RUU Rahasia Negara Diprioritaskan 2016


Duh ini ruu terus saja… Isinya saja sudah tidak relevan, RUU Rahasia Negara akan dipergunakan untuk melindungi “koruptor” dan pejabat negara korup macam Setya Novanto cs
Koran Tempo
JUM AT, 18 DESEMBER 2015

JAKARTA – Kementerian Pertahanan memprioritaskan penyelesaian Rancangan Undang-Undang Rahasia Negara untuk disahkan menjadi undang-undang pada tahun depan. “Periode lalu sebenarnya sudah hampir selesai,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Letnan Jenderal Ediwan Prabowo saat ditemui di kantornya, di Jakarta, kemarin.

Menurut Ediwan, pada dasarnya draf RUU Rahasia Negara yang pernah ditolak oleh masyarakat sipil itu tidak mengalami banyak perubahan dari rancangan sebelumnya. Hanya ada sedikit perubahan pada bagian-bagian yang sebelumnya ditolak masyarakat. “Berdasarkan masukan-masukan, itu diubah,” ujar dia.

Ediwan menampik, jika disahkan, undang-undang ini akan berbenturan dengan UU Keterbukaan Informasi Publik. “Kotaknya berbeda antara KIP dan Rahasia Negara,” ujar dia. UU KIP mengatur soal hak dan kewajiban sejumlah lembaga untuk membuka informasi kepada publik serta aturan bagi para pengguna informasi.

RUU Rahasia Negara, kata Ediwan, akan memperkuat UU KIP tentang informasi apa saja yang dibatasi. Jika informasi tersebut sudah dianggap membahayakan keutuhan negara, jelas tidak boleh dibuka kepada publik. “Parameternya adalah, jika dokumen tersebut mempengaruhi keutuhan negara sampai mengancam keselamatan bangsa, itu tidak boleh,” ucap dia lagi.

Anggota Dewan Pers, Stanley Adhi Prasetyo, menilai tak perlu ada RUU Rahasia Negara karena soal itu sudah diatur dalam UU KIP. “Dengan menggunakan UU KIP, apa yang disebut rahasia itu bisa ditetapkan dari waktu ke waktu. Setiap tahun berubah, tergantung kepentingannya. Dalam keadaan genting, tingkat kerahasiaan dinaikkan. Di alam demokratis, yang dirahasiakan semakin berkurang, apalagi ketika negara melawan korupsi,” kata dia.

Menurut bekas komisioner Komnas HAM itu, adanya UU Rahasia Negara akan membatasi ruang kebebasan bagi jurnalis dan publik yang ingin mengakses informasi. “Ruang untuk menulis kasus korupsi, mencari bahan informasi untuk diungkap melalui investigasi, akan makin sulit. Sebab, data itu bisa dimasukkan dalam kategori rahasia,” tutur dia. DIKO OKTARA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: