Pertamina Selidiki Orang Dalam


JUM AT, 13 NOVEMBER 2015

 Pertamina Selidiki Orang Dalam

JAKARTA – Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto mengatakan sedang menelusuri keterlibatan pejabat atau karyawan Pertamina dalam kegiatan Pertamina Energy Trading Ltd (Petral). Penelusuran ini menindaklanjuti hasil audit forensik atas anak usaha Pertamina di bidang perdagangan minyak tersebut.

“Ada beberapa anomali proses yang membuat harga (harga beli minyak mentah dan bahan bakar minyak) lebih mahal,” kata Dwi di Kementerian Badan Usaha Milik Negara, kemarin. Dia menyatakan, untuk menelisik anomali pengadaan, Pertamina menjalankan aksi korporasi dan aksi legal. Dalam aksi korporasi, perseroan menggunakan hasil audit untuk meminimalkan penyelewengan. Salah satu caranya adalah menyelidiki keterlibatan pejabat Pertamina di Petral.

Berbarengan dengan penyelidikan internal, Pertamina dan pemerintah mempelajari adanya kemungkinan menempuh jalur hukum. Aksi hukum, ucap Dwi, perlu dilakukan karena Pertamina menemukan ada pihak luar yang berkomunikasi dengan pejabat Petral dan memainkan pengadaan. “Legal action masih kami analisis. Kalau sudah selesai, akan kami sampaikan ke penegak hukum,” kata dia.

Skandal Petral menghangat lagi setelah pemerintah mengumumkan hasil audit auditor independen KordaMentha terhadap Petral. Auditor asal Australia itu menemukan adanya anomali dalam pengadaan minyak oleh Petral sepanjang 2012-2014. Dalam periode tersebut, jaringan mafia minyak diperkirakan telah mengantongi kontrak senilai US$ 18 miliar atau sekitar Rp 250 triliun.

Ketika dilacak, para pemegang kontrak itu ternyata berafiliasi ke satu badan usaha. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said mengungkapkan pada Selasa lalu bahwa perusahaan itu kerap menggunakan perusahaan perantara dan perusahaan minyak milik negara (national oil company/NOC) lain untuk mengeruk keuntungan. Akibatnya, Pertamina tak memperoleh harga terbaik dalam pengadaan minyak.

Bekas anggota Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi, Fahmi Radhy, mengungkapkan, selama proses tender jual-beli minyak dan BBM, orang dalam Petral membocorkan informasi kepada sejumlah orang atau badan usaha ihwal syarat-syarat yang mesti dipenuhi. Informasi yang diterima lantas diteruskan kepada para peserta tender.

Kebocoran informasi ini yang membuat peserta tender dan perusahaan minyak dari negara yang bukan penghasil minyak bisa memenangi tender. “Masak perusahaan sekelas BP (British Petroleum) bisa tidak lolos?” kata Fahmi. Begitu pemenang tender ditentukan, pihak ketiga inilah yang memasok kebutuhan minyak. Maka, tak mengherankan bila harga minyak yang dibeli Pertamina menjadi jauh lebih mahal.

“Mafianya adalah perusahaan yang berkedudukan di Singapura,” kata Fahmi. Menurut ekonom dari Universitas Gadjah Mada itu, Komite Reformasi telah merekomendasikan agar seluruh direksi Petral diganti. AYU PRIMA SANDI | ADITYA BUDIMAN | EFRI R.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: