Indonesia Siaga Teror


Nggak habis pikir  kenapa “babi babi ISIS” ini dibiarkan masuk lagi ke Indonesia. Harusnya pasport mereka sudah dicabut khan
SABTU, 28 NOVEMBER 2015

JAKARTA – Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Badrodin Haiti mengatakan jajarannya sedang memantau pergerakan warga Indonesia yang pulang dari Suriah. Pengawasan ini untuk mengantisipasi ancaman teror dari kelompok radikal, terutama dari Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS).

Badrodin mengakui sulit memantau mereka yang datang secara diam-diam. “Sulit dilacak,” ujar dia, di Markas Besar Polri, kemarin. Menurut Badrodin, warga Indonesia yang kembali ini belum tentu terlibat dalam perang bersama ISIS.

Potensi teror, menurut Badrodin, justru berasal dari warga negara asing yang turut ke Indonesia. Hingga kini, polisi telah menangkap empat orang asing yang diduga berpotensi melakukan aksi teror di Indonesia. Penangkapan itu dilakukan pada September 2014 oleh Polda Sulawesi Tengah. Mereka adalah bagian dari jaringan teroris pimpinan Santoso. Empat orang asing itu berjulukan A Basyit, A. Bozoghlan, A. Bayram, dan A. Zubaidan.

Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian mengatakan jumlah warga Indonesia yang teridentifikasi bergabung dengan ISIS mencapai 384 orang. Sebanyak 54 di antaranya tewas di Suriah dan 59 orang lainnya masih bersama ISIS. “Data ini confirmed by the name,” ujar Tito.

Wawan Hari Purwanto, tim ahli Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, mengatakan mereka yang pulang dari Suriah berjumlah sekitar 220 orang. Kurang-lebih 30 orang di antara mereka adalah anak-anak, sedangkan delapan lainnya ditangkap lantaran terbukti menjadi milisi ISIS. “Yang lain masih dalam pengawasan,” tuturnya.

Menurut Wawan, ada beberapa alasan mereka kembali ke Tanah Air, antara lain iming-iming yang dijanjikan ISIS tidak sesuai dengan harapan. Mereka tidak menguasai medan perang, sehingga banyak koleganya yang tewas. Sebagian lainnya mengaku pergi ke Suriah untuk mencari anggota keluarganya.

Direktorat Jenderal Imigrasi diharapkan menindak tegas orang-orang yang berangkat ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS, misalnya dengan mencabut paspor mereka. Namun pencabutan paspor ini belum diatur. “Mereka kebanyakan menyeberang melalui jalur ilegal,” kata juru bicara Direktorat Jenderal Imigrasi, Heru Santoso, kemarin.

Heru mengaku belum mendapat laporan tentang jumlah warga Indonesia yang kembali dari Suriah. “Kalau kami diajak, pasti akan kami screening,” tuturnya. Pihak bandara pun belum diajak berkoordinasi, sehingga tidak ada strategi khusus untuk menangani kedatangan mereka kembali ke Indonesia. “Kami tetap mengantisipasi,” kata juru bicara PT Angkasa Pura I, Ida Bagus Ketut Juli Adnyana. DEWI SUCI RAHAYU| INDRA WIJAYA | AHMAD FAIZ IBNU SANI| ISTIQOMATUL HAYATI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: