Jalur Kereta Bakal Usik Mafia


JUM AT, 25 SEPTEMBER 2015

JAKARTA – Sejumlah pihak mendukung rencana pemerintah untuk menghidupkan kembali jalur kereta api menuju Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Bahkan mantan General Manager PT Pelindo II, Mohammad Iqbal, mengatakan jalur kereta mampu memutus jaringan mafia yang selama ini menguasai pelabuhan utama tersebut. “Penolakan kehadiran kereta pelabuhan lebih disebabkan oleh terganggunya kepentingan para mafia,” kata dia kepada Tempo, kemarin.

Menurut Iqbal, jaringan kereta akan mengganggu bisnis truk dan mengharuskan Pelindo II merombak fasilitas di dalam pelabuhan. “Di titik ini, pasti ada area dan fasilitas yang menjadi lahan bisnis pihak-pihak tertentu,” ujarnya. Namun, menurut Iqbal, yang paling penting adalah kelanjutan dari reformasi sistem pengelolaan pelabuhan setelah dibangunnya jaringan kereta. “Sangat aneh jika pelabuhan modern sekelas Tanjung Priok tidak punya kereta api sebagai alternatif moda angkutan barang,” katanya.

Adapun Ketua Asosiasi Logistik Indonesia, Zaldy Ilham Masita, mengatakan ada dua alasan keberadaan kereta api sangat dibutuhkan di Pelabuhan Tanjung Priok. Alasan pertama, kata dia, adalah untuk mengurangi kemacetan pada jalur keluar-masuk pelabuhan. Alasan kedua adalah untuk mengurangi biaya angkutan peti kemas. Dia memberi contoh, pada lima tahun lalu, satu truk bisa mendapatkan empat kali trip per hari dari Cikarang, Jawa Barat, ke Tanjung Priok. Namun, karena kemacetan saat ini, jumlah trip cuma 1,4 kali per hari. “Biaya pun bengkak.”

Menurut Zaldy, biaya angkutan dari Cikarang menuju Tanjung Priok saat ini mencapai Rp 35 ribu per kilometer, jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan kondisi normal, yakni maksimal Rp 20 ribu per kilometer. Jika ada kereta api Cikarang-Tanjung Priok, Zaldy menghitung biaya logistik bisa ditekan menjadi Rp 25 ribu per kilometer atau lebih hemat 25-30 persen dibandingkan dengan truk. “Kereta api pun akan lebih cepat dari waktu tempuh truk Cikarang-Priok, yang kini mencapai lebih dari 4-5 jam,” ujarnya.

Zaldy pun mengingatkan bahwa pembenahan transportasi di Pelabuhan Tanjung Priok sangat penting. Sebab, pelabuhan itu menjadi biang kemacetan di Jakarta, karena menyedot truk dari luar kota. “Sebanyak 85 persen truk luar kota masuk ke Tanjung Priok. Akibatnya, jaringan jalan di Ibu Kota bisa lumpuh,” katanya. Menurut Zaldy, kereta api merupakan solusi jangka pendek untuk mengurangi kemacetan di Jakarta tanpa menambah investasi. “Solusi jangka panjangnya adalah memindahkan pelabuhan internasional dari Jakarta,” kata dia.

Wacana pengembangan kereta pelabuhan kembali dibuka oleh Menteri Koordinator Kemaritiman dan Sumber Energi Rizal Ramli. Saat mengunjungi Pelabuhan Tanjung Priok pada 10 September lalu, Rizal membongkar lapisan beton yang menutupi rel menuju dermaga, seraya menuding manajemen Pelindo II menimbulkan inefisiensi. “Sejak zaman Belanda, kereta api bisa langsung masuk ke dalam pelabuhan. Tapi Pelindo sengaja menutup rel ini. Ada orang-orang, pejabat, yang maunya bikin sulit,” kata Rizal saat itu.

Direktur Utama Pelindo II, Richard Joost Lino, membantah tuduhan Rizal. Dalam rapat kerja bersama Panitia Kerja Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat pada 16 September lalu, Lino mengatakan jaringan kereta pelabuhan tidak efisien jika jarak angkutnya kurang dari 300 kilometer.

Namun pemerintah memutuskan untuk tetap membangun rel tersebut. Saat ditemui di Kantor Menteri Koordinator Kemaritiman, Kamis lalu, Ketua Tim Satuan Tugas Dwelling Time, Agung Kuswandono, mengatakan pembenahan jalur kereta pelabuhan akan selesai pada akhir Oktober mendatang, lebih lambat ketimbang permintaan Rizal Ramli pada akhir September. “Satu bulan itu agak kurang logis karena perlu pembebasan lahan dan sosialisasi kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurut Agung, perhitungan dari PT Kereta Api Indonesia menyebutkan bahwa jalur kereta ini akan beroperasi pada Februari tahun depan. Dia mengatakan jalur kereta Tanjung Priok-Cikarang sudah ada sejak 2007, tapi Pelindo II tidak memanfaatkannya. Saat ini, kata dia, pembebasan lahan sudah mencapai 95 persen dan PT KAI mulai memasang rel di Pasoso-Tanjung Priok. Selanjutnya, akan dibuat jalur yang menghubungkan Tanjung Priok dengan Cikarang Dry Port (CDP). AMIRULLAH | ALI HIDAYAT | URSULA FLORENE

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: