Standar Penanganan Krisis di Bandara Tidak Ada


Konyol !

Fasilitas Publik Kerap Terbakar

JAKARTA, KOMPAS — Setelah pasar di beberapa daerah, mal, dan bus transjakarta berikut haltenya, kini salah satu fasilitas publik di Bandar Udara Soekarno-Hatta terbakar. Kementerian Perhubungan meminta agar bandara ini segera memiliki standar operasi penanganan krisis.

Ribuan  calon penumpang tertahan di pintu masuk Terminal 2 setelah JW Sky Lounge di Terminal 2E Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, terbakar Minggu (5/7) pagi. Akibat kebakaran itu, sekitar 80 penerbangan mengalami penundaan karena sistem check-in  penumpang terganggu.
KOMPAS/TOTOK WIJAYANTORibuan calon penumpang tertahan di pintu masuk Terminal 2 setelah JW Sky Lounge di Terminal 2E Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, terbakar Minggu (5/7) pagi. Akibat kebakaran itu, sekitar 80 penerbangan mengalami penundaan karena sistem check-in penumpang terganggu.

Setidaknya, menurut data Kementerian Perdagangan, sudah 48 pasar terbakar. Beberapa di antaranya terbakar tahun ini, seperti pasar di Solo, Wonosobo, Balikpapan, Tasikmalaya, dan Semarang. Dua mal di Jakarta juga terbakar dan sejak 2013 sudah sembilan bus transjakarta yang dilalap api.

Minggu (5/7) pagi, salah satu bagian dari Bandara Soekarno-Hatta terbakar. Kebakaran juga bukan hal baru di bandara internasional ini. Tahun 2014, gerai makanan cepat saji dan panel listrik yang berada di ujung area perkantoran Lantai I Terminal 2F bandara terbakar. Gerai makanan cepat saji saat itu terbakar karena kompor listrik bermasalah. Selain itu, bandara ini juga pernah mengalami masalah, seperti listrik padam hingga kerusakan menara pengendali lalu lintas udara.

Dari oven listrik

Kebakaran kemarin terjadi di JW Sky Lounge di Terminal 2E Bandara Soekarno-Hatta, sekitar pukul 05.50. Kapolres Bandara Komisaris Besar CH Pattopoi mengatakan, polisi sudah melakukan olah tempat kejadian. Dalam penyelidikan sementara, api diduga berasal dari oven listrik yang berada di JW Sky Lounge. Sejak pukul 03.00, sudah ada dua karyawan yang bekerja di tempat itu. Mereka mempersiapkan tempat itu sebelum dibuka.

“Sekitar pukul 05.50, mereka melihat ada percikan api dari oven listrik. Mereka lalu melaporkan kepada petugas,” ujar Pattopoi.

KOMPASTVBandara Internasional Soekarno-Hatta dilanda kebakaran, tepatnya di terminal 2 keberangkatan internasional. Kebakaran yang melanda terminal 2E di Area JW Lounge, berdampak pada pemutusan aliran listrik di terminal ini. Dampak dari pemutusan aliran listrik ini menghambat 30 jadwal penerbangan.

Petugas pemadam kebakaran mengatakan, api dengan mudah menjalar ke seluruh area JW Sky Lounge karena beberapa material interior terbuat dari polimer yang mudah terbakar.

Lima mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api. Sekitar pukul 07.30, api dapat dipadamkan. Namun, listrik belum sepenuhnya dihidupkan untuk menghindari gangguan lebih parah.

Semua penumpang di Terminal 2 sempat dievakuasi ke luar. Baru pada pukul 09.30, pintu gerbang dibuka kembali setelah api padam. Meski demikian, gerbang 3 Terminal 2E masih belum bisa digunakan. Penumpang keberangkatan internasional dipindahkan ke Terminal 2D. Penumpang Lion Air dan Malindo Air dipindahkan ke Terminal 3. Pada pukul 14.30, gerbang 3 di Terminal 2E sudah dioperasikan.

Tak menghargai

Melihat kerapnya kasus kebakaran di berbagai fasilitas publik, praktisi manajemen penilaian risiko keamanan dan keselamatan Haryoko R Wirjosoetomo mengatakan, masalah terbesar adalah baik pengelola maupun pengguna fasilitas itu belum mehargai masalah keamanan dan keselamatan.

Ribuan  calon penumpang tertahan di pintu masuk Terminal 2 setelah JW Sky Lounge di Terminal 2E Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, terbakar Minggu (5/7) pagi. Akibat kebakaran itu, sekitar 80 penerbangan mengalami penundaan karena sistem check-in  penumpang terganggu.
KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO
Pemadam kebakaran berusaha memadamkan kebakaran di lounge atau ruang tunggu di terminal 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Minggu (5/7). Kejadian diperkirakan terjadi pukul 06.15 sehingga menyebabkan aktivitas keberangkatan pesawat dan penumpang dihentikan sementara.
KOMPAS/HELENA F NABABAN

Menurut Haryoko, masalah tersebut masih dianggap sebagai masalah sepele. “Coba pertanyakan berapa kali latihan penyelamatan di bandara, pasar, dan bus? Apakah ada latihan yang memadai? Bagaimana dengan pengguna dan masyarakat sekitar, apakah paham soal keselamatan dan keamanan? Kejadian itu merupakan kejadian kecil, tetapi terlihat kelimpungan saat penanganan,” katanya.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Suprasetyo menuturkan, berdasarkan audit Kementerian Perhubungan, instalasi listrik di Bandara Soekarno-Hatta memang sudah tua dan perlu direvitalisasi. Pasalnya, sejak beroperasi tahun 1987, instalasi listrik di bandara ini belum direvitalisasi.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II Budi Karya Sumadi menargetkan, revitalisasi instalasi listrik di Bandara Soekarno-Hatta selesai pada tahun 2016. “Saya sudah buat desainnya untuk seluruh revitalisasi bandara. Semuanya akan dilakukan pada akhir 2016, tetapi khusus untuk listrik akan dikerjakan lebih awal,” ujar Budi.

Pemadam kebakaran berusaha memadamkan kebakaran di lounge atau ruang tunggu di terminal 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Minggu (5/7). Kejadian diperkirakan terjadi pukul 06.15 sehingga menyebabkan aktivitas keberangkatan pesawat dan penumpang dihentikan sementara.
KOMPAS/HELENA F NABABAN
Penumpang pesawat Garuda Indonesia dengan berbagai tujuan domestik dan internasional menumpuk di luar gedung Terminal 2F Bandar Udara Soekarno Hatta, Jakarta, Minggu (5/7). Sejumlah penerbangan Garuda tertunda akibat kebakaran di dalam gedung Terminal Keberangkatan 2E bandara. Kebakaran di JW Lounge diduga karena hubungan arus pendek.
KOMPAS/JUMARTO YULIANUS

Standar operasi tak ada

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan ketika dihubungi mengatakan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan menerjunkan tim gabungan untuk memeriksa kelaikan semua gerai komersial yang diusahakan PT Angkasa Pura II. Mulai hari ini mereka akan memastikan bahwa semua gerai komersial memenuhi standar keamanan dan keselamatan yang sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan.

Ditjen Perhubungan Udara, menurut Ignasius Jonan, akan memberikan teguran kepada PT Angkasa Pura II untuk membuat prosedur standar operasi dalam penanganan krisis. Standar itu harus memperoleh sertifikasi ISO yang relevan dalam enam bulan ke depan. “Kementerian Perhubungan menyayangkan tidak adanya standar itu dalam penanganan krisis yang terjadi pada sisi darat yang menjadi domain PT Angkasa Pura II,” katanya.

Direktur utama Garuda Indonesia Arif Wibowo mengatakan, akibat kebakaran, setidaknya 80 penerbangan mengalami penundaan.

“Kami menggunakan pesawat Boeing 747 seri 400 dengan kapasitas 420 penumpang untuk menangani penundaan. Dengan pesawat ini, kami bisa menampung penumpang dari 3-4 penerbangan,” ujarnya. Pada pukul 17.00 penerbangan Garuda mulai pulih.

Adapun penerbangan internasional lain yang mengalami keterlambatan akibat peristiwa ini adalah China Southern, Xiamen Air, dan Malaysia Airlines. Penundaan keberangkatan dari bandara luar negeri juga terjadi pada beberapa maskapai.

(B06/B12/DEA/JUM/APO/NIK/ARN/MAR)

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: