4.000an Izin Usaha Tambang Ditindak


Koran Tempo RABU, 30 SEPTEMBER 2015

 4.000an Izin Usaha Tambang Ditindak

JAKARTA Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral akan menindak sekitar 4.000 Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang tidak memenuhi kriteria clean and clear (CnC). Total, dari sekitar 10.827 ribu izin, sebanyak 4.563 di antaranya perlu ditindak. “Kami akan selesaikan pembenahan secepatnya bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),” kata Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Manusia, Bambang Gatot Ariyono, kemarin.

Bambang mengungkapkan, ujung pembenahan IUP bermasalah diserahkan ke pemerintah provinsi karena sebagian besar izin tambang diberikan oleh eksekutif di tingkat daerah. Nantinya, pemerintah provinsi merekomendasikan tindakan pembenahan ke Kementerian ESDM. Selanjutnya pemerintah pusat hanya bertindak sebatas pada rekomendasi yang diajukan.

Saat ini dua opsi pembenahan yang mencuat adalah pencabutan izin dan penerbitan kembali izin baru dengan pengawasan Kementerian, pemerintah provinsi, dan KPK. “Untuk soal ini, kami ikut KPK,” ucap Bambang.

Kriteria CnC menurut panduan Gerakan Penyelamatan Sumber Daya Alam adalah IUP tak lagi bermasalah secara administrasi serta melaksanakan kewajiban keuangan dan lingkungan secara teratur. Gerakan ini dimotori KPK bersama Kementerian ESDM, kepolisian, dan Kejaksaan Agung.

Penindakan ribuan usaha pertambangan yang tak memenuhi CnC ini di antaranya karena adanya temuan kerugian negara yang cukup besar. KPK melalui koordinasi dan supervisi minerba mencatat sejumlah masalah dalam ribuan izin ini. Salah satunya, KPK mencatat ketaatan pembayaran pajak hanya 29 persen atau 2.304 IUP.

Terlebih, dari keseluruhan pemegang IUP, 4.843 di antaranya tidak memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). “Yang punya NPWP saja belum tentu taat pajak, bagaimana yang tidak punya,” kata Koordinator Publish What You Pay Indonesia, Maryati Abdullah.

Dari kajiannya, Maryati menjelaskan, mayoritas 17 persen potensi kerugian penerimaan minerba berasal dari Provinsi Kalimantan Timur yang mencapai Rp 266,25 miliar. Negara rugi karena pemegang IUP tidak atau belum membayar kewajiban sewa lahan, data luasan IUP tidak diperbarui, dan bukti setor bayar sewa lahan tidak disampaikan perusahaan pada pemerintah daerah atau pemda ke pusat.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Mineral Indonesia, Ladjiman Damanik, berjanji membantu pemerintah dengan mendata status izin anggotanya. “Namun pendataan baru akan dilakukan setelah rekonsiliasi data pemerintah kabupaten dan provinsi selesai,” ujarnya ketika dihubungi kemarin.

Ladjiman menyebutkan, asosiasi tidak punya data cukup untuk memantau kelengkapan berkas sebagai syarat perolehan sertifikat CnC. Sebab, saat ini pemerintah provinsi sebagai pembuat rekomendasi sertifikat masih mengumpulkan data pertambangan yang tercecer di kabupaten.

Proses rekonsiliasi juga menyulitkan pengusaha tambang, terutama yang ingin beralih status dari eksplorasi ke produksi. Sebab, pemerintah provinsi seperti belum siap dengan kewenangan baru yang diatur dalam UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah ini.

Bagi kalangan pengusaha, kata Ladjiman, CnC akan penting karena asosiasi sering menerima aduan adanya sengketa antarpemegang IUP akibat wilayah kerjanya yang tumpangtindih. Pemerintah kabupaten��”pemegang kendali IUP sebelum UU Pemerintah Daerah��”juga dianggap mengobral izin. ROBBY IRFANY


Tak Jelasnya Ribuan Izin Usaha Pertambangan

Berdasarkan data hasil koordinasi dan supervisi KPK bersama dengan Kementerian ESDM hingga Februari 2015, telah terdata IUP seluruh Indonesia sebanyak 10.653 IUP yang terdiri atas 6.867 IUP mineral dan 3.786 IUP batu bara.

Hingga akhir bulan ini, Kementerian Energi mencatat, dari 10.827 IUP, sebanyak 4.563 izin di antaranya tak memenuhi kriteria clean and clear. Empat ribuan IUP ini yang perlu dibenahi secepatnya bersama KPK.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: