NasDem Tolak PAN Masuk Kabinet, Takut Menterinya Dikurangi?


Partai “karbitan” media jembrong
Kamis 22 Oct 2015, 17:25 WIB

Isu Reshuffle Jilid II

Elvan Dany Sutrisno – detikNews
NasDem Tolak PAN Masuk Kabinet, Takut Menterinya Dikurangi?Foto: Grandyos Zafna
Jakarta – Tiba-tiba Partai NasDem menyatakan menolak PAN mendapatkan jatah menteri di Kabinet Kerja. Takut kehilangan kursi menteri?

“Kalau memang kualitas menterinya hebat kenapa harus panik? Kalau mereka menolak PAN masuk kabinet berarti mengamini kualitas kader PAN lebih baik dan mereka takut kalau menteri mereka tergeser,” kata pengamat politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio, kepada detikcom, Kamis (22/10/2015).

PAN memang telah menyetor sejumlah nama menteri kepada Presiden Jokowi. Menurut informasi dari internal PAN setidaknya ada lima nama calon menteri yang diusulkan yakni Didik Rachbini, Asman Abnur, Eddy Soeparno, Taufik Kurniawan, dan Hanafi Rais. Sampai saat ini Presiden belum memutuskan siapa yang bakal menduduki kursi menteri dari PAN.

Meskipun awalnya parpol KIH membuka diri masuknya parpol di luar koalisi pendukung Jokowi-JK ke kabinet namun belakangan sejumlah elite KIH mulai menolak. Penolakan pertama kali dilontarkan Partai NasDem. NasDem tak yakin parpol KIH akan menerima PAN masuk kabinet karena tidak berjuang di Pilpres bersama-sama.

“PAN kan baru-baru saja masuk kabinet, kalau kemudian di tengah jalan dikasih jatah kursi menteri apa partai lain nggak marah. Partai-partai lainnya dalam KIH sudah berdarah-darah loh memenangkan Jokowi-JK,” kata politikus NasDem Luthfy A Mutty dalam siaran pers Fraksi NasDem DPR RI, Kamis (22/10/2015).

Dia menyarankan Presiden Jokowi tidak melakukan reshuffle kabinet. “Kalau konsisten tidak perlu (reshuffle) dengan membagikan kursi tersebut,” tutupnya.

Memang ada isu santer pada saat reshuffle kabinet jilid II digelar bakal ada parpol KIH yang kehilangan menteri. Pada reshuffle kabinet pertama kemarin Partai NasDem kehilangan satu kursi menteri yakni Menko Polhukam. Wajar saja reshuffle kabinet jilid II mengusik parpol KIH.

Lalu apakah Presiden Jokowi akan mendengarkan penolakan dari parpol KIH?
(van/nrl)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: