BNN Tangkap Perwira TNI AD Terlibat Narkoba


Koran Tempo
SELASA, 27 OKTOBER 2015

JAKARTA – Penyidik Badan Narkotika Nasional menangkap empat orang yang terlibat dalam kepemilikan 1.000 butir pil ineks, Minggu lalu. Dua orang di antaranya diketahui adalah anggota TNI Angkatan Darat. “Kami menangkap dua sipil dan dua anggota TNI,” kata Kepala Bidang Humas BNN, Komisaris Besar Slamet Pribadi, kemarin.

Saat penangkapan, menurut Slamet, sempat terjadi baku tembak antara penyidik BNN dan anggota TNI yang diduga terlibat dalam kepemilikan narkoba tersebut, di stasiun pengisian bahan bakar umum Jalan Baru, Kampung Rambutan, Jakarta Timur. “Ini pengembangan dari dua kali penangkapan sebelumnya pada hari yang sama,” kata Slamet.

Sebelumnya, penyidik BNN melakukan penangkapan pertama terhadap dua orang sipil, yakni Ardi dan Siti Wahyuningsih. Mereka ditangkap di Jalan Bungur, Ciracas, Jakarta Timur. Ardi dan Siti sudah menjadi target dalam kasus ini. Dalam pengembangannya, penyidik kemudian menangkap seorang perwira TNI AD berinisial WW berpangkat Letnan Kolonel. “Kami tangkap WW di lampu merah Ceger, Jakarta Timur.”

Dari tangan WW didapat barang bukti berupa satu pisau sangkur dan 1.000 pil ineks. Tanpa perlawanan, WW kemudian diminta memancing kedatangan SI, anggota TNI berpangkat Sersan Mayor, di SPBU, Jalan Baru. Tahu ada anggota BNN, menurut Slamet, SI kemudian menembak penyidik sehingga akhirnya terjadi baku tembak di lokasi.

Penyidik BNN melumpuhkan SI dengan enam peluru yang mengenai tubuhnya. SI kemudian dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk dirawat. Kini, dua anggota TNI tersebut sudah diserahkan ke Detasemen Polisi Militer Komando Daerah Militer Jaya di Cijantung, Jakarta Timur, untuk pemeriksaan. “Sedangkan dua orang sipil ditahan di Markas BNN,” kata Slamet.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigadir Jenderal Sabrar Fadhilah membenarkan adanya penangkapan WW dan SI yang merupakan anggota TNI. Sabrar mengatakan keduanya kemudian diperiksa di Markas Polisi Militer. “Kami lakukan pemeriksaan bekerja sama dengan BNN,” kata Sabrar.

Selama pemeriksaan, menurut Sabrar, kedua anggota tersebut dibebastugaskan dari kesatuan masing-masing. Pemeriksaan dilakukan terhadap keduanya dengan asas praduga tak bersalah. “Tapi jika benar bersalah, pimpinan kami pasti akan mengambil tindakan kepada yang bersangkutan,” ujar dia. NINIS CHAIRUNNISA | DIKO OKTARA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: