Terduga Teroris Tasikmalaya Disebut Siapkan Bom Bunuh Diri


MINGGU, 20 DESEMBER 2015 | 08:32 WIB

Terduga Teroris Tasikmalaya Disebut Siapkan Bom Bunuh Diri

ANTARA/Ahmad Subaidi

TEMPO.CO, Jakarta – Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan dua terduga teroris yang ditangkap di Tasikmalaya, Jawa Barat telah menyiapkan bom bunuh diri di akhir Desember 2015. “Mereka tidak eksplisit menyebutkan apakah untuk Natal atau Tahun Baru,” ujarnya kepadaTempo, Minggu, 20 Desember 2015.

Dua orang yang ditangkap tersebut bernama Asep Urip, 31 tahun, dan Zaenal, 35 tahun. Mereka diringkus ketika sedang mengendarai sepeda motor di jalanan sekitar Kampung Cihaji Kelurahan Purbaratu Kecamatan Purbaratu, Tasikmalaya. Menurut Badrodin, keduanya terkait dengan jaringan Abdul Karim alias Abu Jundi, yang ditangkap oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror  pada Sabtu, 19 Desember 2015.

Salah seorang di antara kedua orang itu diduga memiliki kemampuan merakit bom. Barang bukti yang disita polisi adalah sepeda motor Yamaha Mio, mobil pick up, dan bendera warna hitam bertuliskan ‘Lailahailallah’.

Asep Urip merupakan pengajar di Pondok Pesantren Al Mubarok, Tasikmalaya, sedangkan Zaenal enam bulan terakhir diketahui menjadi santri di pondok pesantren tersebut.

Penangkapan kedua terduga teroris di Tasikmalaya ini, merupakan hasil pengembangan dari penangkapan Iwan alias Koki, di daerah Banjar, Jawa Barat; dan Majenang, Cilacap; pada Jumat siang. Densus sejauh ini telah menangkap terduga teroris di lima kota, yaitu Tasikmalaya, Banjar, Cilacap, Mojokerto, dan Sukoharjo.

“Penangkapan ini saling terkait, kami akan terus mendalami jika ada keterlibatkan kelompok lain,” kata Badrodin.

GHOIDA RAHMAH

Keluarga di Tasik Tak Percaya Asep Terlibat Jaringan Teroris

MINGGU, 20 DESEMBER 2015 | 08:48 WIB

Keluarga di Tasik Tak Percaya Asep Terlibat Jaringan Teroris

Anggota Kepolisian melakukan pengamanan dan penjagaan saat jenazah Teroris Poso bernama Rony alias Joko yang ditembak mati Tim Densus 88 diperiksa di ruang instalasi Forensik RS. Bhayangkara Kota Kediri, Jawa Timur, 16 Januari 2015. ANTARA/Rudi Mulya

TEMPO.CO, Tasikmalaya – Keluarga Asep Urip, warga yang ditangkap Densus 88 Antiteror di Purbaratu, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat tidak menyangka Asep terlibat dalam jaringan teroris dan berniat menebarkan teror. “Tidak mungkin terlibat,” kata Dede, kerabat Asep saat ditemui di rumahnya, Desa Singkup, Purbaratu, Minggu 20 Desember 2015.

Menurut Dede, Asep selalu bersikap baik kepada sesama. Bahkan, dia kerap memberi bantuan kepada tetangga yang membutuhkan. “Suka memberi kepada orang yang nggak punya,” katanya.

Kepribadian Asep, kata Dede, juga tak neko-neko. Sehari-hari dia mengajar mengaji anak-anak di Pondok Pesantren Al-Mubarok Atturmudzi, Purbaratu. “Asep sangat baik,” ujarnya.

Ihwal rekan Asep, Zaenal, yang turut ditangkap Densus 88, Dede menjelaskan, Zaenal baru sekitar lima-enam bulan di pesantren. Awalnya, Zaenal mengaku tidak bisa mengaji. “Saudara saya bersedia mengajari si Mas (Zaenal),” katanya.

Dia menegaskan, Zaenal bukan saudaranya. Dia datang ke sini karena ingin bisa mengaji. “Si Mas tinggal di kobong, tidak di rumah saya,” katanya.

Pasca penangkapan, ibunda Asep sakit keras. Dia tidak bisa berkomunikasi karena syok. “Maaf, ibunya sakit keras tidak bisa diajak ngobrol,” ujar Dede.

Pimpinan Pondok Pesantren Al Mubarok Atturmudzi, Ustad Ade Dedi mengatakan, Zaenal datang menemui Asep sekitar bulan Ramadan lalu. Tujuan kedatangannya untuk mencari ilmu. “Tidak terlibat apa-apa, cuma untuk mencari ilmu,” katanya.

Keseharian Asep dan Zaenal, kata dia, biasa-biasa saja. Saat waktu mengaji mereka mengaji, saat salat pun mereka berjamaah. “Saat istirahat ya istirahat, tidak ada gerakan apa-apa,” jelas Ade.

Menurut sepengetahuan Ade, Zaenal dan Aep bertemu di Malang saat keduanya mondok di sana. Asep tak lama mondok di sana, hanya empat  bulan. “Kemudian tamu (Zaenal) datang untuk silaturahmi kepada Ustad (Asep) bulan Ramadan,” katanya.

Jumat sore 18 Desember, Ade tiba-tiba diberi kabar bahwa Asep dan Zaenal ditangkap polisi. Dia sendiri tidak tahu petugas dari mana yang mengambil keduanya. “Tidak tahu,” katanya.
Ade berharap, Asep tidak terlibat apa-apa. Dia pun berharapan Asep segera pulang. “Ya harapannya segera pulang,” katanya.

Sugirman, salah seorang warga setempat mengatakan, Zaenal tidak pernah bergaul dengan warga setempat. Dia biasa papasan dengan Zaenal saat di jalan. “Saat dia sedang ambil air,” ujarnya. Zaenal berperawakan tinggi besar, dan berjanggut.

Di Pondok Pesantren Al-Mubarok Atturmudzi, kata Sugirman, merupakan tempat belajar mengaji anak-anak warga sekitar. Anak-anak belajar pada ba’da magrib dan subuh. “Tiap minggu suka ada pengajian ibu-ibu,” katanya.

Asep dan Zaenal ditangkap oleh Densus 88 Polda Jabar dan Mabes Polri di Kampung Cihaji, Purbaratu, Jumat sore. Mereka diringkus saat hendak pergi ke pengajian di daerah Mitra Batik.

CANDRA NUGRAHAhh

+++++

Terduga Teroris yang Ditangkap di 5 Kota Jaringan Abu Jundi

MINGGU, 20 DESEMBER 2015 | 07:59 WIB

Terduga Teroris yang Ditangkap di 5 Kota Jaringan Abu Jundi

Personel Densus 88 Mabes Polri melakukan penggrebekan di rumah terduga teroris jaringan ISIS di Jalan Perdana Blok B No 3, Petukangan Selatan, Jakarta Selatan, 22 Maret 2015. Penggerebekan dilakukan berkaitan dengan penangkapan penyewa rumah bernama Aprimul Hendri, 41 tahun. ANTARA/Alinuddin

TEMPO.CO, Jakarta – Kepala Kepolisian RI Jenderal Badrodin Haiti mengatakan penangkapan terduga teroris yang dilakukan oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri di Tasikmalaya, Banjar, Cilacap, Mojokerto, dan Sukoharjo sepanjang akhir pekan ini saling terkait.

“Penangkapan dilakukan di beberapa tempat itu satu rangkaian,” ujarnya kepada Tempo, 20 Desember 2015.

 

Menurut Badrodin, seluruh terduga teroris tersbeut berasal dari jaringan yang sama, yaitu kelompok Abu Jundi alias Abdul Karim, yang ditangkap di Sukoharjo. Badrodin menuturkan, berdasarkan penangkapan tersebut polisi kini terus menyelidiki untuk mengetahui apakah ada kelompok lain yang tersebut. “Kami sedang kembangkan dalam satu minggu terakhir terus kami dalami,” katanya.

Densus menangkap terduga teroris bernama Iwan alias di Kota Banjar, Jawa Barat; dan Majenang, Cilacap; pada Jumat siang, 18 Desember 2015. Penangkapan Iwan, kemudian menggiring kepada penangkapan dua terduga teroris berikutnya, yaitu Asep Urip dan Zaenal, pada Jumat sore, di Tasikmalaya.

Densus kembali menangkap seorang terduga teroris, yaitu Abdul Karim alias Abu Jundi, pada Sabtu siang, 19 Desember 2015 di Sukoharjo. Terakhir, Densus menangkap tiga terduga teroris lain, di Mojokerto pada Sabtu malam hingga Ahad dini hari tadi. Dua di antara ketiga orang tersebut bernama Indraji Idham Wijata dan Choirul Anam alias Amin.

GHOIDA RAHMAH

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: