Maskapai dari 59 Negara Rawat Pesawat di Hanggar Punya Garuda


Senin 28 Sep 2015, 16:17 WIB

Muhammad Idris – detikNews
Maskapai dari 59 Negara Rawat Pesawat di Hanggar Punya Garudafoto: hanggar pesawat milik Garuda (idris-detikFinance)

Tangerang – PT Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia mencatat maskapai dari 59 negara melakukan perawatan pesawat pada 4 hanggar miliknya di area Garuda City Centre, komplek Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang. Salah satu proses perawatan dilakukan pada hanggar ke-4 yang diklaim terbesar di dunia milik anak usaha PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) itu.

“Customer kita sekarang lima benua, ada totalnya 59 negara,” kata Direktur Utama GMF AeroAsia, Richard Budhianto di area Hanggar GMF, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (28/9/2015).

Setidaknya, GMF mengoperasikan 4 hanggar yang mampu melayani berbagai jasa perawatan pesawat. Hanggar tersebut bisa melayani perawatan pesawat ukuran kecil (narrow body) sampai jumbo (wide body). Sedangkan hanggar ke-4 atau hanggar terbaru akan difokuskan melayaninarrow body.

“Hanggar 1 dan 2 linewide body, nanti akan tambah 3 line wide body jadi ada 5 line,” ujarnya.

Dari bisnis perawatan pesawat sepanjang semester I 2015, GMF berhasil meraup pendapatan US$ 199 juta. Pendapatan GMF akan meroket sejalan dengan mulai beroperasinya hanggar ke-4.

“Akhir tahun revenue jadi US$ 300 juta. Semester I (2015) sudah US$ 199 juta. Revenue tahun depan naik 30% dengan adanya hanggar ini,” ujarnya.

+++++

Rini Soemarno: Masih Ada Maskapai RI Rawat Pesawat di Luar Negeri

Muhammad Idris – detikNews
Rini Soemarno: Masih Ada Maskapai RI Rawat Pesawat di Luar NegeriFoto: Rini Soemarno saat meresmikan hanggar Garuda (idris-detikFinance)

Tangerang – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, menilai masih ada maskapai nasional yang melakukan perawatan pesawat di luar negeri.
Padahal Indonesia memiliki pada fasilitas bengkel pesawat atau Maintenance Repair and Overhaul (MRO), di antaranya PT Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia.

Apalagi, anak usaha PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) baru saja meresmikan pengoperasian hanggar pesawat narrow bodyterbesar di dunia. Melihat kemampuan dan fasilitas itu, Rini meminta GMF untuk menarik potensi tersebut ke Indonesia.

“Kepercayaan yang harus dikejar. Kita masih perlu ambil maskapai dalam negeri, biar pun sudah beberapa, masih ada maskapai domestik yang perawatannya masih di luar. Beberapa masih di luar harus kita ambil, jadi maskapai ini pangsa pasarnya besar sekali,” kata Rini di area Hanggar GMF, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (28/9/2015).

Menurut Rini, GMF sudah terbukti di mata internasional. Hal ini dibuktikan oleh sejumlah maskapai asing sudah mempercayakan perawatan pesawatnya ke GMF.

“Itu terbesar dunia. Sekarang anda lihat, di GMF overhaul dan repair kalau kita lihat tak hanya maskapai nasional saja, tapi juga maskapai asing. China, ada macam-macam lainnya,” jelas Rini.

Rini mengungkapkan, dari sisi standar perawatan, GMF memiliki fasilitas yang berlisensi global.

“GMF memiliki safety record dan kepercayaan bisa terjamin. Service recordsangat bagus, perusahaan dari Malaysia dan dari China saja mau melakukan service maintenance di sini. Maka sudah bisa dikatakan bahwa GMF sudah diakui bisa melakukan servis maintenance yang setaraf dunia,” pungkas Rini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: