Ulah kelompok teror Santoso /ISIS di Poso


Kok bisa ya kelompok ini tidak habis habis.. Jangan jangan mereka sengaja “dipelihara” untuk tujuan lain

Teroris Bunuh 2 Warga

Kepala Polda Sulteng Meyakini Pelaku Kelompok Santoso

PALU, KOMPAS — Dua warga Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, ditemukan tewas di kebun pada Minggu dan Senin (14/9). Diduga kedua warga itu merupakan korban pembunuhan yang dilakukan gerombolan teroris di bawah pimpinan Santoso.

Kedua korban adalah I Wayan Astika (70) dan Simon (50). Keduanya tewas dengan kepala terpisah dari badan. Astika ditemukan pada Minggu sekitar pukul 09.00 Wita di kebunnya di Dusun Batu Riti, Desa Catur Karya, Kecamatan Balingi.

Gerombolan yang berjumlah lima orang sempat berdialog dengan istri korban. Saat dialog berlangsung, Astika berada di bagian lain kebun. Tak lama setelah dialog itu, istri korban menemukan Astika tewas.

Sehari berselang, Senin pukul 10.00 Wita, seorang warga Desa Buana Sari, Kecamatan Torue, mendapati Simon tewas di dekat pondoknya yang dibakar. Dua jenazah itu dievakuasi pada Senin sore. Jarak dua tempat kejadian dengan dusun korban sekitar 3 kilometer.

”Tewasnya dua warga sipil itu membuat kami, masyarakat biasa ini, tambah tak aman. Sewaktu-waktu kami bisa menjadi korban saat beraktivitas di kebun. Di sisi lain, aparat tak antisipatif,” kata M Marvel, tokoh muda Parigi Moutong, saat dihubungi dari Palu, Sulteng, Selasa.

Saat dimintai konfirmasi, Kepala Kepolisian Daerah Sulteng Brigadir Jenderal (Pol) Idham Azis menegaskan, pelaku pembunuhan adalah anggota kelompok Santoso. Kesimpulan itu diambil berdasarkan sejumlah informasi yang dihimpun polisi.

Namun, Azis tak mau menjelaskan langkah antisipasi pengamanan terkait dengan akan digelarnya acara akbar Sail Tomini 2015 di Parigi Moutong, 19 September. Marvel meminta aparat keamanan sigap terkait dengan pergerakan anggota kelompok Santoso. ”Polisi sedang menyelenggarakan operasi di Poso dan Parigi Moutong, tetapi mereka kecolongan sampai warga sipil menjadi korban. Kecolongan ini tak boleh lagi terjadi,” ujarnya.

Pukulan besar

Menurut Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadulako, Palu, Slamet Riyadi Cante, tewasnya dua warga tersebut merupakan pukulan besar bagi aparat keamanan, terutama menjelang perhelatan Sail Tomini 2015. ”Aparat harus lebih serius dan antisipatif menangani kelompok Santoso,” katanya.

Ia kembali mengingatkan polisi dan pemerintah untuk membuka peluang dialog dengan kelompok Santoso. Pendekatan dialogis tetap relevan agar korban tidak terus berjatuhan.

Langkah penindakan yang berlangsung hampir satu dekade ini belum juga menyelesaikan masalah terorisme di Poso.

Kasus tewasnya korban sipil akibat ulah anggota kelompok Santoso yang bersembunyi di daerah pegunungan Poso dan Parigi Moutong bukan kali ini saja terjadi. Pada pertengahan Januari 2015, tiga warga Desa Tangkura, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, Poso, ditemukan tewas di kebun mereka.

Saat ini, Polda Sulteng menggelar Operasi Camar Maleo III untuk memburu kelompok Santoso dengan kekuatan 1.000 personel. Mereka tersebar di daerah pegunungan yang diduga menjadi tempat persembunyian anggota kelompok.

Kasus pembunuhan ini terjadi di tengah pengamanan yang ketat. Menurut rencana, acara Sail Tomini 2015 akan dihadiri Presiden Joko Widodo. (VDL)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: