10 Perjanjian Karya Diamandemen


Harga Batubara Menuju Level Normal yang Baru

JAKARTA, KOMPAS — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengamandemen 10 perjanjian karya pengusahaan pertambangan batubara. Amandemen diharapkan bisa mendorong efisiensi pengelolaan bisnis batubara dan meningkatkan penerimaan negara.

Tambang batubara adalah salah satu sektor yang turun sangat tajam dalam setahun terakhir karena harganya jatuh. Harga batubara yang pernah mencapai lebih dari 100 dollar AS per ton berangsur turun hingga sekitar 58 dollar AS per ton.

Selain karena permintaan energi dunia turun akibat pelambatan pertumbuhan ekonomi, penurunan harga batubara juga terjadi akibat sentimen negatif jatuhnya harga minyak mentah dunia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said bersama 10 perusahaan pemegang perjanjian karya pengusahaan pertambangan batubara (PKP2B) menandatangani amandemen kontrak, Rabu (5/8), di Jakarta. Amandemen dilakukan terhadap pasal-pasal yang tidak sesuai dengan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Amandemen tersebut juga dilakukan terhadap enam isu strategis.

Keenam isu strategis itu adalah luas wilayah kerja, kelanjutan operasi pertambangan, penerimaan negara, kewajiban pengolahan dan pemurnian, kewajiban divestasi, serta kewajiban penggunaan tenaga kerja, barang, dan jasa dalam negeri.

Sudirman menuturkan, pelambatan pertumbuhan ekonomi dunia dan pelemahan permintaan menjadi tantangan berat sektor pertambangan batubara.

“Namun, saat ini adalah momentum yang tepat untuk konsolidasi. Dulu, saat harga batubara melambung di atas 100 dollar AS per ton, margin yang diperoleh pengusaha tidak normal. Saat ini harga yang terbentuk sedang menuju level normal yang baru sehingga sektor ini harus bersiap,” kata Sudirman.

Penerimaan

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara ESDM Bambang Gatot Ariyono menjelaskan, negosiasi kontrak dilakukan terhadap 34 perusahaan pemegang kontrak karya dan 73 PKP2B. Diharapkan, pada Oktober mendatang, semua perusahaan pemegang kontrak karya dan PKP2B sudah menandatangani amandemen.

Bambang menambahkan, amandemen dilakukan terhadap perusahaan yang sudah memenuhi kewajiban keuangan.

“Dengan amandemen, penerimaan negara dari dana hasil penjualan batubara meningkat 6-9 persen,” katanya.

Perpanjangan perjanjian yang disertai sejumlah amandemen itu diharapkan bisa mendorong kinerja perusahaan pertambangan batubara. Sepanjang semester I-2015, kinerja keuangan perusahaan pertambangan batubara terganggu akibat permintaan melemah dan harga yang jatuh.

Ketua Umum Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) Pandu Sjahrir mengatakan, secara umum, laporan keuangan perusahaan-perusahaan tambang batubara menunjukkan penurunan pendapatan bersih yang signifikan. “Harga batubara kemungkinan masih akan berada di kisaran 58-60 dollar AS per ton. Dalam kondisi harga jatuh seperti ini, peraturan pemerintah sebaiknya kondusif sehingga bisa membantu perusahaan meningkatkan permodalan dan investasi,” kata Pandu.

Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan, pertumbuhan ekonomi dunia tahun ini sekitar 3,3 persen. Adapun proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang dirilis Bank Dunia lebih rendah lagi, yakni 2,8 persen pada tahun ini. (AHA)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: