Pelindo akan Gaungkan Misi Maritim Indonesia


HAMBURG, JERMAN Asosiasi Pelabuhan dan Dermaga Internasional menggelar World Ports Conference ke-29 di Hamburg, Jerman, pada 1-5 Juni 2015. Dalam konferensi tersebut, PT Pelabuhan Indonesia I, II, III, dan IV (Persero) akan memperkenalkan misi maritim Indonesia ke dunia.

Petugas di ruang kontrol   Automatic Stacking Crane (ASC) Terminal Multipurpose Teluk Lamong, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (19/5). Pelindo akan menggaungkan misi maritim Indonesia, terutama tol laut, dalam World Ports Conference ke-29 di Hamburg, Jerman, 1-5 Juni 2015.
KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTAPetugas di ruang kontrol Automatic Stacking Crane (ASC) Terminal Multipurpose Teluk Lamong, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (19/5). Pelindo akan menggaungkan misi maritim Indonesia, terutama tol laut, dalam World Ports Conference ke-29 di Hamburg, Jerman, 1-5 Juni 2015.

Asosiasi Pelabuhan dan Dermaga Internasional (IAPH) beranggotakan 180 pelabuhan dan 140 usaha lain yang berkaitan dengan kepelabuhan di 90 negara. IAPH menangani lebih dari 60 persen perdagangan laut dan hampir 80 persen lalu lintas kontainer dunia.

PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I, II, III, dan IV merupakan perusahaan yang menjadi anggota IAPH. Direktur Utama PT Pelindo II RJ Lino terpilih sebagai Wakil Presiden IAPH Regio Asia dan Oceania.

RJ Lino, Senin (1/6), mengatakan, Pelindo akan menggaungkan misi maritim Indonesia, terutama tol laut, dalam konferensi pelabuhan tingkat dunia tersebut. Sejumlah pembangunan pelabuhan tengah dan akan dilakukan Pelindo, seperti terminal New Tanjung Priok, angkutan peti kemas melalui kanal Priok-Bekasi-Cikarang, Pelabuhan Sorong, dan 35 pelabuhan perintis di Indonesia.

“Ke depan, kami ingin mengurangi durasi waktu bongkar muat barang di pelabuhan dan membangun kembali 35 pelabuhan perintis sebagai penopang pelabuhan-pelabuhan utama,” kata dia.

Pelindo, lanjut Lino, juga bekerja sama dengan Universitas KLU, Hamburg, untuk meningkatkan kemampuan karyawan pelabuhan di bidang logistik. Pada tahun lalu, tidak hanya karyawan Pelindo yang dikirim, tetapi juga sejumlah karyawan dari instansi lain terkait dengan kepelabuhan.

“Kami tidak ingin membangun infrastruktur saja, tetapi juga sumber daya manusia dari beberapa instansi terkait kepelabuhan. Kami berharap mereka mempunyai kapasitas yang sama sehingga bisa mengembangkan pelabuhan di Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Konsul Jenderal Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hamburg Sylvia Arifin mengemukakan, KJRI Hamburg juga turut melaksanakan visi maritim pemerintahan baru. KJRI Hamburg akan berupaya meningkatkan perdagangan, investasi, dan wisata Indonesia sebesar 8 persen selama 5 tahun ke depan.

“Selama ini, nilai investasi Jerman di Indonesia masih terlalu kecil, yaitu 50,1 juta dollar AS. Kami akan berupaya menaikkannya sebesar 2 persen,” ujarnya.

Suasana  lokasi tempat bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (2/3).
KOMPAS/TOTOK WIJAYANTOSuasana lokasi tempat bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (2/3).

Menurut Sylvia, KJRI Hamburg juga tengah menjajaki peluang kerja sama dengan pelabuhan-pelabuhan di wilayah KJRI Hamburg. Kerja sama itu antara lain meliputi peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penerapan energi angin dan panas matahari untuk sistem kelistrikan pelabuhan, dan sister port.

“Di Hamburg dan Bremerhaven, tenaga listrik bersumber dari kincir angin dan tenaga surya. Pelabuhan-pelabuhan itu juga hanya membutuhkan waktu 1 jam untuk membongkar muat barang,” ujarnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: