Anggota TNI Tembak Marsin Tepat di Mata Gara-gara Senggolan


Prilaku Biker motor bebek memang sangat kurang ajar. Tidak taat rambu lalu lintas,  tidak menghargai  pejalan kaki/ penyebrang jalan dan bersenggolan dgn mobil tidak ada rasa bersalahnya. Jadi kagak terlalu heran jika ada psikopat macam si sersan YH laangsung mendor biker bebek. . Pertanyaannya siapa yg paling salah dari peristiwa ini?  menurut saya ya Polisi yang melonggarkan untuk mendapatkan  SIM. Di daerah Cibinong, Sentul, Gadog sampai Sukabumi banyak banget biker yg tidak punya SIM dan mengendarai motor bodong (tanpa stnk dan plat nomor). RAZIA POLISI suka dilakukan tapi macam puasa senin kemis… Jadi tdk menimbulkan efek jera. .
Cobaa deh peristiwa ini jadi bahan introspeksi buat polisi.

METROKRIMINAL

SELASA, 03 NOVEMBER 2015 | 20:16 WIBilustrasi penembakan. haihoi.comTEMPO.CO, Bogor – Diduga karena senggolan saat berkendara di jalan, YH, anggota TNI Angkatan Darat Batalion Intel Taipur Kostrad, Cilodong, Depok berpangkat Sersan Satu, menembak hingga mati warga bernama Marsin Samani alias Japra, 40 tahun, di Jalan Raya Mayor Oking, Kelurahan Ciriung, Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa, 3 November 2015.Korban tewas mengenaskan di tempat dengan peluru tepat di mata tembus ke belakang kepala korban. Aksi pelaku terjadi saat arus lalu lintas sedang padat dan di depan mata ratusan warga. “Kejadian sekitar pukul 16:30 WIB, di depan SPBU Ciriung Cibinong, ” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polisi Resor Bogor, Ajun Komisaris Auliya R Djabar.Informasi yang dihimpun menyebutkan, penembakan oleh anggota TNI tersebut berawal saat korban yang menggunakan sepeda motor Honda Supra dengan nomor polisi B 6108 PGX menyerempet mobil Honda CRV berwarna silver dengan bernomor F 1239 DZ yang dikendarai oleh YH di Jalan Ciriung, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.Namun saat itu korban tidak menghentikan laju sepeda motornya untuk meminta maaf, malah korban menurut para saksi terkesan kabur dan tidak bertanggung jawab. Pelaku yang tidak terima karena kendaraanya disenggol langsung mengejar sepeda motor korban, namun Marsin tidak kunjung menghentikan laju kendaraannya.””>YH yang semakin kesal itu setibanya di lokasi kejadian tepatnya di depan pom bensin Ciriung, pelaku mengeluarkan pistol dan menembak korban tepat di kepala. Marsin tergeletak tewas di tengah jalan. Setelah menembak korban, YH langsung tancap gas kabur dari lokasi ke arah Citeureup. Ia diduga akan melarikan diri ke arah tol Jagorawi.Warga dan anggota Polsek Citeureup menangkap YH di depan Pos Polisi 9B, Jagorawi. Ia langsung dibawa ke Polsek Citeureup. Sedangkan korban langsung dibawa ke RS Polri Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur, “Pelaku sudah diambil DenPom (Detasemen Polisi Militer),” kata Kepala Polisi Sektor Citereup Komisaris Muhammad Chaniago.M. SIDIK PERMANA

 

+++++

 

“Aparat TNI Harus Psikotes Lagi, Masa Baru Disenggol Langsung Angkat Senjata”

Rabu, 4 November 2015 | 14:25 WIB
KOMPAS.com/Indra AkuntonoKetua DPD PDI Perjuangan TB Hasanuddin

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Komisi I DPR, Mayjen (Purn) TB Hasanuddin, menyesalkan sikap oknum anggota Kostrad TNI berinisial Serda YH yang menembak seorang warga sipil hingga tewas.

Dia menyarankan TNI mengecek lagi kondisi psikologis semua anggotanya agar kejadian serupa tak lagi terulang.

“Saya sarankan, aparat intelijen di TNI itu harus psikotes lagi, masa baru disenggol langsung angkat senjata, ini jadi pertanyaan,” kata Hasanuddin saat dihubungi, Rabu (4/11/2015).

Tentara, lanjut Hasanuddin, seharusnya tidak bersikap emosional dan bisa menahan diri. TNI seharusnya berperan menjaga keamanan masyarakat, bukan menebar teror dan ketakutan. (Baca:Penembakan Tukang Ojek di Cibinong oleh Anggota TNI Dikecam)

“Dia lulus enggak psikotes selama pendidikan? Daya mentalnya diuji lulus enggak itu? Apakah dia lewatin ketentuan pelatihan itu atau tidak?” ucap mantan Sekretaris Militer itu.

Selain itu, Hasanuddin juga mendorong agar ada aturan yang ketat mengenai penggunaan senjata. Saat bertugas, kata dia, anggota TNI tentu harus membawa senjata. Namun, setelah selesai menjalankan tugasnya, senjata itu harus dikembalikan.

“Untuk kejadian ini, pelaku harus dihukum sesuai ketentuan yang berlaku. Ini harus ada hukuman tambahan berupa pemecatan,” kata politisi PDI-P ini.

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo sebelumnya memastikan bahwa Serda YH akan dipecat dari kesatuan TNI. (Baca: Panglima TNI Pastikan Pemecatan Oknum TNI yang Tembak Mati Pengojek)

Gatot menuturkan, sanksi untuk Serda YH hanya dapat ditentukan oleh pengadilan militer. Namun, ia memastikan akan memberi sanksi tambahan berupa pemecatan. (Baca: Panglima TNI Janji Peradilan Militer Terbuka untuk Masyarakat)

“Saya tidak pernah bicara sanksi, tetapi kami pastikan ada hukuman tambahan, pemecatan,” kata Gatot.

Serda YH menembak mati Japra (40), seorang tukang ojek yang biasa mangkal di Cibinong. Kejadian itu terjadi di Jalan Mayor Oking, tepatnya di depan SPBU Ciriung, Cibinong, Kabupaten Bogor. (Baca: Oknum Kostrad Tembak Warga di Cibinong karena Mobilnya Diserempet)

Berdasarkan keterangan saksi, Fuad, pelaku datang dari arah Cibinong menuju arah Sentul. Saat pelaku hendak berputar balik, sepeda motor yang dikendarai korban menyalip dari arah kiri sehingga menghalangi laju kendaraan pelaku.Tak terima, pelaku kemudian memberhentikan korban tepat di depan SPBU Ciriung, Cibinong, dan terlibat adu mulut dan saling dorong di antara keduanya.

Fuad melanjutkan, tiba-tiba pelaku mengeluarkan senjata api jenis FN dan menembak bagian kepala korban.

Penulis : Ihsanuddin
Editor : Sandro Gatra
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: