Terduga Teroris Ancam Ledakkan Jakarta


LAPORAN UTAMA
SENIN, 21 DESEMBER 2015

 Terduga Teroris Ancam Ledakkan Jakarta

JAKARTA – Detasemen Khusus Antiteror 88 menangkap sembilan terduga teroris di enam kota pada Jumat pekan lalu hingga kemarin dinihari. Berdasarkan interogasi polisi, terungkap bahwa kelompok yang dipimpin Abdul Karim alias Abu Jundi ini akan menjadikan Jakarta sasaran teror pada akhir Desember. Salah satu yang menjadi target adalah Markas Kepolisian Daerah Metro Jaya.

“Mereka menyiapkan bom bunuh diri, tapi tidak eksplisit apakah untuk Natal atau tahun baru,” kata Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti kepada Tempo, kemarin.

Kesembilan terduga teroris itu ditangkap di Tasikmalaya, Banjar, Gresik, Kota dan Kabupaten Mojokerto, serta Sukoharjo. “Penangkapan ini saling terkait. Kami akan terus mendalami jika ada keterlibatan kelompok lain,” ucap Badrodin lagi.

Abu Jundi dibekuk di Sukoharjo, Jawa Tengah, pada Sabtu lalu. Dari tempat Jundi, polisi menemukan barang bukti berupa pupuk urea, paku, gotri, sakelar, parang, parafin, buku panduan merakit bom, serta peta daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Selain Abu Jundi, polisi menangkap Zaenal dan Asep Urip di Tasikmalaya, Jawa Barat; Iwan alias Koki di Banjar, Jawa Barat, serta tiga lagi di Kota dan Kabupaten Mojokerto. Dua yang ditangkap di Gresik belum terkonfirmasi identitasnya.

Seorang perwira polisi yang mengetahui pemeriksaan itu menuturkan kepada Tempo, bom akan dibikin di Bandung dan diledakkan pada malam tahun baru di Jakarta. Bom rencananya dibuat oleh Iwan alias Koki. Sedangkan Zaenal diduga disiapkan menjadi pengantin atau pelaku bom bunuh diri. “Zaenal diduga yang membiayai kelompok yang ditangkap di Solo,” ujar dia. Dari tempat Zaenal telah disita sepeda motor Yamaha Mio, mobil pikap, dan bendera warna hitam yang identik dengan bendera Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Ade Dedi, salah seorang pemimpin Pondok Pesantren Al-Mubarok Atturmudzi, Tasikmalaya, yang menjadi tempat Zaenal dan Asep Urip mengaji, yakin Zaenal dan Asep tak terlibat apa-apa. Terbukti Asep kemudian dibebaskan polisi. “Mereka cuma mencari ilmu,” kata Ade. “Tak ada gerakan mencurigakan apa-apa dari mereka.”

Badrodin mengatakan telah mengerahkan total 150 ribu personel untuk mengamankan perayaan Natal dan tahun baru di seluruh Indonesia. “Ini terinci 80 ribu polisi dan 70 ribu personel dari TNI,” ujarnya. Pengamanan akan dipusatkan di rumah ibadah dan pusat berkumpul atau pusat keramaian.

Khusus untuk Jakarta, Polda Metro Jaya sudah menyiagakan 18 ribu personel. “Kami sudah siap sejak dua hari lalu,” kata juru bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Muhammad Iqbal, kemarin. JOBPIE SUGIHARTO | DEWI SUCI | GHOIDA RAHMAH| CANDRA NUGRAHA| ISHOMUDDIN| FRANSISCO ROSARIANS| ISTIQOMATUL HAYATI


Kelompok Pengebom di Ujung Tahun

Polisi menangkap sejumlah terduga teroris di lima tempat berbeda. Dari keterangan sementara dan barang bukti yang disita, kelompok Abu Jundi ini diduga akan meledakkan bom bunuh diri di wilayah Jakarta dan kota lain pada bulan ini.

BANJAR, JAWA BARAT

Iwan alias Koki

Waktu penangkapan: Jumat, 18 Desember 2015 (siang)

TASIKMALAYA, JAWA BARAT

Zaenal

Waktu penangkapan: Jumat, 18 Desember 2015 (petang)

Barang bukti: sepeda motor Yamaha Mio, mobil pikap, bendera warna hitam bertulisan “Lailahailallah”.

Keterangan: Zaenal diduga bisa merakit bom dan akan menjadi “pengantin” bom bunuh diri pada akhir bulan ini.

Asep Urip

Waktu penangkapan: Jumat, 18 Desember 2015 (petang)

Keterangan: Sudah dibebaskan pada Ahad petang.

SUKOHARJO, JAWA TENGAH

Abdul Karim alias Abu Jundi

Waktu penangkapan: Sabtu, 19 Desember 2015 (siang)

Barang bukti: Pupuk urea, paku, gotri, sakelar, parang, parafin, buku panduan merakit bom, peta daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

KOTA DAN KABUPATEN MOJOKERTO, JAWA TIMUR

Bambang Sugito alias Teguh alias Basuki

Waktu penangkapan: Sabtu, 19 Desember 2015-Ahad, 20 Desember 2015

Barang bukti: Cairan dalam dua jeriken, rangkaian kabel, satu unit komputer meja, buku bertema jihad.

Choirul Anam alias Amin

Waktu penangkapan: Sabtu, 19 Desember 2015-Ahad 20 Desember 2015

Indraji Idham Wijaya

Waktu penangkapan: Sabtu, 19 Desember 2015-Ahad 20 Desember 2015

Sumber: keterangan polisi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: