Kapal Ikan Ilegal Diumumkan


Paling punya groupnya Taipan Burhan Uray

Sebuah Grup Larikan Armadanya ke Papua Niugini

JAKARTA, KOMPAS — Pemerintah kembali mencabut izin empat perusahaan perikanan, serta izin penangkapan ataupun pengangkutan ikan dari 8 perusahaan karena indikasi kuat pelanggaran administrasi hingga kejahatan perikanan. Dengan demikian, tercatat 16 perusahaan perikanan yang dicabut izin usahanya dari evaluasi 187 perusahaan.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di Jakarta, Kamis (1/7), mengemukakan, analisis dan evaluasi perusahaan perikanan masih terus berlangsung dan tidak menutup kemungkinan terus bertambah perusahaan yang dicabut surat izin usaha perikanan (SIUP), surat izin penangkapan ikan (SIPI), dan surat izin kapal pengangkut ikan (SIKPI).

Empat perusahaan perikanan yang dicabut izinnya itu meliputi PT Sino Indonesia Shunlida Fishing, PT S&T Mitra Mina Industri, PT Sumber Laut Utama, dan PT Maju Bersama Jaya. Pencabutan SIUP didasarkan indikasi modus kejahatan, antara lain penyelundupan barang, pemalsuan dokumen, penangkapan ikan tanpa izin, alih muatan kapal, serta pelanggaran hukum berulang kali.

“Perusahaan perikanan yang dicabut SIUP-nya seharusnya masuk daftar hitam. Tidak boleh beroperasi lagi,” ujar Susi.

Sementara itu, sebanyak 52 SIPI dan SIKPI dari delapan perusahaan yang dicabut antara lain PT Era Sistem Informasindo, PT S&T Mitra Mina Industri, PT Maju Bersama Jaya, PT Sumber Laut Utama, PT Minatama Mutiara, PT Anugerah Bahari Berkat Abadi, PT Ombre Lines, dan PT Indojurong Fishing Industry.

Adapun sebanyak 85 SIPI ataupun SIKPI dari 8 perusahaan yang sudah tidak aktif dinyatakan tidak akan diperpanjang. Sementara empat SIPI/SIKPI dari PT Ocean Mitramas dibekukan sambil menunggu analisis dari kementerian keuangan.

Analisis dan evaluasi perusahaan perikanan dilaksanakan seiring moratorium izin usaha kapal ikan buatan luar negeri sejak November 2014. Analisis dan evaluasi mencakup 1.132 kapal ikan buatan luar negeri milik 187 perusahaan. Hingga kini, evaluasi baru dilaksanakan terhadap 30 perusahaan. Total SIPI dan SIKPI perusahaan yang dicabut berjumlah 152 izin.

Susi mengemukakan, analisis dan evaluasi akan terus dilakukan untuk menjerat perusahaan perikanan yang melakukan pelanggaran administrasi hingga kejahatan perikanan. Persoalannya, kerap sulit menjerat pemilik perusahaan karena pemilik tidak tercatat dalam struktur jabatan petinggi perusahaan.

“Mereka ini ibarat konglomerat hantu. Berkuasa di balik layar, tidak tertulis,” kata Susi.

Sebelumnya, pemerintah juga mencabut SIUP milik PT Dwikarya Reksa Abadi dan PT Aru Samudera Lestari (Dwikarya Group), PT Jaring Mas, PT Tanggul Mina Nusantara, PT Hadidgo, PT Thalindo Arumina Jaya, dan PT Biota Indo Persada (Mabiru Group), serta PT Pusaka Bahari, PT Pusaka Benjina Resources, PT Pusaka Benjina Nusantara, dan PT Pusaka Benjina Armada (Benjina Group).

Susi mengemukakan, pemerintah tidak akan memutihkan perusahaan yang terbukti terkait perikanan ilegal, tidak dilaporkan dan tidak diatur (IUU Fishing). Kapal-kapal ikan eks asing yang ilegal tidak boleh diperjualbelikan di dalam negeri guna mencegah pelanggaran baru, yakni kapal berganti kepemilikan tetapi pemodalnya sama. Di samping bekerja sama dengan Interpol melakukan pendataan seluruh kapal yang bermasalah agar tidak bisa beroperasi di luar negeri.

Ketua Satuan Tugas Pencegahan dan Pemberantasan Perikanan Ilegal Tidak Dilaporkan dan Tidak Diatur Mas Achmad Santosa mengungkapkan, 33 kapal ikan milik satu grup perusahaan di Maluku yang sudah dicabut SIPI-nya dilarikan ke Papua Niugini, dan berganti nama menjadi kapal Thailand. Pihaknya segera berkoordinasi dengan Pemerintah Papua Niugini untuk menindak kapal itu. (LKT)

One Comment to “Kapal Ikan Ilegal Diumumkan”

  1. Semoga ibu susi bisa menghentikan perusahaan yang terbukti mencuri ikan dari perairan indonesia.. dan memang semua pihak perlu bersinergi untuk mendukung apa yang sudah dilakukan oleh ibu susi. ini terbukti setelah banyak perusahaan bodong di berhentikan izinnya stok ikan di indonesia cukup dan harga nya bisa lebih murah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: