Siasat MKD Selamatkan Setya


Koran Tempo
JUM AT, 11 DESEMBER 2015

 Siasat MKD Selamatkan Setya

JAKARTA – Sidang dugaan pelanggaran etik Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) semakin tak jelas. Penyebabnya, pimpinan MKD gagal mendapatkan bukti rekaman percakapan asli milik bos Freeport Indonesia, Maroef Sjamsoeddin, di Kejaksaan Agung.

Padahal rekaman percakapan antara Setya, Maroef, dan pengusaha minyak Muhammad Riza Chalid ihwal permintaan saham PT Freeport Indonesia, itu menjadi syarat persidangan lanjutan. Sidang akan maju setelah rekaman ini diuji di Laboratorium Forensik Polri. Kesepakatan itu diketok MKD seusai pemeriksaan Novanto, Senin lalu.

Anggota MKD, Akbar Faizal, mengatakan permintaan tersebut merupakan akal-akalan dan makin terlihat siapa yang bersandiwara. “Memang tidak ada niat menyelesaikan kasus ini,” kata dia saat dihubungi, kemarin. Politikus NasDem ini menuturkan, Mahkamah bisa melanjutkan kasus itu tanpa rekaman asli dan uji forensik, karena sudah mendapatkan keterangan saksi di sidang.

Kemarin, permintaan MKD ihwal bukti rekaman ditolak Kejaksaan Agung. Wakil Ketua MKD Junimart Girsang enggan mengatakan dampak penolakan itu terhadap persidangan. “Kami rapatkan dulu,” kata politikus PDI Perjuangan ini.

Darizal Basir, anggota MKD, menolak menyebutkan anggota yang ngotot meminta bukti rekaman dan uji forensik. Sedangkan yang memilih tak perlu rekaman asli itu adalah Akbar, Junimart, Sarifuddin Sudding dari Hanura, dan Guntur Sasono serta dirinya dari Demokrat. Ia berharap kasus ini selesai sebelum masa reses pada 18 Desember nanti. “Soal sanksi, belum tahu karena Setya membantah semuanya.

Anggota MKD, Ridwan Bae, mengatakan sidang kasus ini seharusnya berhenti dengan ditolaknya permintaan. “Gimana mau lanjut kalau tidak ada legalitas dan keaslian rekaman,” kata kolega satu partai dengan Setya ini.

Wakil Ketua MKD Sufmi Dasco Ahmad menilai belum cukup untuk mengukur pelanggaran kode etik Setya. “Alat bukti berupa kopian yang belum bisa dipastikan kebenarannya,” ujar politikus dari Partai Gerindra itu, kemarin.

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Arminsyah mengaku menolak memberikan rekaman asli itu kepada empat anggota MKD yang mendatanginya kemarin. Menurut dia, pemilik rekaman, Maroef, membuat surat pernyataan agar alat hanya digunakan Kejaksaan Agung. “Dia tidak beri izin kepada siapa pun untuk meminjamkan rekaman itu.” Ia hanya memberikan fotokopi surat Maroef tersebut.

Kepala Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Syamsuddin Haris, menengarai MKD berpotensi meloloskan Setya dari dugaan pelanggaran etik. HUSSEIN ABRI YUSUF | ISTMAN MP | MITRA TARIGAN | ANGELINA ANJARw SAWITRI | DEWI SUCI RAHAYU | ISTIQOMATUL HAYATI


Akal-akalan Mahkamah

Harapan masyarakat melihat Mahkamah Kehormatan Dewan menghukum berat Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto atas pelanggaran kode etik tampaknya bakal pupus. Para Yang Mulia, yang semula galak, belakang mengendur, bahkan terlihat seperti tidak berniat menyelesaikan kasus ini. Berikut ini indikasinya.

1. Pembentukan tim panel MKD batal. Ini artinya, Setya berpotensi lolos dari sanksi pelanggaran berat, bahkan bisa diputus tidak bersalah.

2. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) berbalik arah mendukung sidang pemeriksaan Setya Novanto digelar tertutup.

3. Sejumlah anggota MKD menyoal kedudukan hukum (legal standing) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said yang mengadukan Setya. Rekaman pertemuan yang dilakukan oleh Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin dianggap ilegal.

4. Sebanyak 12 dari 17 anggota MKD ngotot meminta bukti rekaman asli dan uji forensik. Bahkan, ada yang mengatakan sidang ini seharusnya berhenti dengan ditolaknya permintaan itu.

5. MKD mengisyaratkan tidak akan memanggil pengusaha minyak Muhammad Riza Chalid. Alasannya, MKD berdalih suara dalam rekaman belum dapat dipastikan sebagai Riza. DIOLAH DARI BERBAGAI SUMBER | DEWI SUCI RAHAYU

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: