Ekonomi Mulai Menggeliat


semoga !
Koran Tempo KAMIS, 05 NOVEMBER 2015

JAKARTA – Sejumlah indikator ekonomi makro menunjukkan perekonomian nasional belakangan ini mulai menggeliat dan membuat banyak kalangan makin optimistis. Penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ataupun meningkatnya penyaluran kredit merupakan sinyal positif, kendati perekonomian global belum sepenuhnya pulih.

Data teranyar Bank Indonesia tentang perkembangan uang beredar per September 2015, yang dirilis kemarin, menyebutkan kredit per September tumbuh 10,9 persen ketimbang bulan sebelumnya yang 10,8 persen. “Peningkatan pertumbuhan kredit utamanya terjadi pada kredit modal kerja dan kredit investasi,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Tirta Segara, kemarin.

Tirta juga melihat telah kembalinya kepercayaan para pelaku usaha setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kenaikan nilai pencairan kredit Agustus-September lalu sekitar Rp 75 triliun. “Kalau dihitung tahunan, pertumbuhan kredit sampai September lalu ternyata sudah 11,01 persen, lebih tinggi dibanding posisi Juni,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Deputi Komisioner OJK Bidang Pengawasan Bank III, Irwan Lubis. Per Agustus lalu, penyaluran kredit mencapai Rp 3.881 triliun dan pada September naik menjadi Rp 3.956 triliun. “Naik 1,94 persen secara bulanan dan sejak awal tahun hingga September naik 7,68 persen,” ucapnya pekan lalu.

Penguatan nilai tukar rupiah juga ikut memberi sinyal positif perbaikan perekonomian. Meskipun belum kembali seperti posisi di awal tahun, kondisi terakhir kurs tengah BI kemarin di level 13.460 per dolar AS sudah menunjukkan penguatan.

Optimisme juga datang dari Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, yang memperkirakan ekonomi bakal tumbuh hingga 4,85 persen pada kuartal ketiga tahun ini. Angka tersebut melampaui pencapaian di kuartal satu dan dua. Tahun ini, pemerintah menargetkan ekonomi tumbuh 5,7 persen.

Keyakinan pun muncul dari kalangan pengusaha, salah satunya perusahaan asal Jepang, PT Sumitomo Wiring Systems Batam Indonesia. Perusahaan ini berencana membenamkan modalnya senilai US$ 5 juta dan menyerap kurang-lebih 1.500 tenaga kerja baru. Padahal semula beredar kabar banyak investor bakal hengkang dari Batam karena kurang kompetitif.

Untuk mendorong lebih kencang lagi roda perekonomian, Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta agar proses pembangunan infrastruktur bisa dipercepat. “Sebenarnya dari dulu pemerintah mendengar rencana pembangunan infrastruktur, tapi dikerjakan pelan-pelan,” katanya kemarin.

Kali ini, menurut Kalla, pemerintah akan mengebut pembangunan infrastruktur dan memancing lebih banyak pertumbuhan investasi untuk menggenjot perbaikan ekonomi.

Sektor konstruksi juga diharapkan jadi kunci pertumbuhan ekonomi Indonesia selanjutnya. Terlebih ada komitmen Presiden Joko Widodo mempercepat pembangunan proyek-proyek infrastruktur dalam lima tahun ke depan. “Indonesia akan menjadi pasar konstruksi terbesar di ASEAN dengan nilai proyek mencapai sekitar US$ 267 miliar,” ujar Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Yusid Toyib. RR ARIYANI | TRI ARTINING PUTRI | REZA ADITYA | MEGEL JEKSON (PDAT) | ARIEF HIDAYAT | AMIRULLAH


Membaik di Bawah Tekanan

MEMBAIKNYA perekonomian sebetulnya mulai terlihat sejak kuartal ketiga tahun ini. Sejumlah indikator, seperti inflasi, penyaluran kredit, dan realisasi investasi, terus menunjukkan perbaikan. Nilai tukar rupiah yang sempat jeblok belakangan menguat.

Angka pertumbuhan ekonomi, meskipun sempat turun pada kuartal kedua dibanding kuartal sebelumnya, diyakini bakal membaik. Bank Indonesia yakin pada kuartal ketiga tahun ini ekonomi bisa melaju hingga 4,85 persen, walaupun perekonomian global masih tertekan.

Meskipun melambat, kinerja ekspor dan impor yang menurun tetap berhasil membukukan surplus perdagangan di tiap kuartal tahun ini. Begitu juga dengan realisasi investasi hingga akhir kuartal ketiga tahun ini, yang naik menjadi Rp 140,3 triliun dan menunjukkan Indonesia masih dianggap positif oleh kalangan penanam modal. RR. ARIYANI | TRI ARTINING PUTRI | INDRA (PDAT)

Indikator Pertumbuhan Ekonomi 2015

Kuartal I Kuartal II Kuartal III
Inflasi (%) 6,38 7,26 6,83
Nilai Tukar Rupiah (per dolar AS) 13.074 13.339 13.461*
Indeks Harga Saham Gabungan 5.518,68 4.910,66 4.612,57*
Ekspor (US$ miliar) 13,63 13,51 12,53
Impor (US$ miliar) 12,61 12,98 11,51
Penyaluran Kredit (Rp triliun) 3.713 3.861 3.916**
Realisasi Investasi (Rp triliun) 124,6 135,1 140,3
Pertumbuhan Ekonomi (%) 4,72 4,67 4,85***

Sumber: BI, BEI, BPS, OJK, BKPM KETERANGAN: *: per 4 November **: per Agustus ***: prediksi BI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: