Minta Suntikan Rp 1 T, BUMN Ini Mau Bikin Pabrik LRT


Feby Dwi Sutianto – detikfinance
Kamis, 17/09/2015 12:22 WIB
Minta Suntikan Rp 1 T, BUMN Ini Mau Bikin Pabrik LRT
Jakarta -PT Industri Kereta Api (INKA) mengajukan suntikan modal berupa Penyertaan Modal Negara (PMN) Rp 1 triliun di tahun depan. Dana segar tersebut akan dipakai membangun fasilitas pabrik kereta baru, guna mengembangan kereta berpenggerak seperti Light Rail Transit (LRT) di dalam negeri.

“Kami akan bangun pabrik kereta berpenggerak seperti LRT. Ini akan dibangun tahun 2016,” kata Direktur Utama INKA, Agus Purnomo, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (17/9/2015).

Kini, INKA memiliki 2 opsi lokasi pendirian pabrik kereta baru. INKA saat ini sedang mengkaji lokasi pada wilayah Kuala Tanjung di Sumatera Utara, dan Gresik di Jawa Timur.

“Baik di Gresik dan Kuala Tanjung, kami tunggu keputusan. Kami ada plus minus. Kuala Tanjung plusnya di sana ada pabrik alumina plant (PT Inalum). Di sana ada bahan baku,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Deputi BUMN Bidang Usaha Konstruksi, Sarana dan Prasarana Perhubungan, Pontas Tambunan menjelaskan, permohonan suntikan dana segar Rp 1 triliun sangat mendesak. INKA, kata Pontas, kini tengah banjir pesanan kereta barang dan penumpang yang datang dari dalam dan luar negeri.

Namun, INKA memerlukan pabrik dengan teknologi terbaru agar bisa memproduksi kereta yang lebih efisien dan berkualitas.

“Sisi harga dan kualitas INKA perlu dukungan fasilitas karena yang ada nggak memadai. Bagian tertentu pakai outsourcing dari fasilitas pihak pemasok,” jelasnya.

Selain itu, INKA akan bersinergi dengan BUMN lain, seperti PT Adhi Karya Tbk (ADHI), untuk membangun dan memproduksi LRT Jabodebek. Hal ini tentunya membutuhkan dukungan pendanaan.

“Sinergi BUMN diperlukan, INKA terbatas penyediaan dana. Sinergi dilakukan dengan BUMN penugasan kereta LRT. Kita bersama-sama sharing permodalan untuk bangun fasilitas yang ada local content,” paparnya.

(feb/dnl)

‘RI Impor Kereta Bekas, Tapi Ekspor Kereta Baru’

Feby Dwi Sutianto – detikfinance
Kamis, 17/09/2015 13:22 WIB
RI Impor Kereta Bekas, Tapi Ekspor Kereta BaruKereta Bekas Asal Jepang
Jakarta -Indonesia sebenarnya punya BUMN yang sudah bisa memproduksi kereta, yaitu PT Industri Kereta Api (INKA). Namun selama ini, PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengimpor kereta bekas dari Jepang karena alasan harga yang lebih murah.

Direktur Utama INKA, Agus Purnomo menyinggung pengadaan Kereta Rel Listrik (KRL) bekas dari Jepang. Dari pengalamannya, Agus menyebut, di dunia hanya Indonesia yang membeli kereta bekas untuk dioperasikan kembali. Padahal, INKA sebagai produsen kereta penumpang dan barang telah mampu menjual dan memproduksi kereta baru untuk pasar di dalam dan luar negeri.

Hal ini disampaikan oleh Agus saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Jakarta, Kamis (17/9/2015).

“Hanya kita saja yang impor kereta bekas, semua negara buat baru,” kata Agus.

Agus menyebut, pihaknya kini sebagai produsen kereta terbesar di Indonesia. Untuk penjualan kereta di dalam negeri, INKA akan memasok kereta khusus Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta). INKA menggandeng produsen kereta dunia, Bombardier, memproduksi KRL khusus bandara rute Stasiun Manggarai-Stasiun Bandara Soetta. INKA juga bakal dilibatkan dalam proyek kereta ringan (Light Rail Transit/LRT) Jabodebek.

“KRL Soetta, nanti INKA yang bangun. Kita segera bangun. Insya Allah akhir 2016 atau awal 2017 beroperasi. Ini jalur Soetta-Manggarai. INKA nggak sendiri. Kami konsorsium dengan Bombardier, perusahaan kereta terbesar di dunia,” ujarnya.

Untuk pasar ekspor, produsen kereta asal Madiun Jawa Timur ini berhasil mengalahkan China dalam tender internasional untuk pengadaan kereta di Bangladesh senilai US$ 72 juta. Setelah menang dari China, INKA kembali akan mengikuti tender kereta di Bangladesh senilai US$ 150 juta.

“Kami kalau tender dunia bersaingnya dengan China. Kami akan ikuti tender US$ 150 juta di Bangladesh. Pengalaman lalu kita bersaing. Kalau sekarang, kami create kolaborasi dengan China. Kita rintis kerjasama,” jelasnya.

Setelah Bangladesh, INKA membidik pasar kereta di Myanmar, Srilanka hingga Afrika. Untuk ekspansi ini, INKA akan memperoleh dukungan oleh Bank Exim Indonesia yang difasilitasi oleh Kementerian Keuangan.

“Ada National Interest Account, untuk negara yang lebih miskin dari Indonesia. Kami dan Bank Exim bawa pendanaan ke sana,” tuturnya.

Soal impor kereta bekas dari Jepang, KAI sebelumnya pernah menjelaskan, impor kereta bekas untuk KRL Jabodetabek ini dilakukan untuk menekan ongkos produksi. Sehingga harga tiket bisa murah.

(feb/dnl)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: