Film, Aplikasi, dan Musik Jadi Prioritas


Jakarta, KompasBadan Ekonomi Kreatif menjadikan subsektor ekonomi kreatif, yaitu film, aplikasi, dan musik, menjadi salah satu program prioritas. Upaya memajukan ketiga subsektor tersebut akan dilakukan lintas kementerian atau lembaga dan komunitas terkait.

Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf menyampaikan hal itu seusai konferensi pers “IDByte 2015 dan Bubu Awards Volume 9”, Rabu (8/7), di Jakarta. “Untuk aplikasi, kami menggandeng Bubu.com, perusahaan pengembangan laman dan internet yang telah berkecimpung di bisnis digital sejak 1996. Inkubasi harus mampu memberikan edukasi dan akses jaringan kepada mentor ataupun perusahaan teknologi informasi global, seperti di Silicon Valley, Amerika Serikat,” ujar Triawan.

Selama beberapa bulan terakhir, tambah Triawan, Badan Ekonomi Kreatif berdiskusi dengan kementerian atau lembaga teknis. Hasilnya, belum ada integrasi antar-regulasi yang mendukung bisnis setiap subsektor ekonomi kreatif.

Misalnya, di bidang musik, masih banyak pembajakan lagu belum banyak disadari sebagai pelanggaran norma. Hal ini disebabkan pembajakan hanya masuk kategori delik aduan di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Persoalan ini diatasi dengan penandatanganan kerja sama antara badan dan kementerian untuk integrasi regulasi.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menyebutkan, pemerintah daerah harus mampu mengakomodasi produk-produk ekonomi kreatif. Dalam hal aplikasi, anak muda Bandung dikenal mampu menciptakan karya yang tidak kalah bersaing.

“Pemerintah Kota Bandung bahkan telah menggunakan 200 aplikasi buatan mereka untuk solusi kebutuhan masyarakat,” katanya. Ia mencontohkan, saat ini, proses mengurus perizinan dilakukan dalam jaringan. Cara itu juga meminimalkan potensi korupsi.

Pemerintah Bandung, kata Ridwan Kamil, sedang membangun kawasan Bandung Technopolis yang memungkinkan ekosistem digital berkembang.

Chief Executive Officer sekaligus Founder Bubu.com Shinta W Dhanuwardoyo menyebutkan, Sumber daya manusia Indonesia dinilai berpotensi. Akan tetapi, masih kerap terhambat dalam pemasaran. (MED)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: