Tak Ada Nama Riza di Pembelaan Setya


 Koran Tempo
RABU, 09 DESEMBER 2015

Lima jam memeriksa Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Setya Novanto, di Gedung Nusantara 2, Senayan, Senin lalu, apa yang didapat Mahkamah Kehormatan Dewan? Pertama, perdebatan sidang terbuka atau tertutup yang memakan waktu sekitar satu jam. Kedua, Setya sebagai terlapor membacakan “pleidoinya”. Ketiga, sidang yang memeriksa isi rekaman, lebih banyak dijawab Setya dengan diam atau berputar-putar kembali kepada pleidoinya.

“Dan saat closing statement, Setya berurai air mata,” kata anggota Mahkamah dari Fraksi PDIP, Marsiaman Saragih, kemarin.

Dalam 12 lembar nota pembelaan yang dibacakan dari map biru, Setya membantah laporan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said ke MKD pada 16 November lalu. Ia menyatakan keterangan Sudirman di persidangan palsu. Ia juga menyebutkan barang bukti rekaman ilegal dan kesaksian bos Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin tak sesuai dengan fakta sebenarnya.

Dari lembar pembelaan yang diterima Tempo, Setya tak satu kata pun menyebutkan nama pengusaha minyak Muhammad Riza Chalid. Padahal Riza ikut bertemu Maroef bersama Setya dalam pertemuan kedua dan ketiga di Hotel-Ritz Carlton di lantai 21.

Marsiaman membenarkan tak ada nama Riza di pembelaan Setya. Setya juga tak mau mengungkit nama Riza sepanjang persidangan. “Saat ditanya tentang Riza, dia jawab hanya teman biasa,.”

Perdebatan sengit muncul ketika Setya meminta persidangan etik yang membelitnya dilakukan tertutup. Permintaan itu ditolak oleh lima dari 17 anggota MKD, yakni Akbar Faizal (NasDem), Guntur Sasono dan Darizal Basir (Demokrat), Junimart Girsang (PDIP), serta Sarifuddin Sudding (Hanura).

Salah satu alasan yang diungkap penentang sidang tertutup adalah dua sidang sebelumnya dilakukan terbuka. Para anggota pun saling mengadu argumen. Namun, saat Setya mengatakan ada rahasia negara yang diungkapkannya, pemimpin sidang Kahar Muzakir langsung mengetuk palu. “Sidang jadinya tertutup,” kata Sudding.

Ketika sidang berakhir, Setya keluar dengan penuh kawalan. Ia hanya menyisihkan waktu kurang dari lima menit untuk memberi penjelasan kepada media. “Sudah saya sampaikan sejelas-jelasnya dan saya berterima kasih kepada MKD,” kata dia. Politikus Partai Golkar itu pun berlari kecil menjauh dari wartawan. HUSSEIN ABRI YUSUF

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: