Dirjen di Kemendag Jadi Tersangka


KASUS IZIN EKSPOR-IMPOR

JAKARTA, KOMPAS — Kepolisian Daerah Metro Jaya menetapkan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Partogi Pangaribuan sebagai tersangka tindak pidana korupsi dan pencucian uang. Penetapan ini sebagai tindak lanjut polisi dalam kasus waktu bongkar muat barang atau dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Sebelumnya polisi juga sudah menetapkan tiga tersangka dalam kasus ini. “Dari hasil pemeriksaan, saya yakin akan ada penambahan tersangka,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Mudjiono di Jakarta, Kamis (30/7).

Mudjiono juga memastikan, selain menjerat tersangka dengan kasus suap dan gratifikasi, penyidik juga akan menjerat mereka dengan pasal mengenai tindak pidana pencucian uang. “Ada tiga tindak pidana, masalah suap, gratifikasi, dan pencucian uang,” ujarnya.

Tiga tersangka yang telah ditetapkan sebelumnya adalah IM, pejabat di Direktorat Jenderal (Ditjen) Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag); MU, pegawai honorer di Kemendag; dan ME (sebelumnya disebut N) dari pihak swasta. “Dua orang sudah ditahan, yakni MU dan ME,” kata Mudjiono.

Polisi juga sudah meminta pencegahan bepergian ke luar negeri terhadap tiga pejabat Ditjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan. Menurut Kepala Bagian Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar M Iqbal, tiga pejabat itu adalah Partogi, Thamrin L (Direktur Impor Ditjen Daglu), dan Imam Aryanta (Kasubdit Barang Modal Bukan Impor Ditjen Daglu).

Terkait tersangka IM yang masih di luar negeri, Iqbal menyebutkan akan dilakukan upaya paksa jika yang bersangkutan tidak segera pulang. “Kami mempunyai kerja sama yang baik dengan pihak Interpol,” katanya.

Menurut Mudjiono, terkait kasus ini, penyidik juga memeriksa mantan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri sebagai saksi. “Kami periksa dari pukul 10.00. Setelah hasil pemeriksaan, baru ditentukan langkah berikutnya,” kata Mudjiono.

Selain mengusut kasus di Kementerian Perdagangan, Polda Metro Jaya juga sedang menyelidiki kasus yang terjadi di Pelabuhan Tanjung Priok.

“Ada 18 kementerian dan instansi yang akan kami dalami sehubungan dengan kasus yang kami tangani,” tutur Mudjiono.

Mudjiono menegaskan, kasus ini pasti merembet ke kementerian lain karena semua saling terkait dalam pengurusan perizinan ekspor-impor yang menyebabkan karut-marut pelayanan di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta. “Pasti akan ada tersangka lain,” ujarnya.

Secara terpisah, Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri Komisaris Jenderal Budi Waseso menegaskan, penanganan kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait waktu bongkar muat barang di Tanjung Priok akan tetap ditangani Polda Metro Jaya.

Mutasi karyawan

Secara terpisah Kementerian Perdagangan akan memperketat pengawasan dan memutasi pegawai pelayanan perizinan setelah kasus dugaan korupsi ini terungkap. Hal itu bertujuan untuk menutup celah di bidang perizinan yang berpotensi terjadi korupsi.

Menteri Perdagangan Rachmat Gobel mengatakan, selama ini, regulasi dan sistem perizinan sudah ada “Tinggal komitmen dan kedisiplinan untuk melaksanakan regulasi dan sistem itu yang belum jalan,” kata Rachmat Gobel.(HEN/RAY/SAN)

 

=================

Dirjen Perdagangan Luar Negeri Dijerat Pasal Pencucian Uang

Jakarta, Kompas Satgas Khusus Polda Metro Jaya menjerat Dirjen Perdagangan Luar Negeri (non-aktif) Partogi Pangaribuan dengan pidana pencucian uang selain penyuapan terkait perizinan ekspor-impor yang membuat waktu bongkar muat lama di Pelabuhan Tanjung Priok. Polisi masih mendalami aliran dana dari kejahatan tersebut.

Polisi  berjaga saat penggeledahan rumah Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (non-aktif) Partogi Pangaribuan di Perumahan Mas Naga, Bintara Jaya, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (31/7). Partogi menjadi tersangka tindak pidana korupsi dan pencucian uang kasus waktu bongkar muat barang atau dwellingtime di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.
KOMPAS/PRIYOMBODOPolisi berjaga saat penggeledahan rumah Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (non-aktif) Partogi Pangaribuan di Perumahan Mas Naga, Bintara Jaya, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (31/7). Partogi menjadi tersangka tindak pidana korupsi dan pencucian uang kasus waktu bongkar muat barang atau dwellingtime di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

”Dalam proses pemeriksaan, penyidik sedang memeriksa lebih dari 12 jam Dirjen Perdagangan Luar Negeri nonaktif, PP (Partogi Pangaribuan), penyidik menyimpulkan ditetapkan sebagai tersangka,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Mohammad Iqbal, Kamis (30/7) sekitar pukul 23.50 tengah malam.

Tersangka dijerat dengan pasal berlapis. ”Kepada tersangka kami jerat dengan Pasal 3 dan 6 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2002 tentang TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang) sebagaimana diubah dengan UU No 25/2003 dan Pasal 3, 4, 5 UU No 8/2010 tentang PP (Pencegahan dan Pemberantasan) TPPU, dan Pasal 5 Ayat 2, Pasal 11, Pasal 12, huruf ab, dan Pasal 12 huruf B UU No 31/1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” papar Iqbal.

Pengumuman penetapan tersangka itu dilakukan di sela-sela pemeriksaan. Yang bersangkutan diperiksa sejak Kamis dan masih berlangsung hingga Jumat dini hari.

Menurut Iqbal, pengusutan kasus tersebut adalah kerja tim Satuan Tugas Khusus yang dibentuk Polda Metro Jaya yang beranggotakan penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus, Direktorat Reserse Kriminal Umum, dan Polres Pelabuhan Tanjung Priok. Polisi sebelumnya telah menetapkan tiga tersangka, yaitu IM, pejabat anak buah Partogi; MU, seorang pegawai honorer di Kementerian Perdagangan; dan ME dari swasta.

”Ini adalah hasil kerja tim Satgas Khusus Metro Jaya dalam melakukan penyelidikan pada dugaan praktik melawan hukum pada proses dwelling time, pada pre-clearance, custom clearance, dan post-clearance. Dan, kita sudah menetapkan tiga tersangka, MU, ME, IM,” ujar Iqbal.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Mudjiono menambahkan, tim satgas saat ini tengah menyusuri ke mana saja aliran uang yang berasal dari tindakan kejahatan itu. ”Tentunya yang berkaitan dengan hasil kejahatannya akan kita telusuri, termasuk aset-asetnya apa saja,” kata Mudjiono.

Penetapan tersangka, menurut Mudjiono, setelah penyidik menyimpulkan bahwa alat bukti permulaan dan alat bukti sudah cukup yang berasal dari keterangan saksi dan alat bukti yang didapat pada waktu penggeledahan.

Rumah digeledah

Jumat siang, rumah Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (non-aktif) Partogi Pangaribuan digeledah oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya sebagai tindak lanjut dari penetapan tersangka kemarin.

Rumah Partogi di Kompleks Mas Naga, Jalan Gunung Gede 2, Nomor 594, RT 009/RW 012, Bintara Jaya, Bekasi Barat, Bekasi, Jawa Barat, itu digeledah mulai pukul 11.00 dan masih berlangsung hingga pukul 14.10.

KOMPASTVDirektur Jenderal Perdagangan Luar Negeri nonaktif Kementerian Perdagangan, Partogi Pangaribuan ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi dalam kasus dugaan suap proses ‘Dwelling Time’ peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Penyidik menilai peningkatan status partogi dari saksi menjadi tersangka layak dilakukan berdasarkan sinkronisasi alat bukti serta keterangan saksi. KOMPASTV

Saat penggeledahan dimulai, dua orang, perempuan dan laki-laki berusia muda, membukakan pagar kepada satuan Petugas Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya yang menangani kasus dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Tampak beberapa tetangga rumah Partogi ikut keluar rumah.

Rumah bertingkat dua tersebut bercat krem dengan pagar warna hitam. Tepat di sebelah kiri rumah, terdapat lahan kosong berukuran 17 meter x 7 meter yang diduga sebagai tempat parkir kendaraan keluarga Partogi. Di tempat itu terdapat sebuah mobil Honda CR-V berwarna abu-abu dengan pelat nomor B 304 WRA. Di depan rumah tampak mobil Honda HR-V merah berpelat nomor B 1220 TIQ.

Penggeledahan dipimpin langsung oleh Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Iwan Kurniawan.

Untung Sutrisno (34), tetangga tersangka, mengatakan, tersangka jarang bersosialisasi dengan tetangga sekitar. ”Beliau sepertinya sibuk, kan, pejabat,” katanya.

(B05)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: