Presiden Belum Putuskan Beli Heli Impor


Jok oh Jok.. beli heli saja repot.. bagaimana dengan kasus “jual nama presiden ” dan “papa Setya Novanto minta saham”

 

SENIN, 30 NOVEMBER 2015

 Presiden Belum Putuskan Beli Heli Impor

JAKARTA – Pemerintah belum pasti membeli helikopter kepresidenan. Menurut Wakil Presiden Jusuf Kalla, kepastian pembelian heli VVIP untuk kepresidenan ini masih menunggu kepulangan Presiden Joko Widodo dari Paris, Prancis. “Kepastian pembelian sampai ada keputusan Presiden,” kata Kalla di Jakarta, kemarin.

Polemik pembelian heli kepresidenan muncul setelah TNI Angkatan Udara berencana membeli AgustaWestland AW101 untuk menggantikan heli Super Puma yang sudah berusia di atas 20 tahun. Heli ini dibuat oleh perusahaan patungan Westland Helicopters asal Inggris dan Agusta asal Italia.

Rencana pembelian ini mendapat kritik dari PT Dirgantara Indonesia-salah satu pembuat helikopter Super Puma. Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia, Budi Santoso, mengatakan bahwa pembelian itu tidak sesuai dengan Undang-Undang Industri Pertahanan yang mewajibkan keterlibatan industri nasional dalam pengadaan alat pertahanan dan keamanan. Padahal PT Dirgantara Indonesia sudah memproduksi helikopter tipe Super Puma Mark II NAS 332 alias EC225.

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar mengatakan akan mengecek dugaan kemahalan harga AgustaWestland AW101 ini. PT Dirgantara Indonesia mengklaim bahwa EC225 lebih murah ketimbang AW101. Satu unit EC225 dibanderol US$ 35 juta, sedangkan AW101 seharga US$ 55 juta atau setara dengan Rp 756 miliar.

“Sebagai Menkopolhukam, saya punya wewenang kendali ke kementerian di bawah saya,” kata Luhut kepada Tempo, Kamis pekan lalu. Luhut mengaku belum tahu alasan TNI AU lebih tertarik membeli helikopter AW101. “Untuk pesawat VVIP memang ada standarnya,” kata Luhut.

Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Agus Supriatna enggan menanggapi polemik soal harga ini. Menurut dia, perbandingan harga merupakan urusan Kementerian Pertahanan. Angkatan Udara hanya bisa menyerahkan daftar spesifikasi teknis kebutuhan helikopter ke Kementerian. “Yang memenuhi spesifikasi teknis itu AgustaWestland AW101,” kata Agus, Kamis pekan lalu.

Menurut Agus, jika Presiden tak setuju pun, TNI AU tetap akan membeli AgustaWestland AW101. “Jadi, kalau Presiden tak mau pakai, ya tidak apa-apa. Kami tetap akan menggunakan sebagai helikopter VVIP,” kata Agus. REZA ADITYA | INDRA WIJAYA | ARKHELAUS W. | TIKA PRIMANDARI | ISTIQOMATUL HAYATI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: