Maskapai Yakin Hasil Inspeksi Airbus A320 Positif


Koran Tempo SABTU, 05 DESEMBER 2015

 Maskapai Yakin Hasil Inspeksi Airbus A320 Positif

JAKARTA – Maskapai penerbangan optimistis hasil inspeksi terhadap pesawat Airbus A320 yang dilakukan Kementerian Perhubungan akan positif. Mereka menjamin keandalan pesawat yang dioperasikan karena dipelihara dengan baik. “Program perawatan dilakukan secara rutin di bawah supervisi langsung Airbus,” kata Presiden Direktur Batik Air, Ahmad Luthfi, kemarin.

Batik Air memiliki 13 unit pesawat A320. Luthfi mengatakan semua pesawat itu dalam kondisi baru. Usia pesawat paling lama adalah satu tahun. Ini pula yang membuat Batik Air semakin optimistis semua pesawatnya dalam kondisi layak terbang. “Usia pesawat kami paling lama sejak November 2014,” kata Luthfi.

Inspeksi terhadap pesawat A320 dilakukan Kementerian Perhubungan mulai Kamis kemarin hingga enam bulan ke depan. Inspeksi ini dilakukan sebagai rencana aksi atas rekomendasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dalam kaitan dengan kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 yang terjadi pada tahun lalu. Pesawat jenis A320 yang dioperasikan AirAsia itu rusak pada komponen rudder travel limiter unit (RTLU).

Luthfi mengatakan tiga unit pesawat miliknya telah diinspeksi pada Kamis lalu. Kondisi pesawat yang diinspeksi dalam keadaan baik. Proses inspeksi juga tak menyebabkan keterlambatan penerbangan. Ia mengatakan pemeriksaan pesawat dilakukan dengan melihat catatan logbook pesawat. “Kira-kira waktu yang dibutuhkan 30 menit,” katanya.

Juru bicara Citilink Indonesia, Benny Butarbutar, mengatakan maskapainya tak akan terpengaruh oleh inspeksi yang dilakukan Kementerian Perhubungan. “Secara institusi kami paling siap karena kami benar-benar memegang standar keselamatan penerbangan,” ucap dia.

Ia mengatakan Citilink mempunyai 36 unit Airbus 320 dengan umur rata-rata 3-4 tahun. Armada Citilink dirawat secara berkala oleh Garuda Maintenance Facilities (GMF). “Jadi jauh dari kondisi yang dikhawatirkan,” katanya.

Benny mengatakan GMF memiliki reputasi yang diakui di lingkup Asia-Pasifik, bahkan dunia, dengan memiliki kompetensi melakukan perbaikan skala kecil, sedang, dan berat. GMF disebutnya juga sudah memiliki lisensi perbaikan dari Airbus.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Suprasetyo, mengatakan jumlah pesawat Airbus A320 yang akan diinspeksi mencapai 75 unit. Mereka berasal dari empat maskapai penerbangan, yakni Batik Air, Citilink, Indonesia AirAsia, dan AirAsia Extra. “Inspeksi akan dilakukan sampai 2 Juni 2016. Kami punya 85 inspektur yang akan melakukan pengecekan,” tutur Suprasetyo.

Sebanyak 85 inspektur itu memiliki lisensi dengan kompetensi berbeda, dari inspektur kelayakan terbang hingga inspektur engineering. Khusus inspektur kelayakan terbang, ada 46 inspektur. Dalam melakukan tugasnya, inspektur akan melihat seluruh kondisi pesawat.

“Jadi ibaratnya orang, kondisi pesawat dilihat dari ujung kepala hingga ujung kaki,” kata Direktur Kelayakan Terbang dan Pengoperasian Pesawat Udara Muhammad Alwi. Pemeriksaan kondisi pesawat itu, kata dia, dilakukan dengan melihat catatan logbook pesawat.

Meski menyatakan siap diinspeksi kapan saja, baik Luthfi maupun Benny berharap inspeksi yang dilakukan tak menyebabkan keterlambatan jadwal penerbangan. “Pemeriksaan diharapkan jangan mengganggu kegiatan operasional,” kata dia. AMIRULLAH


Bukan dengan Pembekuan Penerbangan

Juru bicara Kementerian Perhubungan, Julius Barata, mengatakan inspeksi khusus yang akan dilakukan terhadap semua pesawat Airbus A320 meliputi pengecekan cepat yang dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan teknis biasa. “Jadi ini bukan inspeksi serentak dan bukan dengan cara membekukan semua penerbangan Airbus A320,” kata Barata, saat dihubungi, kemarin.

Barata menjelaskan pengoperasian semua pesawat berjalan seperti biasa. Pemeriksaan dilakukan setelah pesawat mendarat atau saat sedang terparkir di apron bandara. “Pemeriksaan itu tak lama, hanya pada bagian teknis yang didasari rekomendasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi,” tuturnya.

Selain itu, Barata mengatakan inspeksi tersebut bisa dilakukan pada pesawat mana pun yang sedang berada dalam kondisi siap periksa. “Lagi pula, setiap pesawat sudah punya standar pemeriksaan rutin setelah dan sebelum terbang,” ucap dia. YOHANES PASKALIS

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: