1.294 Kejadian Tabrak Lari, Pelaku Lolos dari Sanksi Pidana


Jalan raya di Indo sudah jadi neraka..yang penuh dengan iblis
METRO
SABTU, 12 DESEMBER 2015

JAKARTA – Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya mencatat peristiwa tabrak lari di Jakarta terus bertambah. Sepanjang Januari hingga November 2015, ada 1.294 kasus tabrak lari dengan jumlah korban meninggal mencapai 117 orang dan 1.083 orang terluka.

Adapun pada 2014, jumlahnya lebih banyak, yakni 2.073 kejadian. “Meski turun 20 persen, angkanya cukup memprihatinkan. Para tersangka tabrak lari biasanya lepas dari sanksi pidana,” kata Kepala Sub-Direktorat Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Budiyanto, kemarin.

Menurut Budiyanto, pelaku tabrakan yang lari dari tanggung jawab juga kerap takut dihakimi massa. Walhasil, mereka memilih kabur meninggalkan tempat kejadian perkara. Namun ada pula pelaku yang kebingungan mengambil tindakan pertolongan setelah kejadian, lalu meninggalkan korbannya.

Berdasarkan Pasal 231 ayat 1 dan 2 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan, pengemudi yang terlibat dalam kecelakaan wajib menghentikan kendaraannya. Pengemudi yang selamat harus memberikan pertolongan kepada korban, lalu melapor ke kantor polisi terdekat.

“Pengemudi yang dengan sengaja tidak menghentikan kendaraan, memberikan pertolongan, dan melapor dipidana paling lama 3 bulan penjara, atau denda paling besar Rp 75 juta,” kata Budiyanto.

Hal tersebut sesuai dengan Pasal 312 Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Ketidakpahaman masyarakat soal aturan ini, ditambah rasa takut dihakimi massa, membuat para penabrak meninggalkan korban. Akibatnya, banyak korban tak tertolong setelah mengalami kecelakaan.

Data yang ada di kantor polisi pun tercatat oleh polisi patroli atau laporan masyarakat. Kejadian tabrak lari ringan biasanya tak tercatat karena korban tak melapor ke kantor polisi. Menurut Budiyanto, karena angka kecelakaan cukup tinggi, ia mengimbau masyarakat agar memahami aturan di jalan raya.

Di Jakarta, yang lalu lintasnya semrawut dengan pengendara yang cenderung tak patuh kepada aturan, kecelakaan sangat mungkin terjadi. Pengendara tak memahami tindakan pertama yang harus dilakukan saat kecelakaan. Selain itu, berita penghakiman jalanan terhadap penabrak membuat kejadian tabrak lari menjadi bahaya laten di jalan raya. PUTRI ADITYOWATI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: