Abaikan BUMN Rugi, Rini dan Sudirman Harus Dicopot


BUMN harus segera diprivatisasi..(kecuali yang melakukan pelayanan publik dengan maksimal macam PT KAI) yang lain biar jangan jadi beban negara dan masyaraka

Oleh : Happy Karundeng | Jumat, 13 November 2015 | 17:40 WIB
Abaikan BUMN Rugi, Rini dan Sudirman Harus Dicopot

Direktur Centre for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi – (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta – Direktur Centre for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi mendesak agar presiden Jokowi segera mencopot Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri ESDM Sudirman Said.

Ia menilai kinerja kedua menteri itu tidak bagus. Hal tersebut mengacu kepada fakta bahwa banyaknya perusahaan BUMN yang mengalami kerugian hingga triliunan rupiah, seperti PT Pertamina tidak ditindaklanjuti secara transparan oleh mereka.

“Ada sekitar 146 BUMN yang menderita kerugian negara sebesar Rp 6,7 triliun. Belum lagi kerugian USD 25,5 juta, 24 ribu Euro dan 210 ribu dolar Singapura di dalam 5.999 kasus,” katanya melalui keterangan persnya, Jakarta, Jumat (13/11/2015).

Ia mengatakan data tersebut diperoleh dari hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI tahun 2014 terkait kinerja BUMN di era Pemerintahan SBY-Boediono

“Fakta itu menyedihkan karena uang negara sebesar itu menguap tanpa jejak, seharusnya bisa digunakan untuk kesejahteraan rakyat. Ditambah pejabat BUMN tidak ada yang mau bertanggung jawab,” ujarnya.

Melalui pernyataannya, ia menambahkan berdasarkan data tersebut perusahaan BUMN yang kurang transparan dalam pengelolaanya antara lain:
1. Perum Bulog dengan potensi kerugian negara sebesar Rp 1,2 triliun dan USD 2,8 juta, perkiraan perkaranya sebanyak 134 kasus.
2. PT. Perusahaan Gas Negara dengan potensi kerugian negara sebesar Rp 84,4 miliar dan USD 2,5 juta, perkiraan perkaranya sebanyak 57 kasus.
3. PT.PLN dengan potensi kerugian negara sebesar Rp 587 miliar dan USD 1,2 Triliun, perkiraan perkaranya sebanyak 344 kasus.
4. PT. PAL Indonesia dengan potensi kerugian negara sebesar Rp 549,6 miliar dan USD 1,2 juta, perkiraan perkaranya sebanyak 66 kasus.
5. PT. Garuda Indonesia dengan potensi kerugian negara sebesar Rp 16 miliar dan USD 1,2 juta, perkiraan perkaranya sebanyak 85 kasus.
6. PT.Pertamina dengan potensi kerugian negara sebesar Rp 24,2 miliar dan USD 446,2 ribu, perkiraan perkaranya sebanyak 730 kasus. [rym]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: