10 Destinasi Unggulan Butuh Kolaborasi


Infrastruktur pariwisata kita buruk.. Pak !  Selain masalah hospitality dan kebersihan ! Gimana mau undang turis..masyarakatnya masih doyan buang sampah dan berak sembarangan ! .Sampai saat ini infra pariwisa yang siap baru Bali dan Jogjakarta.. Destinasi lain masih hidup dijaman batu pak!

JAKARTA, KOMPAS — Pemerintah menetapkan 10 destinasi unggulan pariwisata untuk mendorong wisatawan dalam dan luar negeri hingga 2019. Pengelolaan destinasi unggulan itu berwujud kawasan ekonomi khusus (KEK).

Panorama  Danau Toba, Sumatera Utara, dilihat dari gardu pandang Tele yang berada di sisi barat danau. Danau Toba yang memiliki luas 1.780 km2 terbentuk dari letusan Gunung Toba sekitar 73.000 tahun lalu. Danau Toba termasuk 10 destinasi unggulan pariwisata untuk mendorong wisatawan dalam dan luar negeri
KOMPAS/RADITYA HELABUMIPanorama Danau Toba, Sumatera Utara, dilihat dari gardu pandang Tele yang berada di sisi barat danau. Danau Toba yang memiliki luas 1.780 km2 terbentuk dari letusan Gunung Toba sekitar 73.000 tahun lalu. Danau Toba termasuk 10 destinasi unggulan pariwisata untuk mendorong wisatawan dalam dan luar negeri

Sepuluh destinasi itu ialah Danau Toba (Sumatera Utara), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Bromo (Jawa Timur), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Yogyakarta (DI Yogyakarta), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Belitung (Bangka Belitung), Morotai (Maluku), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), dan Tanjung Lesung (Banten).

Menurut Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia Didien Junaedy, Selasa (29/9), fokus terhadap destinasi yang akan dipasarkan perlu dilakukan dengan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

content

“Tugas industri adalah menyiapkan produk yang bisa dipasarkan, sedangkan pemasaran dan aksesibilitas menjadi tugas pemerintah,” katanya.

Ia mengemukakan, destinasi wisata membutuhkan produk. Untuk bisa dipasarkan, destinasi harus bisa dijangkau dengan mudah. Karena itu, pemerintah perlu menyiapkan sarana transportasi dan insentif bagi maskapai penerbangan agar mau masuk.

Kapal-kapal  pesiar berlabuh di sekitar Pelabuhan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Kota Labuan Bajo semakin berkembang dan  menjadi destinasi wisata utama di Pulau Flores. Wisata Komodo telah menggerakkan sektor riil di Labuan Bajo.
KOMPAS/YUNIADHI AGUNG
Wisatawan  menikmati keindahan pagi di kawasan Gunung Bromo dari atas Penanjakan, Pasuruan, Jawa Timur. Gunung Bromo masih menjadi tujuan wisata utama di Jawa Timur dengan jumlah pengunjung rata-rata 10.000 orang per bulan.
KOMPAS/IWAN SETIYAWAN

Pelaku industri seyogianya mengembangkan produk paket pariwisata untuk menarik minat wisatawan. Dengan demikian, pariwisata yang ditawarkan tidak sebatas potensi, tetapi sudah konkret untuk dipasarkan.

“Paradigma meluncurkan potensi pariwisata di daerah sudah kuno. Saatnya membenahi dan menjual destinasi wisata dalam bentuk produk yang bisa dijual. Perlu kolaborasi dengan daerah,” ujar Didien.

Dia mencontohkan, kawasan Tanjung Lesung yang ditawarkan sebagai destinasi unggulan harus segera didukung dengan pembangunan akses tol. Adapun pelaku industri Tanjung Lesung sudah harus menyiapkan paket wisata yang akan ditawarkan dan target pasarnya.

Sehari sebelumnya, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengakui, destinasi serta atraksi wisata terus dibangun dan dikembangkan. Meski demikian, aksesibilitas ke tujuan wisata masih mengkhawatirkan. Pemerintah berencana memperbaiki kapasitas bandar udara dan landasan pacu untuk 20 bandara hingga 2019.

  • 0
  • 0
  • 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: