Dubai Minati Bagansiapi-api


Semoga terealisasi..  Urusan sama Dubai sikap mental pejabat harus business like/friendly. Selama ini project dengan Dubai gagal total karena sikap pihak Indonesia yang tidak profesional/business like, karena pihak Indonesia suka berasumsi bahwa berurusan dengan Arab bisa dengan “menjual” solidaritas Muslim..hehe.. Salah bung! Kalau urusan duit Arab sih sama dengan Yahudi !

Pengembangan Pelabuhan Diakui Terlambat

DUBAI, KOMPAS — Pemerintah Indonesia dan pengelola Pelabuhan Dubai menyepakati pengembangan Bagansiapi-api. Kesepakatan dicapai setelah Presiden Joko Widodo mengunjungi lokasi Dubai Port, Dubai, Uni Emirat Arab, Senin (14/9) siang.

Sultan Ahmed bin Sulayem, Chairman Dubai Port World, mengaku tertarik mengembangkan Pelabuhan Bagansiapi-api di Provinsi Riau. Untuk menajamkan kerja sama itu, pihak Dubai Port akan mengirim tim melihat lokasi Pelabuhan Bagansiapi-api.

“Kami ingin melakukan survei, apa keunggulan lokasi itu. Kami juga akan menggali industri penunjang apa yang bisa dikembangkan di sana,” kata Sultan Ahmed bin Sulayem, saat mendampingi Presiden Joko Widodo, seperti dilaporkan wartawan Kompas, Andy Riza Hidayat.

Dubai Port merupakan pelabuhan terbesar di Uni Emirat Arab. Pelabuhan ini terhubung dengan jaringan logistik di seluruh dunia.

Dubai Port juga memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun. Karena alasan itu, Presiden menginginkan agar pengembangan pelabuhan mengadopsi Dubai Port. “Konsepnya tidak jauh berbeda, yang penting ada efisiensi biasa pembangunan dan pengelolaan,” kata Jokowi.

Hal ini relevan dengan komitmen pihak Dubai Port melakukan penghematan anggaran pembangunan sebesar 20 persen. Jika efisiensi, biaya logistik menjadi semakin murah, sehingga berpengaruh pada harga di pasaran yang murah.

“Dampaknya akan ke masyarakat juga,” kata Jokowi.

Sebelumnya, kerja sama dengan Dubai Port sudah dikembangkan di Pelabuhan Peti Kemas Surabaya. Presiden menginginkan kerja sama serupa dilanjutkan untuk pengembangan Bagansiapi-api. Oleh karena itu, pemerintah menyiapkan kunjungan ke Dubai Port jauh hari sebelumnya.

Presiden mengatakan, dua pekan ke depan, pemerintah akan melanjutkan pembicaraan rencana kerja sama ini. Setelah ada survei lokasi dari dua pihak, pemerintah segera memutuskan pembangunan proyek itu.

content

Kerja sama BUMN

Presiden membuka kemungkinan kerja sama dengan BUMN (badan usaha milik negara) atau dikerjakan sendiri pihak swasta Uni Emirat Arab.

Hal yang terpenting, proyek seperti ini tidak boleh ditunda terlalu lama. Sebab, Indonesia sebagai negara kepulauan membutuhkan sarana pelabuhan yang memadai.

Presiden mengakui bahwa pengembangan pelabuhan selama ini terlambat. Karena itu, perlu keputusan cepat untuk mengembangkan potensi nasional.

Senin kemarin, Presiden selain melihat lokasi penyimpanan peti kemas, juga meninjau ruang kendali operasi pelabuhan. Sepanjang peninjauan, Presiden menyimak dan beberapa kali bertanya soal pengelolaan kepada Sultan Ahmed bin Sulayem.

Aluminium

Tidak jauh dari lokasi itu, Presiden meninjau tempat pengolahan aluminium yang dikelola Emirates Global Aluminium. Menurut Presiden, kerja sama pengolahan aluminium sangat memungkinkan karena potensi untuk mengolahnya besar.

Senada dengan itu, Abdulla JM Kalban, Managing Director Emirates Global Aluminium, akan merealisasikan kerja sama itu.

Menurut Abdulla, peluang kerja sama itu terbuka lebar. Selain memiliki potensi sejumlah bahan tambang, Indonesia juga memiliki pengalaman dalam pengolahan aluminium.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: