Archive for October, 2015

October 31, 2015

Area Kebakaran Hutan 32 Kali Luas Jakarta

Yang memberi ijin dan perusahaan tukang bakar harus di HUKUM BERAT !
Koran TempoSABTU, 31 OKTOBER 2015

 Area Kebakaran Hutan 32 Kali Luas Jakarta

JAKARTA – Memasuki bulan keempat, kebakaran hutan dan lahan tak juga kunjung mereda. Menurut taksiran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kebakaran ini telah melahap lebih dari 2 juta hektare hutan dan lahan di Sumatera, Kalimantan, Papua, Sulawesi Selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Papua, dan Maluku dengan taksiran kasar kerugian di atas Rp 40 triliun.

Menurut data LAPAN, area yang terbakar itu meliputi 618,5 ribu hektare lahan gambut dan 1,4 juta hektare non-gambut. Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, kemarin, luas lahan yang terbakar itu setara dengan 1,9 juta lapangan sepak bola, 32 kali luas Jakarta, atau empat kali luas Pulau Bali. “Bisa dibayangkan, ini luas sekali,” kata Sutopo.

Menurut Sutopo, pemerintah sudah melakukan segala cara untuk memadamkan api. “Namun, jika gambut sudah terbakar, akan sulit dipadamkan,” katanya. Ia menyebutkan, salah satu tantangan dalam melakukan pemadaman adalah bagaimana mendeteksi api di bawah permukaan. Selama ini, kebakaran yang terjadi di bawah permukaan hanya bisa dideteksi melalui satelit pemantau titik panas atau hotspot.

Untuk memadamkan api, pemerintah berusaha mendapatkan 10-15 pesawat sewaan dari Kanada, Rusia, dan Australia. Dari Rusia, pesawat yang disewa adalah jenis BX 200, yang memiliki kemampuan mengambil air 13 ton, untuk melakukan water-bombing. Sinarmas menanggung biaya operasional pesawat itu. “Agar dunia usaha berkontribusi, karena ini wilayah konsesinya,” kata Sutopo.

Hingga kini BNPB menghabiskan dana setidaknya Rp 500 miliar untuk biaya operasional water-bombing, posko, pelaksanaan operasi dan personel, serta sewa pesawat. Menurut Sutopo, jumlah pasti kerugian belum dihitung. Dalam bencana kebakaran lahan tahun lalu, di Riau saja kerugiannya mencapai Rp 20 triliun.

Sampai kemarin pukul 5.00, berdasarkan data satelit Terra Aqua, di Sumatera masih ada 156 titik: Bengkulu (1), Jambi (2), Lampung (5), Riau (8), Sumatera Barat (1), Sumatera Selatan (109), dan Sumatera Utara (3). “Artinya, di Sumatera, kebakaran hutan masih berlangsung

BNPB menaksir pemadaman kebakaran hutan ada kemungkinan bakal rampung pada awal Desember. Alasannya, hujan deras baru akan mengguyur pada pertengahan dan akhir November. “Kami inginnya lebih cepat, lebih baik. Tapi ini juga bergantung pada hujan,” kata dia

Presiden Joko Widodo berkunjung ke Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, Kamis lalu, setelah mempersingkat lawatannya di Amerika Serikat. Setelah dari Sumatera Selatan, kemarin Jokowi terbang ke Jambi. Dua daerah itu kemarin juga mulai diguyur hujan. ARKHELAUS WISNU | DEWI SUCI RAHAYU | PARLIZA HENDRAWAN | SYAIPUL BAKHORI | MANAN

Advertisements
October 30, 2015

Walhi: Grup Wilmar Paling Banyak Membakar Hutan

 

JUM’AT, 30 OKTOBER 2015 | 05:04 WIBKebakaran hutan di Taman Nasional Berbak, Jambi. REUTERS/Andreas SarwonoTEMPO.CO, Jakarta – Manajer Kampanye Hutan dan Perkebunan Skala Besar Walhi Nasional Zenzi Suhadi merilis data grup perusahaan yang paling banyak melakukan pembakaran hutan. Dari data itu, grup Wilmar paling banyak melakukan pembakaran hutan. “Ada total 27 grup Wilmar yang lakukan pembakaran hutan di Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, dan Jambi,” kata Zenzi saat dihubungi Kamis, 29 Oktober 2015.Zenzi mengatakan, grup perusahaan 19 Sinar Mas juga banyak melakukan pembakaran. Ada tiga anak perusahaannya yang melakukan pembakaran di Provinsi Kalimantan Tengah. Ada enam anak perusahaan dan perusahaan yang berafiliasi dengan Sinar Mas, yang melakukannya di Riau. Lalu, ada pula delapan anak perusahaan yang melakukannya di Sumatera Selatan, serta dua lagi di Jambi.Enam perusahaan yang berafiliasi dengan Rajawali Garuda Mas pun disebut Walhi melakukan pembakaran di Provinsi Riau. Lalu, ada empat perusahaan yang berafiliasi dengan Sampoerna, yang juga melakukan pembakaran. “”>Tiga perusahaan yang berafiliasi, masing-masing dengan PTPN serta Marubeni, pun melakukan pembakaran di Sumatera Selatan. Dua perusahaan, yang masing-masing di Riau dan Sumatera Selatan, juga melakukan pembakaran. Terakhir, ada satu anak perusahaan, masing-masing dari First Resource dan Provident, yang juga membakar hutan di Riau.Walhi pun merilis data jenis hutan yang dibakar oleh para perusahaan itu. Sebanyak 308 perusahaan melakukan pembakaran di perkebunan. Ada 181 perusahaan ada di Kalimantan Tengah, 31 perusahaan perkebunan ada di Kalimantan Barat, 15 perusahaan di Riau, 68 perusahaan di Sumatera Selatan, serta 13 perusahaan ada di Jambi.Walhi pun menyebut ada 71 perusahaan yang melakukan pembakaran di hutan tanaman industri. Sebanyak 12 perusahaan melakukannya di Kalimantan Tengah, 14 lagi di Kalimantan Barat, dan 14 perusahaan lain melakukannya di Riau. Lalu, ada 25 perusahaan yang melakukan pembakaran di Sumatera Selatan serta enam perusahaan lagi melakukan pembakaran di Jambi. Terakhir, ada 58 perusahaan yang melakukan pembakaran hutan alam di Kalimantan Tengah.Zenzi mengatakan, untuk mendapatkan data itu, ia menggunakan satelit untuk melihat titik api dan kawasan milik perusahaan mana yang melakukan pembakaran. “Kami melihat di satelit, lalu kami melakukan ground check ke lapangan,” katanya.Komisaris Wilmar Group M.P. Tumanggor pernah menyangkal atas tudingan itu. “Semua data tak jelas itu hanya akan berujung pada pencemaran nama baik,” katanya pertengahan bulan ini.(Baca: Pembakaran Lahan, Wilmar: Data Walhi Tidak Valid)

October 30, 2015

Menteri Susi isyaratkan lagi akan mundur

Gawat nih

JAKARTA. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti merupakan menteri yang paling populer dalam setahun kabinet kerja.

Namun, menteri nyentrik asal Pangandaran Jawa Barat itu justru memberikan isyarat akan segera mundur dari jabatanya.

“Hari ini saya sangat gembira, Sekjen dan Dirjen semangatnya luar biasa. Saya yakin saya tidak perlu lama-lama di KKP. Saya lihat karyawan KKP sudah punya semangat dan integrity. Itu modal utama. Sekjen siapkan infrastrukturnya. Kita ubah accountability dengan assestment-nya,” ujar Susi dalam pidatonya diacara Satu Tahun Kinerja Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Jumat (30/10).

Susi mempersilakan wartawan untuk lebih banyak menanyakan berbagai persoalan di KKP kepada para Dirjen-dirjen, jangan lagi kepada dirinya.

“KKP bukan cuma Susi. Wartawan harus mulai mau bicara dan ganggu Dirjen-dirjen, jangan cuma saya. Dirjen pun harus mulai diganggu dan dikejar-kejar wartawan. Nanti saya sebentar lagi sudah tidak, ya satu sampai dua bulan lagi, silakan tanya dirjen,” kata Susi.

Dalam satu tahun pemerintahan ini, Susi juga mengucapkan rasa terimakasihmya kepada media.

Menurut Susi, media telah menjadi pioner bagi KKP untuk mengampaikan berita kepada masyarakat bahwa KKP terkait program laut sebagai masa depan bangsa.

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pegawai KKP atas kinerja dan kebersamaan dalam tempo waktu setahun ini.

“Terima kasih seluruh pegawai KKP, anda orang-orang yang hebat. Anda bisa mengikuti perubahan yang luar biasa,” ucap Susi.

Isyarat mundur bukan kali ini saja diucapkankan Susi. Pada September lalu, Susi Pudjiastuti mengatakan akan memilih mengundurkan diri dari jabatannya saat ini daripada membiarkan penggunaan alat penangkap ikan (API) pukat hela (trawl) dilegalkan.

Pernyataan itu dia sampaikan di depan anggota Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI).

“Tapi, kalau arad (alat tangkap ikan jenis trawl) ditarik sama kapal 100-200 GT, dibawa pakai pemberat begitu, ditarik dua perahu, apalagi sepanjang 50 kilometer, serem Pak. Kalau saya diharuskan gitu, saya resign Pak dari pekerjaan saya,” ujar Susi di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Senin (7/9).

Menurut Susi, pengunaan trawl oleh kapal-kapal besar selama ini memiliki efek yang dahsyat terhadap ekosistem bawah laut. Kerusakan parah akan jelas terlihat setelah alat tangkap itu digunakan. (Yoga Sukmana)

October 29, 2015

Infografik 10 Negara Terbaik Untuk Dijadikan Tempat Tinggal

Dari Eramuslim

. kok kagak ada 1 negera Islam yang layak jadi tempat tinggal yak.. Hanya orang yang berpikiran picik dan  kolot masih ingin tinggal di negara macam Pakistan, Saudi Arab atau Yemen…

zahid – Kamis, 16 Muharram 1437 H / 29 Oktober 2015 13:30 WIB

PanamaEramuslim – Panama dan Meksiko ditetapkan sebagai dua kota terbaik di dunia untuk dijadikan tempat tinggal dalam sebuah jajak pendapat informal yang dilakukan InternNation di situs jejaring sosial Facebook.

Seperti dilansir Deutsche Welle dalam pemberitaannya hari Selasa (27/10) kemarin menyatakan bahwa survei yang di ikuti oleh 14 ribu pengguna internet di laman Facebook milik “InternNation” justru tidak menempatkan negara-negara Eropa sebagai tempat terbaik tinggal dan bekerja.

Perlu diketahui bahwa hasil survei di jejaring sosial dapat dikatakan tidak valid karena bergantung pada hasil kunjungan netizen asal negara tertentu dalam survey

Berikut 10 posisi tersebut;

Panama berada diposisi pertama dalam 10 negara terbaik untuk dijadikan tempat tinggal dan bekerja, dan kedua kalinya dalam 2 tahun berturut-turut.

Meksiko berada di posisi kedua meskipun tingginya tingkat kejahatan dan aksi demonstrasi di negara tersebut. Akan tetapi tidak dapat diketahui alasan pasti mengapa para netizen memilih Meksiko menjadi tempat yang terbaik sebagai tempat tinggal dan bekerja.

Malta diposisi ke tiga karena upah gaji yang tinggi di negara ini serta jam kerja dan waktu kosong yang seimbang.

Luksemburg ditempat ke empat dikarenakan tingkat persaingan yang kecil di negara ini.

Sedangkan posisi kelima ditempati oleh Singapura karena upah yang tinggi di negara Cina ini, serta jaminan kesehatan dan kehidupan yang lebih baik dibandingkan negara-negara di kawasan Asia tenggara. (Rassd/Ram)

October 29, 2015

Ngeri ! JOKOWI DINILAI KEMBALIKAN TENTARA KE ERA ORDE BARU

Headline Koran Tempo  soal yang sangat seriu. Dilain media masyarakat disuguhi oleh tayangan selingkuhan artis politikus PKB dengan  komandan Distrik militer (dandim)
Koran Tempo RABU, 28 OKTOBER 2015

JOKOWI DINILAI KEMBALIKAN TENTARA KE ERA ORDE BARU

JAKARTA ��“ Koalisi Masyarakat Sipil menuding pemerintahan Presiden Joko Widodo hendak mengembalikan peran tentara seperti pada masa Orde Baru melalui Peraturan Presiden tentang Susunan Organisasi Tentara Nasional Indonesia, yang saat ini rancangannya sedang dibahas.

Al Araf, Direktur Program Imparsial, salah satu anggota Koalisi Masyarakat Sipil, mengatakan penentangan terhadap pengesahan rancangan peraturan presiden karena terdapat pasal kontroversial. “Yakni dalam Pasal 4, 5, dan 6, yang memperluas fungsi TNI,” katanya, kemarin.

Pasal-pasal tersebut menambahkan fungsi TNI selain sebagai penjaga pertahanan negara, yakni sebagai penjaga keamanan. Menurut Imparsial, penambahan fungsi tersebut akan mengembalikan kekuatan dan kewenangan tentara seperti pada era Orde Baru. Dengan kata lain, TNI akan punya wewenang sama seperti Polri.

Walhasil, Al Araf menuding draf perpres tersebut bakal membuat reformasi TNI mundur. Pada masa Reformasi 1998, TNI dipaksa menghapus dwifungsinya, termasuk mencabut kewenangannya mengatur keamanan negara. Karena itu, Imparsial meminta Presiden Joko Widodo menolak rancangan perpres tersebut. “Jika Presiden Jokowi menandatangani, akan jadi sejarah buruk bagi perbaikan TNI,” kata Al Araf. Adapun anggota Koalisi adalah Imparsial, Kontras, Elsam, YLBHI, LBH Jakarta, LBH Pers, dan Setara Institute.

Wakil Presiden Jusuf Kalla juga menilai tak perlu ada peraturan pemerintah atau peraturan presiden yang mengatur soal perluasan kewenangan tentara. “Kewenangan (TNI) itu ada dalam Konstitusi dan undang-undang. Jadi tak perlu ada peraturan pemerintah atau peraturan presiden soal penambahan itu. Kan (TNI) itu (menangani) pertahanan,” kata Kalla di Istana Wakil Presiden di Jakarta, kemarin.

Jusuf Kalla mengaku belum tahu ihwal adanya usulan peraturan presiden soal TNI tersebut. “Itu kan semuanya, baik polisi, TNI, maupun kejaksaan, diatur dalam undang-undang,” kata Kalla saat ditanya apakah itu berarti peran TNI hanya di bidang pertahanan. Peran TNI diatur dalam Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, kejaksaan dalam Undang- Undang Nomor 16 Tahun 2004, serta Polri dalam Undang- Undang Nomor 2 Tahun 2002.

Tim Komunikasi Presiden Joko Widodo Ari Dwipayana tak mau berkomentar banyak soal draf peraturan presiden yang dikritik oleh Koalisi Masyarakat Sipil itu. “Draf itu belum sampai ke tangan Presiden. Masih dibahas di tingkat kementerian dan Mabes TNI,” kata Ari saat dimintai konfirmasi Tempo, kemarin malam. FAIZ NASHRILLAH| INDRA WIJAYA | ABDUL MANAN

Peran Baru

Rancangan Peraturan Presiden tentang Susunan Organisasi TNI memberikan “peran baru” kepada TNI di luar tugas utamanya sebagai alat pertahanan.

Keamanan

TNI merupakan alat negara di bidang pertahanan dan keamanan negara setingkat kementerian dan berkedudukan di bawah presiden (Pasal 4 ayat 1).

Fungsi Non-Militer

TNI berfungsi sebagai: penangkal dan penindak ancaman militer dan non-militer dari luar dan dalam negeri dan pemulih kondisi keamanan negara (Pasal 6 ayat 1).

Operasi Selain Perang

Pasal 7 rancangan itu memuat dua tugas TNI, yaitu operasi militer untuk perang dan operasi militer selain perang, dari menanggulangi bencana alam sampai menanggulangi penyalahgunaan narkoba. BAHAN: DIOLAH DARI RANCANGAN PERPRES TENTANG SUSUNAN ORGANISASI TNI

++++++++++

Keganjilan Pertemuan Arzetti dan Dandim Sidoarjo di Hotel

6.5K

DILIHAT

/
09:50

29 OKT 2015

Anggota DPR RI Arzetti Bilbina. Foto: Antara
Editor
Dhuha Hadiansyah
Update
Wisnu Cipto Nugroho
Sumber
Rimanews

Rimanews – Pertemuan Anggota DPR RI Arzetti Bilbina dengan Dandim Sidoarjo Letkol Kav Rizki Indrawijaya dinilai mengundang sejumlah keganjilan.

“Ada kebiasaan TNI menutupi aib organisasi sendiri. Anehnya, TNI kok cenderung melepas,” kata pengamat politik Said Salahudin di Jakarta, Kamis (29/10/2015).

Keganjilan kedua adalah soal agenda pertemuan. Arzetti mengaku pertemuan pribadinya dengan Rizki adalah untuk pemanfaatan dana CSR (Corporate Social Responsibility) di 18 Kecamatan di Sidoarjo, Jawa Timur.

“Soal agendanya memang agak ganjil. Ngapain anggota TNI ngurusinbegituan? Seharusnya kalau bertemu anggota DPR itu terkait keamanan dan sejenisnya. Sejak kapan TNI diberi wewenang oleh Undang-Undang untuk mengurusi CSR,” terang dia.

Namun, Said meminta publik tidak buru-buru menuding Arzetti selingkuh. Pasalnya, belum ada penyelidikan yang dilakukan oleh Majelis Kehormatan DPR (MKD).

“Harus diketahui bahwa ada keluarga, anak dan sebagainya. Kalau proses hukum belum jelas, jangan dulu publlik memvonis. Karena belum diproses MKD, kita belum bisa memutuskan perkara itu,” kata dia.

Sebelumnya, Arzetti oleh sejumlah media nasional dilaporkan digerebek oleh Denpom Divisi Infanteri II Kostrad, Minggu (25/10) sekitar pukul 13.30 WIB karena diduga berselingkuh. Bahkan, suami Arzetti dan istri Rizeki dikabarkan turut serta dalam penggerebekan tersebut. Namun, kabar ini dibantah oleh Arzetti dalam sebuah konferensi pers bersama suaminya.

October 29, 2015

Bencana Asap : Pemerintah mau buka siapa pemilik lahan yang dibakar ?

Pemerintah hanya mengulur waktu sampai masyarakat lupa soal asap . Mana berani rejim Joko membeberkan pelaku pembakaran hutan !  Biang pembakar hutan  yang sudah jelas adalah dari kelompok usaha besar macam Sinar Mas , Wilmar, Cargill, Sime Darby, etc. Gerombolan tuan kebun pembakar hutan adalah donatur besar buat tuan Presiden Joko.

PETAKA ASAP: Luhut Janji Buka Siapa Pembakar Lahan

SELASA, 27 OKTOBER 2015 | 20:10 WIB

PETAKA ASAP: Luhut Janji Buka Siapa Pembakar Lahan   

Luhut Binsar Pandjaitan memberikan kata sambutan, dalam acara sertijab Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan. Luhut menggantikan Menteri Tedjo yang sebelumnya menjabat sebagai Menko Polhukam. Jakarta, 13 Agustus 2015. TEMPO/ Aditia Noviansyah

TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan menegaskan akan mengungkap identitas perusahaan pembakar lahan ke publik.
Mengenai identitas perusahaan pembakar lahan, Luhut mengatakan, “Ya kita akan lakukan pada waktunya,” katanya saat meninjau salah satu fasilitas kesehatan di Jambi, Selasa, 27 Oktober 2015.

Namun untuk saat ini Luhut mengaku belum mau mengungkapkan identitas perusahaan pembakar karena masih menangani terlebih dahulu korban dan pemadaman asap.

Mantan Kepala Staf Kepresidenan ini menandaskan akan menindak perusahaan pembakar lahan. “Supaya ditindak, supaya publik tahu,” kata Luhut.

Luhut mengaku sedang mempersiapkan tuntutan kepada perusahaan pembakar lahan.
“Kami ingin supaya cermat melakukannya, jangan kita tuntut nanti malah dituntut balik kan repot,” kata dia.

Menkopolhukam menggelar rapat koordinasi penanganan asap bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan.

Rapat ini juga dihadiri Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Willem Rampangilei, Ketua DPR Setya Novanto, dan Plt Gubernur Jambi, Irman.

ANTARA

++++

Penampakan Hutan Suaka Margasatwa di Riau yang Jadi Arang karena Terbakar

Chaidir Anwar Tanjung – detikNews
Penampakan Hutan Suaka Margasatwa di Riau yang Jadi Arang karena TerbakarFoto: Chaidir Anrwar Tanjung/detikcom
Pelalawan – Hutan Suaka Margasatwa (SM) Kerumutan di Riau ludes terbakar. Tak diketahui bagaimana kronologi kebakaran dan siapa yang melakukannya.

SM Kerumutan mencakupi wilayah Kabupaten Pelalawan dan Inhu di Riau. Penetapan sebagai SM Kerumutan berdasarkan SK Menhut No 350/kpts.II/6/1979 tertanggal 6 Juli 1979 dengan luasan mencapai 120 ribu hektare. Penanggung jawab kawasan adalah Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau sebagai kepanjang tanganan Kementerian Kehutanan.

Untuk menuju ke kawasna ini, detikcom, pada Rabu (28/10/2015) harus menempuh perjalanan dari Pekanbaru sampai ke Kecamatan Bunut, Kab Pelalawan Riau sekitar 3,5 jam. Dari jalan lintas timur, lantas menuju ke Kecamatan Teluk Meranti sekitar 80 km dengan ditempuh perjalanan sekitar 1,5  jam. Jalan menuju ke sana setengahnya masih jalan tanah.

Sampai di Desa Teluk Binjai, Kecamatan Teluk Meranti, mobil tak bisa masuk ke dalam kawasan hutan Kerumutan. Untung dibantu tim pemadam kebakaran lahan dan Manggala Agni dari BBKSDA Riau dengan menggunakan mobil double gardan.

Jalan menuju ke perbatasan begitu sulitnya. Melewati perkebunan sawit ilegal yang tumbuh di lahan yang sebenarnya sudah berstatus hutan alam. Ada sekitar 10 km untuk bisa mencapai ke dalam kawasan yang berlumpur gambut.

Menjelang mendapatkan kawasan hutan alam, di sanalah lebih dari 200 hektare kawasan sudah rata. Hanya tersisa tunggul-tunggul kayu yang menghitam menjadi arang. Lahan gambut itu terbakar tak ada lagi tegakan kayunya.

Di lokasi itulah, tim Manggala Agni dari BBKSDA sektor Kabupaten Inhu berjibaku padamkan bara api diperut gambut. Di sana ada 25 manggala agni yang sudah dua bulan di dalam kawasan untuk melakukan pemadaman.

Kawasan yang terbakar, juga terjadi di tengah hutan alam SM Karumutan. Di sana, tiba-tiba saja api muncul di tengah hutan yang berada di kawasan Kabupaten Inhu. Tidak tahu pasti siapa yang melakukan pembakaran di dalam kawasan hutan belantara yang bergambut itu.

“Yang terbakar tidak hanya di luar hutan, tapi di dalam hutan juga. Kami juga bingung, mengapa titik api bisa muncul di tengah SM Kerumutan,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab Pelalawan, Hadi Penandio kepada detikcom.

Kebakaran di tengah kawasan hutan belantara sangat unik. Api menjalar di tengah kawasan hutan bergambut. Tidak terlihat memang kobaran api di atas. Tapi tiba-tiba, tegakan kayu hutan yang menjulang tinggi ambruk dan tercabut seakarnya.

“Itu karena bara api menjalan di bawah gambut. Begitulah susahnya jika hutan gambut terbakar,” kata Hadi.

Menurut Hadi, tim BPBD Pelalawan bersama tim Manggala Agni saling membahu melakukan pemadaman baik di dalam hutan alam maupun yang di luar.

“Gambutnya bisa ke dalam lebih dari 1 meter. Setiap kita melangkah untuk melakukan pemadaman maka radius 5 meter harus kita semprot dengan air sampai gambut menjadi bubur. Setelah itu baru kita melangkah, jika tidak, kaki bisa terbakar karena ada bara gambut,” kata Hadi.

Bila melihat kondisi SM Kerumutan di Riau memang menyedihkan. Kawasan yang merupakan tanggung jawab Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup ini, sudah banyak di jarah. Ribuan hektare kawasan SM sudah rata dengan tanah.

Perambahan yang terjadi besar-besaran ini, sudah terjadi sejak tahun 2003 silam. Kini lahan-lahan yang dirampas milik negara itu sudah menjadi perkebunan sawit.
(cha/try)

October 29, 2015

Cerita Johan Budi yang Geram dengan Istri Koruptor  

Tidak hanya istri tapi anak- cucu-cicit..nyontoh Mbah Soeharto, Pak !

KAMIS, 29 OKTOBER 2015 | 06:36 WIB

Cerita Johan Budi yang Geram dengan Istri Koruptor   

Plt Wakil Ketua KPK Johan Budi memberikan keterangan pers terkait penetapan tersangka baru di Gedung KPK, Jakarta, 2 Juli 2015. ANTARA/Reno Esnir

TEMPO.CO, Padang – Johan Budi S.P., pelaksana tugas Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, mengaku cemas dengan kian meluasnya jejaring koruptor di Tanah Air selama sepuluh tahun terakhir.

Menurut Johan, meski KPK sudah mengungkap pelaku korupsi di Tanah Air, jejaring dan modus para koruptor kian membiak. Akibatnya, tak ada lagi entitas yang benar-benar steril dari korupsi.

“Dulu biasanya pelaku korupsi dalam pemikiran kami adalah penegak hukum dan pegawai negeri, sekarang sudah meluas,” kata Johan Budi di Padang, Rabu, 28 Oktober 2015.

Yang bikin Johan kian miris, koruptor kini datang dari kalangan beragam dan berusia muda. Dari politikus, artis, pengusaha, sampai ustad dan pendeta. Bahkan kampus yang dulu bandul penjaga moral mulai ikut terlibat korupsi, terbukti dari beberapa kasus yang ditangani KPK.

Johan juga mengaku geram karena korupsi tak lagi dipahami sebagai sebuah kejahatan luar biasa. Buktinya, dulu, menurut Johan, istri yang suaminya menjadi pejabat akan ikut menjaga pasangannya untuk tidak korupsi dan tetap bersih.

“Yang terjadi sekarang, istri berkolaborasi dengan suami. Ibarat bermain bola, suami gelandang kanan, istri penyerang kiri, tidak jarang lebih aktif istri untuk menggolkan korupsi,” ujar Johan Budi dengan nada geram.

Johan menuturkan saat ini ada tahanan KPK yang berstatus suami-istri, juga anak dan bapak, selain juga kakak dan adik. “Betapa miris kalau melihat situasi korupsi saat ini. Untuk itu KPK melakukan upaya tidak hanya penindakan, tapi juga pencegahan yang dilakukan secara simultan,” tutur Johan.

ANTARA

October 29, 2015

Lama Jadi BUMN Miskin, Kini Untung Perum Perikanan Indonesia Naik 500%

8:50:00 a.m.

Jakarta, Lensaberita.Net – Kantor Perum Perikanan Indonesia nampak jauh lebih sederhana ketimbang kantor BUMN pada umumnya. Beberapa langkah dari lobi gedung berlantai empat, di sana ruangan Direktur Utama berada. Sedikit kaget, ruangan Agus Suherman, Direktur Utama Perum Perikanan Indonesia (Perindo) tidak terlalu besar dan jauh dari kesan mewah. 

Menteri KKP Susi Pudjiastuti

Tibalah saat mata mulai terbelalak ketika berkeliling melihat kegiatan bisnis di atas lahan BUMN perikanan ini. Ratusan kapal yang membawa hasil tangkapan dari berbagai wilayah perairan RI tengah tertambat ke dermaga. 


Para ABK sibuk membongkar muatan puluhan ton ikan cakalang beku sebesar paha orang dewasa. Lanjut menuju fasilitas stasiun pengisian bahan bakar solar terapung, pengolahan air bersih hasil osmosis air laut, fasilitas perbaikan kapal, pembangunan cold storage ‘raksasa’, hingga melihat dari ketinggian seluruh pemandangan di ujung Ibu Kota negara ini yang sibuk dengan kegiatan perikanan. 

Perindo sempat tercatat sebagai BUMN ‘dhuafa’ tanpa mampu menghasilkan laba sebelum 2013.

Namun kini situasi berubah. Berikut ini petikan wawancara Agus kepada detikFinance pekan lalu.

Dalam beberapa bulan setelah Anda masuk, perusahaan bisa untung. Bagaimana ceritanya?


Sebagai perusahaan, Perum Perindo memang sempat kurang sehat sebelum 2013. Ketika saya masuk Februari 2013 itu kondisi kinerja keuangan minus. Saya kerja tiap hari siang malam kadang Sabtu dan Minggu tidak libur fokus menyiapkan dokumen-dokumen perusahaan yang saat itu belum lengkap dan keliling ke lapangan. 

Saya pernah ke lapangan tidur dua hari sama petambak ikan dan petugas feeder di Jambi. Lokasi di sekitarnya hutan belantara dan masih banyak monyet nongkrong di sana. Dari bandara saya turun naik motor ke lokasi tersebut. 

Untungnya para karyawan akhirnya menyadari kondisi demikian itu dan mau berubah. Caranya tidak bisa tidak, ya kerja, kerja dan kerja. Kerja lebih keras lagi, kerja lebih cerdas lagi, dan kerja lebih ikhlas lagi. Ikhlas dalam pengertian demi kemajuan perusahaan, demi kemajuan bersama.

Dalam prakteknya, itu diwujudkan dengan melakukan transformasi bisnis, dengan tidak lagi hanya bertumpu kepada layanan jasa. Namun juga mengembangkan bisnis penangkapan, budidaya dan produksi. Sementara untuk layanan jasa, dioptimalkan sehingga memberi hasil lebih. 

Di bidang layanan jasa pelabuhan perikanan, kami tetap menjalankan tanggung jawab Perum yaitu pelayanan di kolam pelabuhan seperti fasilitas tambat labuh, bongkar muat, dan docking (perbaikan kapal). 

Selain itu, termasuk penyediaan perbekalan yaitu air bersih, es, dan BBM. Ke depan kita akan kerjasama dengan Telkom supaya bisa terpantau berapa kapal yang masuk, isi BBM berapa banyak, siapa nahkodanya sehingga semua data itu tercatat. 

Hasilnya, pada akhir 2013 laba perusahaan naik 500% dari Rp 2,5 miliar menjadi Rp 15,1 miliar. Ketika saya pertama masuk ke BUMN ini bahkan kondisi minus. Kemudian laba tahun 2014 tercatat Rp 10,2 miliar dari target Rp 8,2 miliar dan sangat banyak investasi pembangunan fasilitas baru yang kami kerjakan. 

Laba year to date 2015 sudah sekitar Rp 10,8 miliar dan hingga akhir 2015 nanti laba usaha diproyeksikan mampu mencapai Rp 20 miliar. Belum terlalu besar, namun yang lebih penting lagi adalah cash flow lancar, aset perusahaan bertambah dan bisnis terus berkembang. 

Orang nggak nyangka kita bisa tambah karyawan sampai 60 orang. Ciri perusahaan tumbuh adalah menambah karyawan kemudian gaji naik. 

Dapat PMN Rp 300 miliar tahun 2015 ini untuk apa?


PMN Perum Perindo sebesar Rp 300 miliar pada tahun 2015, sesuai yang tertuang dalam UU APBN Perubahan tahun 2015, sekarang sedang menunggu terbitnya Peraturan Pemerintah (PP). Sesuai peruntukkan saat pengajuan, sebagian untuk membangun pabrik pakan ikan dan udang.

Ini sangat penting agar Perum Perikanan Indonesia bisa menjalankan peran untuk menjaga ketersediaan pakan dengan harga terjangkau bagi petambak dan pembudidaya ikan maupun udang. Selain itu, juga untuk membangun cold storage baru serta Unit Pengolahan Ikan dan docking (fasilitas perbaikan) Kapal Perikanan.

Kalau kita dipinjami Rp 300 miliar kan paling tidak harus kembali Rp 900 miliar. Harus begitu kan, kalau nggak ya ngapain disuntik PMN tapi nggak berkembang. Ibu-ibu saja yang bawa bakul di pasar saja bisa untung kok, kenapa kita nggak. 

Lalu, mengapa pilihan prioritas membangun pabrik pakan ikan dan udang?


Potensi perikanan budidaya negara ini cukup besar. Total luas lahan mencapai 17,7 juta hektar. Biaya tertinggi dalam kegiatan budidaya adalah pakan, bahkan mencapai 70%. 

Oleh sebab itu, sebagai instrumen negara, Perum Perindo ingin menyiapkan pakan dengan harga yang terjangkau. KKP sendiri sudah mengembangkan pakan mandiri sebagai salah satu upaya menangkap potensi perikanan budidaya.

Kalau mau menang di bisnis ini harus bangun dari hulu sampai hilir. Tidak bisa ada satu bagian yang dikuasai orang lain dan kita masih bergantung ke orang lain. Belum ada pabrik pakan yang dibuat BUMN. 

Kapan dibangun?


Tahun 2016 kita bangun pakai dana PMN. Detail semuanya sudah jadi. Tinggal nunggu begitu PP selesai diterbitkan kita atur lelang dan proses pembangunan mudah-mudahan tahun 2017 selesai.

Kalau BUMN serius membangun ini semua nggak akan ada persoalan kurang pakan, pakan mahal, ada ikan tapi nggak ada pembelinya. Selama ini begitu panen, harga turun padahal cost pakan cukup besar. Sudah keruk tanah untuk bikin kolam tapi nggak untung. 

Transformasi ini sejalan dengan semangat Menteri Susi memberantas illegal fishing di perairan RI?
Menteri Susi sangat bersemangat. Kemudian Beliau bisa membangkitkan sektor perikanan. Memang nggak bisa tiba-tiba dari pemberantasan illegal fishing langsung meningkat bisnis perikanan kita. 

Paling tidak dengan masifnya upaya pemberantasan illegal fishing sampai keluar Prepres soal Satgas itu menunjukkan bahwa bukti pemerintah betul-betul serius menangani persolaan IUU fishing. 

Persoalan ini sudah muncul lama sejak saya sekolah tahun 2006-2007 bahwa kita kehilangan sekian ratus triliun. Sekarang nyatakan dan ada menteri yang punya keberanian, kita dukung dan ke daerah mana pun kita ikut hadir di sana. 

Misalnya di Wanam-Merauke itu butuh apa, kita akan masuk dulu di sana walaupun belum bisa full namun hasil tangkapan bisa kita beli dulu. 

Ekspor pun kita mulai penjajakan ke Jepang dan Amerika Serikat (AS). Saya target November ada ekspor, paling telat Januari 2016. Pertama kami gandeng dulu perusahaan Jepang dan AS ini. Kalo ke AS peluangnya udang vaname, kalau Korea cumi, kalau Jepang ikan tuna. Besar sekali besarnya. AGREGASI/AFM/DETIKFINANCE

Share :

October 28, 2015

Ternyata Insiden Bom di Toilet Mal Alam Sutera Sudah 3 Kali, Pelaku Sama

Sudah tahunya  pelaku sama ?? Kok masih dilepas ?? Biar suruh coba bikin bom lagi ??
Jadi teringat “Bom Natal ” thn 2000, pelakunya tidak ditangkap, karena ada  elit yang melindungi . Akhirnya terjadi bom Bali..
Sekali lagi jangan anggap remeh kejadian kecil karena bisa berujung bencana besar !
Rabu 28 Oct 2015, 16:54 WIB

Rini Friastuti – detikNews
Ternyata Insiden Bom di Toilet Mal Alam Sutera Sudah 3 Kali, Pelaku SamaFoto: CNN Indonesia/Prima Gumilang

Tangerang – Ternyata kasus bom di toilet Mal Alam Sutera, Tangerang, sudah tiga kali. Dua kasus meledak, yang satu kasus tidak meledak.

“Analisa kami, 3 peristiwa ini pelakunya sama,” ujar Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Krishna Murti di depan lokasi ledakan Mal Alam Sutera, Tangerang, Rabu (28/10/2015).

Bom pertama di mal ini terjadi di toilet lantai dasar pada Kamis 9 Juli 2015 lalu dan meledak pada pukul 12.05 WIB menyebabkan satu orang terluka. Peristiwa kedua, ungkap Krishna, terjadi pada bulan puasa. Namun peristiwa kedua itu benda yang diduga bom tidak meledak. Benda diduga bom juga ada di toilet namun terletak di lantai 3.

Bom ketiga terjadi 28 Oktober 2015  di toilet dekat kantin karyawan di lantai LG.

“Ya, selalu menempatkan di tempat-tempat yang potensi mengenai korbannya tidak signifikan, di toilet. Pada saat kejadian sebenarnya kami sudah mengantisipasi, karena dugaan terduga pelakunya sudah tergambarkan pola ininya. Tapi masalah siapa dan bagaimana nanti, kita sekarang upayakan bagaimananya,” jelas dia.

Pihaknya mendalami CCTV dan mengumpulkan bukti material yang belum bisa diungkapkan.

“Ada (bukti). Kami tidak bisa sampaikan sekarang yang pasti kami mohon dukungannya insha Allah kasusnya akan terungkap,” tutur Krishna.
(nwk/nrl)

++++++++++++++++++

Kamis 29 Oct 2015, 13:14 WIB

Polda Ungkap Pelaku Bom Toilet, Sudah 3 Kali Beraksi di Mal Alam Sutera

Mei Amelia R – detikNews
Polda Ungkap Pelaku Bom Toilet, Sudah 3 Kali Beraksi di Mal Alam SuteraFoto: Rengga Sancaya

Jakarta – Polda Metro Jaya akhirnya merilis tersangka bom Mal Alam Sutera. Dia dipastikan sudah beraksi tiga kali di Mal Alam Sutera menyasar toilet.

Rilis digelar di Polda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (29/10/2015), dipimpin langsung oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian. Dia didampingi Dirkrimum Kombes Krishna Murti. Si tersangka berada di belakang Tito, memakai baju kaos putih dan tangannya diikat tali.

“Polda dan Densus berhasil mengungkap kass ini, satu orang tersangka yang saat ini ada, sudah kita tangkap kemarin sore,” kata Tito.

Menurut Tito, pelaku pertama kali beraksi di toilet Mal Alam Sutera pada 6 Juli 2015, namun saat itu bomnya tidak meledak. Aksi kedua dilakukan pada 9 Juli dan meledak. Aksi terakhir, pada Rabu 28 Oktober 2015 kemarin.

“Tanggal 28 bom meledak di toilet dan mengakibatkan satu orang terluka bagian kakinya,” terang Tito.

Saat ini, jumpa pers masih berlangsung.
(mad/mei)

++++++++++++++++++++===

Bom Alam Sutera, Kata Eks Kombatan Afghanistan Cuma buat…

RABU, 28 OKTOBER 2015 | 18:49 WIB

Bom Alam Sutera, Kata Eks Kombatan Afghanistan Cuma buat...

Petugas kepolisian menyisir tempat kejadian perkara ledakan bom di mall Alam Sutera, Tangerang, Banten, 28 Oktober 2015. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

TEMPO.CO, Lamongan – Bom  yang meledak di toilet kantin Mal Alam Sutera, Serpong, diduga dirakit oleh orang yang paham perakitan bahan peledak. “Tujuannya untuk mengacaukan dan menguji polisi,”  kata Ali Fauzi, mantan kombatan Afghanistan yang kini menjadi pengamat terorisme kepada Tempo, Rabu 28 Oktober 2015.

Ali menduga, pelaku tidak ingin membunuh dengan bom buatannya, namun hanya memunculkan  kekacauan. Mantan kombatan Afghanistan, Moro, Ambon dan Poso di tahun 1990-an ini juga menyebutkan, bahwa perakit bom kemungkinan tidak ada kaitannya dengan organisasi ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) organisasi militan di Timur Tengah.  Kemungkinan, ujarnya, ada kesamaan secara ideologis.

BACA:
Bom di Mal Alam Sutera, Kapolri: Besok Pelakunya Ditangkap
Mal Alam Sutera Dua Kali Dibom, Ini Kesamaannya 
Bom di Mal Alam Sutera Ternyata di Tong Sampah Toilet

Mengapa pelaku ingin menguji polisi? Ali Fauzi menjawab ini kasus bom yang kedua di Mal Alam Sutera. Bom yang pertama  terjadi pada 9 Juli 2015 dan  polisi tidak berhasil mengungkap siapa pelakunya

Menurutnya, ini bom yang kedua yang jenisnya relatif berdaya ledak rendah. “Tapi ingat, bahwa ini mesti juga harus ditelusuri,” ujar pria asal Desa Tenggulun, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan.

Simak: Bom di Mal Alam Sutera

Ali Fauzi menjelaskan di Tanah Air, ada sejumlah orang yang ahli merakit bom. Mereka adalah kawan-kawannya yang pernah mengangkat senjata di Afghanistan, Moro dan Ambon, dan kini tersebar di berbagai daerah.

Ali menjelaskan perlu ada pendekatan kemanusiaan kepada mereka.  Dia berharap pemerintah bisa memberikan ruang gerak atau semacam forum, bahwa mereka adalah warga negara Indonesia yang punya kelebihan.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krisna Murti mengatakan ledakan yang terjadi di toilet kantin Mal Alam Sutera berdaya ledak rendah. “Low explotion, materinya sudah diamankan,” ujar Krisna di Mal Alam Sutera, pada Rabu, 28 Oktober 2015.

Krisna mengatakan saat ini tim dari Puslabfor, Gegana, Inafis masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara pasti penyebab ledakan. Pelaku, kata Krisna, diduga sama dengan pelaku bom yang terjadi di Mal Alam Sutera Juli 2015.  “Pelakunya sudah kami intai, polanya sudah dapat, doakan saja. Insya Allah kasus ini cepat terungkap.”

SUJATMIKO

October 28, 2015

Pesawat Perintis N219 akan Dijual Tahun 2017

28 OKTOBER 2015

28 Oktober 2015

Cutaway pesawat N219 (image : PTDI)

JAKARTA. PT Dirgantara Indonesia tengah merampungkan pembuatan pesawat perintis bertipe N219. Pesawat berkapasitas 19 penumpang ini akan mulai dipamerkan November 2015 mendatang.

Kepala Divisi Perencanaan Dirgantara Indonesia , Sonny Saleh Ibrahim mengungkapkan, pesawat dengan misi penerbangan antar pulau ini telah dipesan oleh tiga maskapai penerbangan.

“ Sudah mulai dipesan oleh tiga maskapai, 2017 akan mulai dijual,” ujar Sonny kepada KONTAN, Jumat( 23/10). Tiga maskapai tersebut yakni PT Aviastar Mandiri, PT Trigana Air, dan PT Nusantara Buana Air.

Meski enggan merinci satu persatu, jumlah unit N219 yang dipesan oleh ketiga perusahaan tersebut, Sonny bilang, secara total ada 30 pesawat N219 yang telah dipesan dengan total opsi pembelian mencapai 30 unit.

Pihaknya secara bertahap akan mulai mendistribusikan N219 ke ketiga maskapai tersebut pada 2017 mendatang. Untuk harga perunit, N219 dibandrol sebesar US$ 4 juta- US$ 5 juta.

Selain itu, untuk pembuatan bahan pembuatan pesawat, Sonny bilang diawal pembuatannya N219 telah menyerap sekitar 40%-50% kandungan lokal dalam negri. Pihaknya berencana akan meningkatkan kandungan lokal hingga 70%-75%.

Namun sebelum produksi massal yang direncanakan pada 2017 mendatang, Sonny bilang pihaknya harus mengurus izin sertifikasi nasional yang diperkirakan mencapai satu tahun.

JIka sudah diproduksi secara massal, Dirgantara menargetkan penjualan N219 tidak hanya memenuhi kebutuhan pesawat perintis dalam negri, namun pihaknya juga akan menjual pesawat tersebut hingga ke negara negara Asia Tenggara lainnya.

Terkait target penjualan Sonny enggan memberitahu target penjualan N219. Namun pihaknya akan fokus memenuhi kebutuhan pesawat perintis di Asia yang diperkirakan mencapai 800 unit hingga 20 tahun kedepan.

“ Makanya kami akan terus tingkatkan produksinya dari empat unit ditahun pertama, delapan unit tahun kedua dan 12 unit pada tahun selanjutanya,” ujar Sonny.

(Kontan)