Infrastruktur Belum Maksimal


Menteri Keuangan Brojol lebih mengutamakan kenaikan tunjangan anggota DPR dan tunjangan untuk eksekutif (menteri cs).. Bener bener keterlaluan menteri keuangan yang satu ini..

Utang Telah Melebihi Target

JAKARTA, KOMPAS — Penyerapan anggaran infrastruktur sampai dengan 10 September baru mencapai Rp 90,2 triliun atau kurang Rp 200 triliun dari pagu. Namun, pada saat yang sama, utang pemerintah sudah bengkak Rp 24,3 triliun dari target. Artinya defisit dipastikan melebar.

Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro dalam keterangan pers, di Jakarta, Kamis (17/9), menyatakan, pagu anggaran infrastruktur tahun ini mencapai Rp 290,3 triliun. Sampai dengan 10 September, penyerapannya baru Rp 90,2 triliun.

Penyerapan tersebut terdiri atas penyerapan anggaran infrastruktur di kementerian dan lembaga negara senilai Rp 54,9 triliun, melalui transfer daerah senilai Rp 23,1 triliun, dan pembiayaan senilai Rp 12,2 triliun.

Artinya, dalam sisa waktu sekitar 3,5 bulan, pemerintah harus menyerap anggaran infrastruktur sekitar Rp 200 triliun. Bambang memperkirakan, penyerapannya sampai dengan akhir tahun berkisar 80-85 persen.

Sebelumnya Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan, untuk mempercepat serapan anggaran Kementerian PUPR, yang bisa dilakukan tinggal turun ke lapangan.

“Ada tiga yang harus dilakukan, yakni kerja, menambah alat, dan memperbanyak orang. Saya sudah minta semua eselon tiga untuk turun ke lapangan, memastikan proyek berjalan dengan benar. Semua harus kerja tujuh hari seminggu, tidak usah libur,” kata Basuki.

Basuki mengatakan, untuk tender proyek konstruksi semuanya sudah dilakukan. Yang belum dilakukan hanyalah proyek pengadaan barang dan pemeliharaan rutin. “Sebanyak 99 persen proyek konstruksi sudah jalan. Yang belum jalan hanya tinggal pembelian barang seperti alat tulis kantor dan sebagainya,” kata dia.

Dengan sudah berjalannya hampir semua proyek konstruksi, target penyerapan anggaran APBN di Kementerian PUPR akan tinggi. Saat ini penyerapan sudah 34 persen atau Rp 42 triliun. Nanti diperkirakan pada akhir bulan September penyerapannya mencapai 44 persen, bulan Oktober penyerapannya mencapai 55 persen, November 77 persen, dan Desember sebesar 93 persen.

Melebihi target

Pada saat yang sama, utang yang telah ditarik pemerintah telah melebihi target. Target utang tahun ini untuk membiayai defisit adalah Rp 222,5 triliun atau 1,90 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Namun, sampai dengan 31 Agustus 2015, realisasinya sudah mencapai Rp 246,8 triliun.

Bambang memperkirakan defisit sampai dengan akhir tahun akan melebar menjadi 2,23 persen terhadap PDB. Proyeksi ini sama dengan prognosa yang disampaikan kepada Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat tentang laporan pengelolaan anggaran pada semester I-2015, Juli lalu.

PNBP migas

Hal yang diwaspadai pemerintah, menurut Bambang, adalah adanya potensi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) migas di bawah target. Hal ini menyusul anjloknya harga minyak dunia.

Pemerintah mengasumsikan rata-rata setahun adalah 60 dollar Amerika Serikat (AS) per barrel. Agustus lalu sempat menyentuh 40 dollar AS per barrel.

Bambang menyatakan, sejauh ini realisasi PNBP migas masih di atas target. Namun, risiko lebih rendah daripada target tetap diwaspadi. Demikian juga dengan potensi kenaikan imbal hasil di akhir tahun. Oleh sebab itu, pemerintah telah menarik utang di awal tahun.

“Proyeksi terakhir, defisit akan melebar menjadi 2,23 persen. Artinya akan tambah utang Rp 37 triliun. Kita lihat perkembangan. Kita juga tidak mau menambah utang terlalu banyak,” kata Bambang. (LAS/ARN)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: