Mangkrak 9 Tahun, Proyek Tol Ini Mulai Dikerjakan Agustus 2015


Dana Aditiasari – detikfinance
Selasa, 16/06/2015 09:20 WIB
Halaman 1 dari 2
Mangkrak 9 Tahun, Proyek Tol Ini Mulai Dikerjakan Agustus 2015Ilustrasi (Foto: dok.detikFinance)
Jakarta -Jalan Tol Pemalang-Batang dan Batang-Semarang ditargetkan bisa mulai dikerjakan pembangunan konstruksinya pada Agustus 2015. Dua ruas jalan tol ini sudah mangkrak hingga 9 tahun lamanya sejak tahun 2006, akibat proses pembebasan lahan yang tak kunjung tuntas.

“Agustus target kita bisa dikerjakan konstruksinya,” ujar Direktur Bina Teknik Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Subagyo, ditemui detikFinance di kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Senin (15/6/2015).

Kepercayaan dirinya ini muncul, karena proses pembebasan lahan yang selama ini terbengkalai dan berlarut-larut, saat ini sudah mulai menunjukkan titik terang.

“Bidang-bidang tanah di sepanjang area yang bakal dilalui jalan tol sudah diukur. Masyarakat sukarela menyerahkan tanahnya untuk diukur, untuk melakukan penghitungan,” jelas dia.

Pengukuran bidang tanah ini, kata Subagyo, punya arti penting bagi kelangsungan proyek ini. Karena, sebelumnya tim pembebasan tanah tidak bisa melakukan penghitungan nilai tanah yang akan dibebaskan, akibat tidak ada dasar luar tanah yang sudah diukur sebelumnya.

Untuk itu, subagyo mengucapkan terima kasih ke pada warga yang telah sadar akan pentingnya program pembangunan jalan tol ini, dan bersedia tanahnya diukur untuk dibebaskan.

Kesediaan warga ini didukung dengan telah disampaikannya, melalui surat persetujuan penetapan lokasi pembangunan dua Ruas Jalan Tol tersebut oleh Gubernur Jawa Tengah

“Warga sangat sadar pentingnya proyek ini, sehingga mereka bersedia tanahnya diukur, kami sangat berterima kasih. Selanjutnya, tim apraisal akan melakukan penilaian tanah yang sudah diukur. Ditargetkan pembayaran bidang tanah bisa tuntas sebelum Hari Raya,” papar Subagyo.

Selain tanah milik warga, tambah Subagyo, saat ini pun sudah ada 90 hektar tanah PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX, yang telah diserahkan kepada pemerintah. “Sudah ada surat penyerahan dari PTPN, jadi kami tinggal membayar. Selain itu, sudah ada tanah 14 km yang terbebaskan, itu juga siap dikerjakan,” katanya.

“Khusus untuk seksi pekerjaan yang ada tanah PTPN-nya, itu langsung pekerjaan dapat dilakukan. Karena dengan luas 90 hektar, dia (tanah PTPN) sudah menyumbang 60% luas lahan yang diperlukan. Ditambah tanah lain milik warga 75% bisa dicapai,” sambung dia.

Menurutnya, dengan kesiapan lahan dari PTPN IX dan juga sejumlah lahan lainnya yang terbebaskan hingga Juli mendatang, groundbreking kedua ruas tol tersebut dapat segera dilakukan pada Agustus.

“Dengan pembebasan itu, sebelum Hari Raya seluruh seksi pekerjaan status tanahnya sudah di atas 75%. Kami akan langsung panggil investornya untuk mulai pekerjaan konstruksinya. Ditambah proses lelang dan sebagainya, Agustus kita sudah bisa mulai pekerjaan konstruksinya,” jelas dia.

Ruas Pemalang-Batang sepanjang 39,2 km dan terdiri dari seksi pekerjaan, saat ini ditangani oleh PT Pemalang Batang Toll Road selaku investor. Biaya investasi untuk ruas ini mencapai Rp 4,08 triliun, dengan masa konsesi 45 tahun.

Penandatanganan PPJT ruas ini telah dilakukan pada Juli 2006 dan diperbaharui pada Juli 2011, namun belum mulai dikerjakan hingga saat ini.

Sementara itu, ruas tol Batang-Semarang sepanjang 75 km yang terdiri dari 5 seksi, ditangani oleh PT Marga Setia Puritama. Investasi tol ini mencapai Rp 7,23 triliun dengan masa konsesi 45 tahun.

Ruas ini pun telah ditandatangani PPJT-nya pada Juli 2006, dan diperbaharui pada Februari 2013, tetapi juga belum dikerjakan.

Kedua ruas tersebut semula ditargetkan dapat beroperasi penuh pada 2017. Namun dengan menimbang realisasi pekerjaan hingga saat ini, keduanya ditargetkan dapat beroperasi penuh pada akhir 2018 atau awal 2019.‎

Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu Dikebut Setelah Mangkrak 17 Tahun

Dana Aditiasari – detikfinance
Selasa, 14/07/2015 09:42 WIB
Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu Dikebut Setelah Mangkrak 17 Tahun
Jakarta -Setelah mangkrak 17 tahun lamanya sejak tahun 1998 akibat krisis moneter (krismon), jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) sepanjang 21 km kembali dikebut mulai 2014. Pekerjaan fisik kembali dimulai.

Berdasarkan informasi di situs resmi PT Waskita Karya (Persero) yang dikutip detikFinance, Selasa (14/7/2015), saat ini pekerjaan tengah fokus pada pemancangan tiang beton yang akan menjadi struktur penopang utama jalan layang tol yang membentang di atas Sungai Kalimalang ini.

Sejak dimulainya pekerjaan lanjutan pada Desember 2014, hingga saat ini telah berdiri tiang pancang di 7.563 titik dari mulai kawasan Jakasampurna, Bekasi hingga ke Cipinang Melayu, Jakarta Timur, tepatnya di depan Kampus Borobudur. Pencapaian itu setara dengan 13,9% dari total bobot pekerjaan kosntruksi jalan tol.

Menengok sekilas ke belakang, jalan tol ini dimulai pembangunannya pada tahun 1996. Sayang akibat krisis moneter di 1998 atau dua tahun setelah dimulai pembangunannya, pekerjaan jalan tol ini terpaksa terhenti.

Sejak saat itu, jalan tol ini seolah jadi proyek gagal tak jelas kelanjutannya. Beberapa tiang pancang yang sempat terbangun di pinggir sungai Kalimalang tampak terlantar begitu saja.

Beruntung, pada 2014 pemerintah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono lewat Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yang dipimpin Menteri PU Djoko Kirmanto saat itu, berinisiatif melanjutkan pekerjaan pembangunan jalan tol ini.

Baru pada Desember 2014 di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) lewat Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono pekerjaan fisik konstruksi bisa benar-benar dilakukan.

Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) alias pengelola jalan tol ini adalah PT Kresna Kusuma Dyandra Marga, yang 60% sahamnya dimiliki oleh PT Waskita Toll Road, anak usaha dari PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Jalan tol Becakayu direncanakan bakal menelan biaya investasi hingga Rp 7,2 triliun. Dana tersebut diperlukan untuk membiayai kegiatan konstruksi sebesar Rp 4,785 triliun, sementara biaya pembebasan tanah sebesar Rp 449 miliar. Masa konsesi jalan tol ini adalah 45 tahun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: