Archive for December, 2015

December 29, 2015

Mengapa Mantan Bos Perusahaan Busana Muslim Jadi CEO PT Pos?

SELASA, 29 DESEMBER 2015 | 18:28 WIB

Mengapa Mantan Bos Perusahaan Busana Muslim Jadi CEO PT Pos?

Direktur Utama baru PT Pos Indonesia Gilarsi Wahju Setijono berfoto untuk wartawan saat rehat pelatihan bagi pimpinan-pimpinan PT Pos di Bandung, Jawa Barat, 30 November 2015. Gilarsi adalah seorang profesional yang pernah menduduki jabatan penting di beberapa perusahaan global terkemuka, diantaranya sebagai Business Excellence Director Philips Lighting Asia Pacific dan Managing Director untuk wilayah Thailand, China dan Filipina di perusahaan investasi Merrill Lynch Investment, serta CEO Shafira. TEMPO/Prima Mulia

TEMPO.CO, Jakarta – Menteri BUMN Rini Soemarno mengambil keputusan mengejutkan saat menunjuk Gilarsi Wahyu Setijono sebagai Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero). Banyak kalangan bertanya-tanya, mengapa CEO perusahaan busana muslim ini ditunjuk menggawangi PT Pos yang sekarang kembang-kempis dihajar perkembangan bisnis internet?

Rini memang tak menjelaskan secara rinci. Namun, Gilarsi dianggap mumpuni. Gilarsi ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri BUMN hasil Rapat Umum Pemegang Saham PT Pos Indonesia (Persero) Nomor : SK-229/MBU/11/2015 tentang Pengangkatan Anggota-Anggota Direksi Perusahaan Perseroan PT Pos Indonesia (Persero).

Gilarsi adalah profesional berpengalaman dan pernah menduduki jabatan penting di beberapa perusahaan global terkemuka, yaitu sebagai Business Excellence Director Philips Lighting Asia Pacific dan Managing Director untuk wilayah Thailand, China dan Filipina di perusahaan investasi Merrill Lynch Investment.

Sebelum ditunjuk sebagai orang nomor satu di BUMN yang bergerak di jasa pengiriman surat dan barng itu, Gilarsi yang lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) ini adalah CEO PT Shafira Corporation Enterprise dan menjadi sosok di balik kebangkitan perusahaan ritel busana tersebut.

Lantas apa yang mendorong Gilarsi mau menjadi CEO PT Pos Indonesia? “Panggilan merah putih,”  ucapnya saat ditanya alasan tertarik bergabung dengan Pos Indonesia.

Lama tinggal di luar negeri lantas membuat Gilarsi ingin pulang ke Indonesia untuk melakukan sesuatu. Ia bercerita tahun 2005 ada satu momen yang saat itu dirinya ingin sekali pulang ke Indonesia untuk membantu membenahi perusahaan BUMN di Tanah Air. “Waktu itu, saya di Shanghai. Ada peristiwa di mana Garuda Indonesia tidak boleh landing di Eropa dengan alasan security, saya kesal sekali. Jadinya, saat itu saya ingin kerja di Garuda untuk membantu membenahinya,” kenang Gilarsi.

Sukses membangun kembali perusahaan busana muslim Shafira yang sempat terpuruk, Gilarsi sebagai Dirut Pos Indonesia memandang opportunity luar biasa dalam bisnis ini karena mempunyai 4.500 kantor Pos yang berada dari Sabang hingga Merauke. Menurutnya Pos juga mempunyai misi mulia, karena bisa menjangkau hingga ke pelosok-pelosok negeri

Masyarakat pada umumnya menyebut PT Pos sebagai raksasa yang tidurnya kepanjangan. Akan tetapi, di mata Gilarsi berbeda. “Saya melihat PT Pos adalahi raksasa yang tidak diurus, raksasa yang tidak sadar dirinya kuat, Jadi harus dibangunkan, karena saya melihat potensi PT Pos ini luar biasa. Jadi di kantor Pos yang harus pertama dilakukan adalah membangkitkan awareness untuk dibangunkan,” dia menegaskan.

Awal masa kerjanya, pria kelahiran 10 Februari 1962 ini mengaku langsung melakukan beberapa kegiatan yang bertujuan merangkul semua elemen untuk bergerak membangun ketertinggalan kantor Pos dibandingkan dengan perusahaan lainnya. Ia mengumpulkan sekitar 400 orang untuk menyampaikan apa yang sedang terjadi di kantor pos, mengenai bisnis landscape dengan kompetitor. Selain itu, melakukan video conference dengan semua regional.

 

“Pada hari yang sama saya melakukan video conference semua region saya kumpulkan, seminggu kemudian saya mengundang top 100 nya Pos untuk bikin workshop tiga hari. Kami harus memulai tidak hanya membangun sebuah impian,  tapi juga membangun bagaimana kita mencapai impian itu. Saya merasakan super semangatnya di PT Pos sekarang,” ujarnya.

Adapun strategi yang akan dibangun ke depannya, salah satunya soal teknologi. Menurutnya teknologi ini memang salah satu bottle neck, sehingga nanti pihaknya bakal menggandeng Telkom untuk memecahkan bottle neck tersebut. Tak hanya itu, cara lain dengan melakukan pendekatan dengan universitas-universitas.

“Kami juga gandeng perguruan tinggi-perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Perguruan tinggi kan punya pendekatan yang harusnya akademis, 10 langkah di depannya industri. Jadi, saya ingin menjadi sebuah jembatan menuju transformasi PT Pos ke depa . Perubahan ini harus memberikan peran yang besar,” jelasnya.

Dengan merubah tagline Pos Indonesia menjadi “We Carry Mission”, ia berhadap kelak permasalahan demi permasalahan PT Pos Indonesia dapat diselesaikan secepat mungkin “Memang agak lama, tapi saya targetkan harus selesai dua sampai tiga tahun ke depan. Target saya dalam lima tahun nanti PT Pos harus mendekati 10 persennya DHL,” ujar Gilarsi berharap.

 

SWA

Advertisements
December 29, 2015

Dana Miliaran Masuk ke Indonesia

Teroris harus dihukum isolasi jangka panjang. Lihat saja yang sudah masuk penjara tetap tidak tobat malah berbuat ulah yang lebih merepotkan.

 

JAKARTA, KOMPAS — Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan menemukan aliran dana sekitar 500.000 dollar AS (sekitar Rp 7 miliar) dari Australia ke Indonesia untuk pendanaan terorisme. Aset itu kemudian dibekukan.

Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Muhammad Yusuf (tengah), didampingi  Sekretaris Utama Bjardianto Pudjiono (kiri) dan Wakil Kepala PPATK Agus Santoso (kanan), memberikan keterangan kepada wartawan terkait refleksi akhir tahun PPATK di kantor PPATK,  Jakarta, Senin (28/12). Sepanjang tahun 2015,  PPATK telah menyampaikan 289 hasil analisis, terdiri dari 81 hasil analisis proaktif dan 208 hasil analisis yang berindikasi tindak pidana pencucian uang (TPPU), kepada Polri, Kejaksaan Agung, KPK, BNN, Ditjen Pajak, serta Ditjen Bea dan Cukai.
KOMPAS/ALIF ICHWANKepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Muhammad Yusuf (tengah), didampingi Sekretaris Utama Bjardianto Pudjiono (kiri) dan Wakil Kepala PPATK Agus Santoso (kanan), memberikan keterangan kepada wartawan terkait refleksi akhir tahun PPATK di kantor PPATK, Jakarta, Senin (28/12). Sepanjang tahun 2015, PPATK telah menyampaikan 289 hasil analisis, terdiri dari 81 hasil analisis proaktif dan 208 hasil analisis yang berindikasi tindak pidana pencucian uang (TPPU), kepada Polri, Kejaksaan Agung, KPK, BNN, Ditjen Pajak, serta Ditjen Bea dan Cukai.

“Aset tersebut dikirimkan melalui sejumlah yayasan di Indonesia,” kata Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Muhammad Yusuf, Senin (28/12), di Jakarta.

Salah satu penerima dana diketahui pergi ke Suriah. Dana-dana tersebut masuk ke Indonesia dalam bentuk hibah atau infak.

Sebelumnya, PPATK bersama pemerintah dan penyedia jasa keuangan juga telah membekukan dana Rp 2,08 miliar yang bersumber dari 26 rekening. Rekening-rekening yang dibekukan itu terkait dengan orang dan entitas yang masuk dalam daftar Al Qaeda Sanction List (AQSL) yang ditetapkan berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa Nomor 1267.

Wakil Kepala PPATK Agus Santoso menambahkan, pihaknya tak bisa menyimpulkan apakah transaksi terkait terorisme yang ditemukan PPATK berhubungan dengan gerakan Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS).

Menurut Agus, dana terorisme yang dikirim dari luar negeri biasanya digunakan untuk membeli senjata, merekrut anggota, menyantuni keluarga teroris, dan membiayai latihan.

Soal dana dari luar negeri, polisi melansir adanya terduga teroris yang menerima dana dari NIIS. Dana itu diterima AH alias AM dan AL yang ditangkap di Bekasi pekan lalu dari Bahrunaim. Adapun Bahrunaim adalah anggota NIIS yang telah berada di Suriah. Ia semula bekas narapidana kasus terorisme yang pernah ditangkap pada 2010. (Kompas, 28/12)

Saat ini, Indonesia telah dikategorikan sebagai negara yang mematuhi semua resolusi PBB terkait pencucian uang dan pendanaan terorisme. Pertemuan International Cooperation Review Group (ICRG) pada 23 Juni 2015 di Australia telah memutuskan untuk mengeluarkan dari daftar hitam Financial Action Task Force (FATF) on Money Laundering. (FAJ/SAN)

December 29, 2015

Pilot Terancam 4 Tahun Penjara

Amit amit naik Lion air !  Penerbangan biasa saja suka bikin emosi, eh ternyata beberapa pilotnya doyan “nyabu” pula
Koran Tempo
SELASA, 29 DESEMBER 2015

JAKARTA – Sandi Haryadi, 34 tahun, pilot salah satu maskapai penerbangan yang tertangkap saat menggunakan narkotik jenis sabu, terancam hukuman 4 tahun kurungan. Sandi ditangkap bersama dua rekannya yang juga kru maskapai tersebut, yakni MT, 23 tahun, seorang pramugara, SR (20), pramugari, serta NM (33), seorang ibu rumah tangga, pada Sabtu dua pekan lalu.

Mereka ditangkap di sebuah apartemen, Jalan Marsekal Suryadarma, Tangerang, saat tengah berpesta sabu dan ganja. Berdasarkan hasil tes urine, Sandi positif mengkonsumsi ganja dan tiga lainnya memakai sabu.

Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional, Brigadir Jenderal Deddy Fauzi Elhakim, mengatakan keempat tersangka dijerat dengan Pasal 127 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika karena penyalahgunaan murni. Ancaman hukumannya 4 tahun kurungan. “Karena tertangkap basah, tetap diproses hukum,” kata Deddy di kantornya, kemarin.

Berkas perkara empat orang itu masih dilengkapi penyidik sebelum diserahkan ke pengadilan. “Setelah kami ajukan ke pengadilan, hakim yang akan menentukan dihukum (penjara) atau direhabilitasi,” ujarnya.

Menurut Deddy, Sandi bersama tiga rekannya tak dapat langsung direhabilitasi karena bukan pengguna yang melapor diri ke BNN. “Mereka ditangkap. Berbeda dengan yang melaporkan diri sendiri,” kata dia. Untuk itu, pilot bersama krunya harus menjalani proses hukum. “Ini juga untuk memberikan efek jera karena tidak cukup langsung direhabilitasi.”

Selepas penangkapan kru salah satu maskapai ini, Kepala BNN Komisaris Jenderal Budi Waseso menyatakan pilot bersama tiga rekannya tersebut bukan korban narkoba. “Mereka itu pelaku karena secara sengaja dan sadar menggunakan narkoba,” kata Budi. Karena itu, dia melanjutkan, mereka wajib menjalani hukuman penjara.

Penyidik BNN juga masih menyelidiki jaringan peredaran narkotik yang melibatkan kru maskapai ini. “Kami masih menyelidiki pemasok dan masing-masing peran tersangka, apakah ada yang terlibat di dalam peredaran narkoba,” ujar Budi. “Bisa jaringan pembeli, pemakai, atau pengedar. Karena ada pembeli, pasti ada penjual.” BNN pun menunggu hasil tes rambut dan darah para tersangka untuk memastikan sudah berapa lama mereka mengkonsumsi narkoba. AFRILIA SURYANIS


Awak Kabin ‘Melayang’

Bukan sekali ini kru pesawat tertangkap menggunakan narkoba. Sejumlah awak kabin pernah tertangkap basah memiliki dan mengkonsumsi barang haram ini, di luar lingkungan bandara. Berikut ini daftarnya:

2011

– Pilot dari maskapai penerbangan Lion Air, Muhammad Nasri, ditangkap bersama dua kopilotnya, Husni Thamrin dan Imron, saat sedang berpesta sabu di Apartemen The Colour Modernland, Kota Tangerang.

– Awak kabin maskapai Lion Air, Winnie Raditya, ditangkap petugas Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat di salah satu tempat rumah kos karena menyimpan sabu di pakaian dalamnya.

2012

– Pilot maskapai Lion Air, Hanum Adiyaksa, ditangkap saat sedang mengisap sabu di Makassar.

– Pilot maskapai Lion Air, Syaiful Salam, ditangkap saat tengah mengisap sabu di kamar Hotel Garden Palace Surabaya, Jawa Timur. Penyidik menyita 0,4 gram sabu siap pakai.

2013

– Kopilot Garuda Indonesia positif menggunakan narkotik saat Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan melakukan tes urine di Bandar Udara Internasional Hasanuddin, Makassar. AFRILIA SURYANIS

December 29, 2015

Nasib Setya di Tangan Jokowi

hmm. lagi lagi kita tunggu “deal politik” antara si Joko dan Golkar

Koran Tempo SELASA, 29 DESEMBER 2015

 Nasib Setya di Tangan Jokowi

JAKARTA – Kejaksaan Agung memastikan kasus dugaan permufakatan jahat untuk tindak pidana korupsi terkait dengan perpanjangan kontrak karya PT Freeport Indonesia, yang melibatkan mantan Ketua DPR Setya Novanto, terus berlanjut. Setelah memeriksa 16 saksi, kini Kejaksaan bersiap memeriksa Setya. “Surat sudah kami ajukan (ke Presiden),” kata Jaksa Agung M. Prasetyo saat dihubungi Tempo, kemarin.

Dari siang hingga kemarin sore, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Arminsyah menggelar rapat dengan tim penyelidik yang menangani kasus yang dikenal sebagai skandal “papa minta saham” itu. Hadir pula Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan Sardjono Turin. Menjelang magrib, Arminsyah bersama Kepala Subdirektorat Penyidikan Jampidsus Yulianto dipanggil ke ruangan Prasetyo.

Arminsyah mengatakan surat permintaan izin sudah dikirim ke Presiden Joko Widodo. Kini ia menunggu balasan berupa surat izin pemeriksaan terhadap politikus Golkar itu. “Kami belum terima suratnya,” kata Arminsyah di kantornya, kemarin. Setelah surat izin diterima, barulah Kejaksaan akan menjadwalkan pemanggilan terhadap Setya. Kejaksaan juga masih mengusahakan pemeriksaan terhadap pengusaha minyak Riza Chalid.

Kejaksaan Agung menyelidiki kasus ini tak lama setelah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said melaporkan dugaan pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden, yang diduga dilakukan Setya bersama Riza Chalid, kepada Mahkamah Kehormatan Dewan. Menjelang pembacaan putusan Mahkamah Kehormatan Dewan, Setya mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua DPR. Golkar kubu Aburizal Bakrie lantas menempatkan Setya sebagai ketua fraksi.

Sudah 16 saksi yang diperiksa Kejaksaan Agung. Barang bukti yang sudah di tangan Kejaksaan termasuk rekaman percakapan dan rekaman CCTV pertemuan antara Setya, Riza, dan Presiden Direktur PT Freeport Maroef Sjamsoeddin di Hotel Ritz-Carlton. Meski alat bukti sudah terkumpul, Prasetyo belum bisa memastikan kapan akan menaikkan status kasus ini dari tahap penyelidikan menjadi penyidikan, yang otomatis juga harus menetapkan tersangka. “Nanti dulu. Pokoknya kami jalan terus,” ujar mantan politikus NasDem itu.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Golkar versi Aburizal Bakrie, Firman Soebagyo, menyatakan masuknya Kejaksaan Agung dalam kasus yang menyeret Setya Novanto ini sangat aneh dan kental nuansa politis. “Seharusnya kasus yang menjerat Novanto ini selesai begitu sidang etik di MKD berhenti,” katanya.

Wakil Ketua MKD Junimart Girsang membantah kabar bahwa sidang kasus Novanto sudah selesai setelah Setya mengundurkan diri pada 16 Desember lalu. Menurut dia, Mahkamah akan tetap menjatuhkan vonis terhadap Setya. “Kami akan bacakan setelah reses,” ujarnya, kemarin. DPR akan reses sampai 10 Januari 2016.

Junimart menjelaskan, vonis terhadap Setya tak akan melenceng dari sikap anggota Mahkamah. Saat itu, 10 anggota Mahkamah menyatakan Setya melakukan pelanggaran etika sedang, tujuh lainnya menyatakan pelanggaran etika berat. “Implikasi vonis sedang, seorang anggota DPR tak diperbolehkan duduk sebagai pimpinan alat kelengkapan (Dewan).”

Firman Wijaya, pengacara Setya, belum bisa memastikan apakah kliennya akan memenuhi panggilan Kejaksaan Agung. “Kami secara prinsip menghormati pemeriksaan di Kejaksaan Agung,” katanya. LINDA TRIANITA | HUSSEIN ABRI YUSUF | MANAN


Penjerat Pelaku Permufakatan Korupsi

Kejaksaan Agung menyelidiki dugaan permufakatan jahat untuk tindak pidana korupsi atas lobi perpanjangan kontrak Freeport yang melibatkan Setya Novanto dan pengusaha minyak Riza Chalid. Inilah pasal yang bisa menjerat pelakunya.

Permufakatan Jahat untuk Korupsi

Pasal 15 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi:

“Setiap orang yang melakukan percobaan, pembantuan, atau permufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana korupsi, dipidana dengan pidana yang sama sebagaimana dimaksud Pasal 2, Pasal 3, Pasal 5, sampai dengan Pasal 14.”

Ancaman pidana: Pasal 2 memberi ancaman penjara seumur hidup atau pidana penjara maksimal 20 tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar.

Penyalahgunaan Kekuasaan

Pasal 12 (e) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi:

“Pegawai negeri atau penyelenggara negara yang dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, atau dengan menyalahgunakan kekuasaannya memaksa seseorang memberikan sesuatu, membayar, atau menerima pembayaran dengan potongan, atau untuk mengerjakan sesuatu bagi dirinya sendiri.”

Ancaman pidana: penjara seumur hidup atau pidana penjara maksimal 20 tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar.ABDUL MANAN

December 29, 2015

TNI AD Target Bentuk Dua Kodam di Wilayah Timur

Kirain belanja alutsista.. yach ternyata untuk bikin Kodam..

Apa ada signifikansi Kodam untuk menangkal serangan musuh dari luar ? Setahu saya Kodam hanya untuk menjaga teritorial dan potensi ancaman dalam negeri. Apa belaja buat KODAM ini adalah pemborosan anggaran (yang sudah minim ) ?

 

28 Desember 2015

Pembentukan Kodam baru akan diikuti dengan pembentukan batalyon-batalyon tempur yang dilengkapi dengan alutsista (photo : Tempo)

JAKARTA – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memastikan tidak akan menambah personel di wilayah perbatasan. Namun, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Mulyono menegaskan kebijakan tersebut tidak menghalangi rencana pembentukan sejumlah markas teritorial korps militer di sejumlah daerah untuk memperkuat pengamanan.

“Berbeda, memang pasukan operasional di perbatasan itu tidak ditambah. Tapi pembentukan (markas terorial) itu tetap dilanjut,” ujar Mulyono di Mabes TNI AD, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Senin (28/12/2015).

Mantan Pangkostrad tersebut menargetkan, di tahun 2016 mendatang, dua markas Komando Daerah Militer (Kodam) sudah bisa diresmikan. Kedua Kodam tersebut ialah di Sulawesi Utara dan Papua Barat.

“2016, dua Kodam kita resmikan, Sulawesi Utara dan Papua Barat,” imbuhnya.

Namun, pembangunan kedua markas tersebut saat ini masih 60 persen. Mulyono menyebut, pembentukan markas teritorial merupakan target jangka panjang TNI AD.

“Di Manado (Sulawesi Utara) sudah 60 persen, tinggal perumahan prajurit. Papua Barat juga. Selanjutnya pembangunan Madiv 3 Kostrad di Indonesia Timur, itu target jangka panjang,” pungkasnya.

(Okezone)

December 27, 2015

ISIS Diduga Jarah Organ Tubuh Sandera

kelompok teroris ini menjijikan . ISIS ak

 

SABTU, 26 DESEMBER 2015

ISIS Diduga Jarah Organ Tubuh Sandera

 ISIS Diduga Jarah Organ Tubuh Sandera

BAGDAD – Kelompok militan Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) diketahui menjarah organ-organ dalam manusia, hal yang sebelumnya belum pernah diungkap oleh alim ulama mereka. Hal itu meningkatkan kecemasan bahwa kekerasan kelompok ekstrem ini diduga memperdagangkan organ-organ tubuh.

Putusan tersebut, yang terkandung dalam sebuah dokumen pada 31 Januari lalu yang didapatkan Reuters, menyatakan organ-organ dari seorang sandera yang digunakan untuk menyelamatkan hidup seorang muslim, walaupun berakibat fatal bagi si tawanan, dibolehkan.

Reuters hingga kemarin belum bisa memperoleh konfirmasi autentisitas dokumen itu secara independen. Para pejabat Amerika Serikat mengatakan temuan itu berasal dari data dan informasi lainnya yang disita oleh satuan pasukan khusus AS dalam sebuah penggerebekan di Suriah bagian utara pada Mei lalu.

“Hidup dan organ-organ dari orang murtad tidak usah dihormati dan dapat diambil dengan impunitas,” demikian tertera dalam dokumen itu dalam bentuk sebuah fatwa dari Komite Fatwa dan Riset ISIS. “Organ tubuh dari tawanan yang ditangkap hidup-hidup, saat sakaratul maut, jika diambil, pengambilan tipe seperti itu juga tidak dilarang,” demikian isi Fatwa Nomor 68.

Dokumen itu belum merujuk pada bukti bahwa ISIS terlibat perdagangan organ. Sebelumnya, Irak menuduh ISIS memanen organ tubuh manusia dan memperdagangkannya untuk meraup untung.

Seperti dilansir Reuters dan CNBC kemarin, dokumen tak mendefinisikan “murtad”, meskipun ISIS telah mengeksekusi atau menahan orang-orang non-Islam, seperti orang Kristen, Islam Syiah, serta Islam Sunni yang tidak menuruti pandangan ekstrem mereka.

Para pejabat Amerika mengatakan catatan-catatan yang telah disita mendorong Washington melihat lebih dalam bagaimana ISIS mengelola kekuasaannya, mengumpulkan dana, dan membentuk aturan hukum bagi para pengikutnya.

Duta Besar Irak untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Mohamed Ali Alhakim, kepada Reuters, menyebutkan dokumen-dokumen itu harus dieksaminasi oleh Dewan Keamanan PBB sebagai bukti ISIS diduga memperdagangkan organ tubuh untuk meraup keuntungan.

Menurut Utusan Khusus Presiden Amerika Serikat untuk Koalisi Global Mengatasi ISIS, Brett McGurk, penggerebekan pada Mei lalu di Suriah itu berujung tewasnya pejabat tinggi keuangan ISIS bernama Abu Sayyaf dan penangkapan istrinya, termasuk penyitaan data jaringan 7 terabita dalam hard drive, aneka CD, DVD, dan banyak dokumen. Abu Sayyaf adalah milisi asal Tunisia yang bernama asli Fathi bin Jildi Murad al-Tunisi.

Dari Nairobi, Washington Post melaporkan berjarak 2.000 mil dari Suriah, ISIS ternyata mencoba meluaskan pengaruhnya dengan membentuk sebuah cabang yang oleh para penempurnya dinamakan “emirat kecil” di negeri yang dilanda kecamuk perang, Somalia.

Sejauh ini, ISIS telah melebarkan sayap dengan “merekrut” anggota di Afganistan, Libya, Yaman, dan Nigeria dengan janji bergabung ke dalam “khalifah”.

Oktober lalu, seorang ulama berpengaruh, Abdiqadir Mumin, mengumumkan bahwa dia telah bergabung dengan ISIS dan membawa sedikitnya 20 orang loyalisnya.

Memang, kelompok itu belum mengirim petempur atau sumber daya masuk ke Somalia. Tapi citra ISIS kian harum di mata kalangan militan negeri itu. “Kini, itulah mesin propaganda terbaik,” kata Matt Bryden, pakar Somalia dan Direktur Riset Sahan, kelompok pemikir ysng berbasis di Nairobi, kepada Washington Post, kemarin. REUTERS | CNBC | NEWS.COM.AU | WASHINGTON POST

December 24, 2015

Soal Suhu Dingin di Kabin Lion Air, Ini Keterangan Kemenhub

Lion(g) Air sama Metro Mini.. beda beda tipis

Rabu, 23 Desember 2015 | 03:23 WIB
KOMPAS.com/YOGA SUKMANAPesawat Lion Air B737-800 terparkir di run way Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (19/8/2015)

JAKARTA, KOMPAS.com — Kementerian Perhubungan menyatakan, masalah teknis menjadi penyebab suhu di dalam kabin pesawat Lion Air tujuan Jakarta-Makassar sangat dingin hingga menyebabkan air di kabin pesawat membeku, dan pesawat didaratkan di Surabaya demi keselamatan penumpang.

“Hanya kesalahan teknis, sudah dibetulkan dan sudah laik terbang,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Suprasetyo saat ditemui di Jakarta, Selasa (23/12/2015).

Dia menilai, langkah pesawat Lion Air yang mendarat di Surabaya merupakan upaya untuk mengutamakan keselamatan agar kerusakan pendingin ruangan tersebut bisa segera diatasi.

Suprasetyo mengaku, inspektur telah mengecek kondisi pesawat secara teknis sebelum terbang.

“Pengecekan di darat sudah, kemungkinan saja ada pengaruh dari suhu sehingga velve tidak fleksibel, dan itu teknis, tapi itu tidak menyebabkan major damage,” katanya.

Pesawat Lion Air JT772 tujuan Jakarta-Makassar terpaksa mendarat di Surabaya karena temperatur udara di kabin mendingin hingga membuat air membeku.

Peristiwa itu terjadi setelah pesawat lepas landas sekitar pukul 21.00 WIB, Senin (21/12/2015), dari Jakarta menuju Makassar.

December 24, 2015

Temui Jokowi, PKS Beri Contoh Kadernya untuk Santun dan Jauhi “Hate Speech”

Jadi oposisi kering yach.., nggak ada fulus dan fustun.. Mas Bow sudah malas  kasih duit ke partai yang menjerumuska diakhir pilpres kemarin..

Sekarang mau nggak mau harus ” sowan” dan “ngemis ” ke presiden Joko.. hahah.,dan terpaksa mencabut dukungan  buat si Jonru cs.

 

Selasa, 22 Desember 2015 | 13:46 WIB
SABRINA ASRILKetua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bidang Kehumasan, Mardani Ali Sera.

JAKARTA, KOMPAS.com — Ada pesan tersendiri yang ingin disampaikan elite Partai Keadilan Sejahtera kepada kadernya saat menemui Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Senin kemarin.

PKS hendak menunjukkan, meskipun partai oposisi, tetapi silaturahim dan hubungan baik dengan pemerintah tetap harus dijaga.

“Ini pesan kepada kader kami untuk menjunjung tinggi ahlakul karimah, karena pertemuan ini murni silaturahim, tidak ada transaksi politik mengenai menteri dan sebagainya,” kata Wakil Sekjen PKS Mardani saat dihubungi, Selasa (22/12/2015).

(Baca: Zulkifli Hasan: PKS, Saatnya Bergabung Dukung Pemerintah)

Ke depannya, lanjut Mardani, PKS akan tetap menjadi mitra kritis bagi pemerintah. PKS akan mengkritik berbagai kebijakan pemerintah yang tidak tepat, tetapi tentunya dengan cara-cara yang santun dan sesuai.

Mardani pun berharap kader-kader di PKS juga bisa mengkritik Jokowi dengan santun. Dia menyadari adanya sejumlah akun di media sosial mengatasnamakan kader PKS yang kerap mengkritik Jokowi dengan keras.

Namun, dia memastikan bahwa akun-akun tersebut tidak bergerak di bawah kontrol DPP PKS.

“Dari awal akun-akun itu tidak ada yang mengembangkan. Di PKS itu, kita jemaah tarbiah, enggak boleh fitnah, apalagi hate speech,” ucap Mardani.

(Baca: Jokowi Kenang Koalisi Bersama PKS di Solo)

Selain Mardani, pertemuan kemarin antara lain diikuti oleh Presiden PKS Sohibul Iman, Ketua DPP PKS Almuzammil Yusuf, Bendahara Umum Mahfudz Abdurrahman, Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga Wirianingsih, serta Ketua Bidang Pekerja, Petani, dan Nelayan (BPPN) Ledia Hanifah Amalia.

Adapun Presiden Jokowi bertemu seorang diri, tak diwakili oleh Menteri Sekretaris Negara atau Sekretaris Kabinet.

Penulis : Ihsanuddin
Editor : Sabrina Asril

.

December 24, 2015

Diduga Teroris Penyerang Jakarta, Seorang Pria Dicokok di Bekasi

r

RABU, 23 DESEMBER 2015 | 11:54 WIB

Diduga Teroris Penyerang Jakarta, Seorang Pria Dicokok di Bekasi

Tim Densus 88 Anti Teror menggeledah rumah kontrakan salah satu terduga teroris di Desa Mlaten, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Ahad sore, 20 Desember 2015. TEMPO/ISHOMUDDIN

TEMPO.CO, Jakarta – Detasemen Khusus 88 Antiteror Markas Besar Kepolisian RI menangkap seorang pria di Bekasi, hari ini, 23 Desember 2015.

Dia diduga kuat jaringan kelompok teroris yang ditangkap di Tasikmalaya dan Sukoharjo pada Jumat dan Sabtu, pekan lalu. Pria itu bernama Abu Muzab. “Hasil pengembangan dari Tasikmalaya dan Solo,” kata seorang perwira polisi yang mengetahui penangkapan itu, Rabu, 23 Desember 2015.

Pihak kepolisian belum bisa dimintai penjelasan perihal detail penangkapan itu.

SIMAK:
Zaenal Diduga sebagai Pengantin Bom Malam Tahun Baru di Jakarta
Densus 88 Selidiki Hubungan Jaringan Abu Jundi dengan ISIS

Pada Jumat sore, pekan lalu, Densus 88 mencokok Zaenal, 35 tahun, di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, sekitar pukul 16.30 WIB. Dia ditangkap bersama Asep Urip, 31 tahun, guru sebuah pesantren di Tasikmalaya, di jalan sekitar Kampung Cihaji, Kelurahan Purbaratu, Kecamatan Purbaratu. Tapi, Asep dilepaskan karena tak terlibat terorisme.

Adapun Zaenal, asal Sulawesi, diduga akan menjadi pelaku bom bunuh diri pada Natal dan malam tahun baru 2015 pada pengujung bulan ini. Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti membenarkan mereka akan meledakkan bom di Jakarta. Namun, “Mereka tidak eksplisit menyebutkan apakah untuk Natal atau tahun baru,” ujarnya kepada Tempo, Ahad, 20 Desember 2015.

Zaenal ditangkap setelah polisi meringkus Iwan alias Koki, asal Padang, bersama satu orang lagi di perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah, pada pukul 13.00. Iwan dalam perjalanan dari Tasikmalaya menuju Bandung untuk menemui Zaenal. Iwan diketahui sebagai perakit bom dan ditengarai akan membuat donut, sebutan mereka untuk bom, di Bandung.

Esoknya, Sabtu, Densus 88 menggulung jaringan Zaenal dan Iwan Koki di Sukoharjo, dekat Solo, Jawa Tengah. Di situ, polisi mencokok Abdul Karim alias Abu Jundi. Di antara barang bukti sejumlah penangkapan itu terdapat bendera hitam yang identik dengan bendera ISIS, Negara Islam Irak dan Suriah. Menurut sumber di komunitas antiterorisme, Zaenal juga disinyalir memasok uang ke Abdul Karim.

JOBPIE SUGIHARTO

11 Terduga Teroris yang Ditangkap Berasal dari Kelompok Berbeda

Kamis, 24 Desember 2015 | 12:36 WIB
AP PHOTO / KUSUMADIREZADensus 88 mengepung teroris di sebuah rumah di Kampung Batu Rengat, Desa Cigondewah Hilir Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Jabar, Rabu (8/5/2013).

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Divisi Humas Polri Irjen Anton Charliyan mengatakan, total teroris yang telah ditangkap oleh tim dari Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri kini berjumlah 11 orang. Mereka berasal dari tiga kelompok berbeda.

“Di Jatim kan kelompok radikal lama, sudah gabungan. Kemudian, di Jateng itu kelompok ISIS yang berafiliasi di Solo,” tutur Anton di Kompleks Mabes Polri, Kamis (24/12/2015).

Terduga teroris di Bekasi yang baru ditangkap, kata Anton, berasal dari kelompok ISIS yang berhubungan langsung dari Suriah.

Adapun kelompok lainnya adalah gembong teroris Poso, Santoso. Anton menambahkan, terkait kelompok Santoso, Polri juga akan tetap mewaspadai pergerakannya selama Natal dan Tahun Baru.

(Baca: Kapolri: Terduga Teroris yang Ditangkap di Bekasi Terkait ISIS)

“Ya memang dia juga kan sudah mengancam sebelumnya bahwa akan mengadakan almaliyah, aksi di bulan Desember. Walaupun cuma ancaman, tetap harus kita waspadai,” ungkap Anton.

Anton menjelaskan, Polri telah melakukan upaya-upaya proaktif yang signifikan. Polri sebelumnya menangkap sejumlah terduga teroris di Jawa Timur, Sukoharjo, Tasikmalaya, Klaten, Solo, dan terakhir di Bekasi.

Dia juga menyinggung komentar sejumlah pihak yang mengatakan bahwa kepolisian terlalu demonstratif dalam menangkap pelaku terorisme. Menurut Anton, kepolisian bukan demonstratif, tetapi harus super-waspada.

(Baca: Menko Polhukam: Kawasan Obyek Vital “High Alert” hingga Tahun Baru)

“Bahkan, ada (teroris) yang siap untuk menjadi ‘pengantin’. Kalau terhadap teror, kita harus super-waspada, bukan demonstratif. Kalau nanti sudah kejadian meledak, siapa yang disalahkan? Kan polisi,” kata dia.

Terorisme, menurut Anton, tidak seperti kejahatan biasa, seperti copet atau pencurian. Karena itu, untuk memeranginya, diperlukan kerja sama dari seluruh elemen masyarakat dan juga pemuka agama, terutama jika bicara soal ISIS.

“Memerangi terorisme itu kalau dibebankan kepada polisi, terus terang kami itu mungkin tidak akan selesai, tidak akan maksinal. Terorisme itu juga masalah ideologi dan keyakinan,” katanya.

Penulis : Nabilla Tashandra
Editor : Sabrina Asril
December 24, 2015

Fahri Hamzah Dicopot? Begini Pernyataan Presiden PKS  

Pertahankan saja si Fahri.. biar PKS makin maju. Fahri cocok jadi model kader PKS !

RABU, 23 DESEMBER 2015 | 11:17 WIB

Fahri Hamzah Dicopot? Begini Pernyataan Presiden PKS  

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, selaku Ketua Rapat saat memimpin Rapat Paripurna ke-12 MP II TS 2015-2016 di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 8 Desember 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

TEMPO.CO, Jakarta – Presiden Partai Keadilan Sejahtera Sohibul Iman menanggapi adanya kabar pencopotan salah satu kadernya, Fahri Hamzah, dari jabatannya sebagai Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat. Ia mengatakan saat ini tengah ada evaluasi di tubuh PKS. “Ada evaluasi-evaluasi, dan itu biasa dalam organisasi,” ujar Sohibul saat dihubungi Tempo melalui pesan pendek pada Rabu, 23 Desember 2015.

Sohibul pun enggan menjelaskan lebih jauh mengenai hasil evaluasi para kadernya tersebut yang salah satunya adalah Fahri. “Seperti apa hasilnya, ya pada waktunya publik akan tahu,” kata mantan Wakil Ketua DPR periode 2013-2014 tersebut.

Senin kemarin, beredar kabar bahwa PKS tengah mempertimbangkan penggantian Fahri dari kursi Pimpinan DPR. Menurut Sohibul Iman dalam sebuah acara di DPP PKS, ia mengungkapkan bahwa sedang melakukan evaluasi terhadap kader-kader PKS, termasuk Fahri.

PKS pun diisukan akan menempatkan Sohibul atau Zulkieflimansyah, anggota Komisi Keuangan DPR sekaligus anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen, untuk menempati jabatan yang akan ditinggalkan Fahri.

Saat dihubungi kemarin, Wakil Sekretaris Jenderal PKS Mardani Ali Sera pun enggan mengomentari isu pencopotan Fahri dari jabatannya sebagai Wakil Ketua DPR. Mardani juga enggan menjelaskan kabar mengenai dipanggilnya Fahri ke kantor Dewan Pimpinan Pusat PKS beberapa waktu yang lalu untuk disidang secara internal.

Saat Tempo mengkonfirmasikan hal tersebut kepada Zulkieflimansyah, dirinya mengaku belum mendengar kabar tersebut. “Saya sama sekali belum tahu karena saya baru pulang dari Cambodia,” katanya.

ANGELINA ANJAR SAWITRI