah modal. Jika tidak bisa, izin operasionalnya akan dibekukan,” kata Jonan di Jakarta, Rabu (1/7).

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga menyurati dua maskapai, yakni Air Maleo dan Purawisata Baruna, yang belum memenuhi jumlah kepemilikan pesawat seperti yang diamanatkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan.

“Jika tidak memenuhi syarat ini, per tanggal 1 Juli 2015, izinnya akan kami cabut,” kata Jonan.

Mengenai perusahaan yang ekuitasnya negatif, Direktur Angkutan Udara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Moh Alwi mengatakan, kekurangan modal 13 perusahaan itu berbeda-beda. “Ada yang kurangnya hanya Rp 1 miliar, tetapi ada juga yang mencapai triliunan rupiah,” kata Alwi.

CEO Lion Group Edward Sirait mengatakan, pihaknya segera memenuhi kecukupan modal untuk Batik Air. “Segera dalam waktu dekat modalnya kami penuhi,” ujar Edward.

Sekretaris Perusahaan Indonesia Air Asia Audrey Petriny mengaku sedang mempersiapkan langkah untuk merekapitulasi ekuitas.

Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kementerian Perhubungan Musaffar Ismail menyatakan, audit Badan Penerbangan Sipil Dunia (ICAO) menunjukkan praktik penerbangan di Indonesia sudah membaik. “Sebelumnya, 45 persen praktik penerbangan yang sesuai standar ICAO, pada Juni lalu, 61 persen,” katanya. (ARN)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 2 Juli 2015, di halaman 17 dengan judul “Dua Maskapai Dibekukan, 13 Ekuitasnya Negatif”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: