Area Kebakaran Hutan 32 Kali Luas Jakarta


Yang memberi ijin dan perusahaan tukang bakar harus di HUKUM BERAT !
Koran TempoSABTU, 31 OKTOBER 2015

 Area Kebakaran Hutan 32 Kali Luas Jakarta

JAKARTA – Memasuki bulan keempat, kebakaran hutan dan lahan tak juga kunjung mereda. Menurut taksiran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kebakaran ini telah melahap lebih dari 2 juta hektare hutan dan lahan di Sumatera, Kalimantan, Papua, Sulawesi Selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Papua, dan Maluku dengan taksiran kasar kerugian di atas Rp 40 triliun.

Menurut data LAPAN, area yang terbakar itu meliputi 618,5 ribu hektare lahan gambut dan 1,4 juta hektare non-gambut. Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, kemarin, luas lahan yang terbakar itu setara dengan 1,9 juta lapangan sepak bola, 32 kali luas Jakarta, atau empat kali luas Pulau Bali. “Bisa dibayangkan, ini luas sekali,” kata Sutopo.

Menurut Sutopo, pemerintah sudah melakukan segala cara untuk memadamkan api. “Namun, jika gambut sudah terbakar, akan sulit dipadamkan,” katanya. Ia menyebutkan, salah satu tantangan dalam melakukan pemadaman adalah bagaimana mendeteksi api di bawah permukaan. Selama ini, kebakaran yang terjadi di bawah permukaan hanya bisa dideteksi melalui satelit pemantau titik panas atau hotspot.

Untuk memadamkan api, pemerintah berusaha mendapatkan 10-15 pesawat sewaan dari Kanada, Rusia, dan Australia. Dari Rusia, pesawat yang disewa adalah jenis BX 200, yang memiliki kemampuan mengambil air 13 ton, untuk melakukan water-bombing. Sinarmas menanggung biaya operasional pesawat itu. “Agar dunia usaha berkontribusi, karena ini wilayah konsesinya,” kata Sutopo.

Hingga kini BNPB menghabiskan dana setidaknya Rp 500 miliar untuk biaya operasional water-bombing, posko, pelaksanaan operasi dan personel, serta sewa pesawat. Menurut Sutopo, jumlah pasti kerugian belum dihitung. Dalam bencana kebakaran lahan tahun lalu, di Riau saja kerugiannya mencapai Rp 20 triliun.

Sampai kemarin pukul 5.00, berdasarkan data satelit Terra Aqua, di Sumatera masih ada 156 titik: Bengkulu (1), Jambi (2), Lampung (5), Riau (8), Sumatera Barat (1), Sumatera Selatan (109), dan Sumatera Utara (3). “Artinya, di Sumatera, kebakaran hutan masih berlangsung

BNPB menaksir pemadaman kebakaran hutan ada kemungkinan bakal rampung pada awal Desember. Alasannya, hujan deras baru akan mengguyur pada pertengahan dan akhir November. “Kami inginnya lebih cepat, lebih baik. Tapi ini juga bergantung pada hujan,” kata dia

Presiden Joko Widodo berkunjung ke Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, Kamis lalu, setelah mempersingkat lawatannya di Amerika Serikat. Setelah dari Sumatera Selatan, kemarin Jokowi terbang ke Jambi. Dua daerah itu kemarin juga mulai diguyur hujan. ARKHELAUS WISNU | DEWI SUCI RAHAYU | PARLIZA HENDRAWAN | SYAIPUL BAKHORI | MANAN

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: